“males mah kalo ayah melihat iklan sepeda motor baru…”

Posted on 22 July 2010

35


Malam itu pukul 08.00 WIB disebuah komplek perumahan kecil dipinggiran kota Jakarta terlihat sesosok laki-laki dengan wajah kusut karena capek sedang mencoba membuka pintu. Suara pintu bagian depan rumahpun terbuka dan kemudian sesosok laki-laki tersebut masuk kedalam sambil meletakan jaket dan tas yang tadi dipakainya.

“lembur karena banyak kerjaan dipabrik ya yah?”, tanya Reni basa-basi kepada sang suami yang bernama Andri.

“iya mah…”, jawab Andri ogah-ogahan sambil merebahkan tubuhnya kekursi sofa diruang tamu sekaligus yang difungsikan sebagai ruang keluarga dengan disusul sang istri yang mencoba menemani untuk duduk disampingnya.
Andri adalah seorang suami dengan satu putri bernama Nia yang sekarang berusia 2,5 tahun dan dia juga salah satu dari 75% karyawan kontrak pabrik perakitan sepeda motor suatu ATPM yang saat ini tengah berusaha mengejar angka penjualan guna memenuhi target dari pihak prinsipal Jepang dan mencoba bersaing untuk menundukan market dominasi sepeda motor dari ATPM raksasa di Indonesia.


“ayah kelihatan capek sekali, sini mamah pijitin sebentar….habis itu langsung mandi ya”, tawar Reni basa-basi lagi.

“nanti aja mah”, jawab Andri yang sudah tahu kelagat istrinya kalau sedang basa-basi maka dia memalingkan mukanya kearah televisi yang saat itu tengah menyala.

“ya sudah kalau begitu”, sahut Reni dengan lembut bercampur senang ketika sang suami tidak mau dipijat beneran.

“Nia sudah tidur ya mah? koq tumben ngga kelihatan”, tanya Andri lagi.

“iya yah sejak jam 7an malam tadi dikamarnya, dia mungkin kecapekan main sama Arin anak tetangga sebelah”

Kedua pasangan suami istri tersebut saling terdiam dengan wajah menghadap ketelevisi karena sebelum kepulangan sang suami, Reni sedang menonton acara kesayangannya yaitu sinetron *Cinta Fitri season 50, maka mau ngga mau Andripun juga ikut menonton walaupun dia sebenarnya pembenci sinetron yang sekarang ini isinya sangat amburadul plus super gak jelas sama sekali jalan ceritanya.

Wajah Andri masih mengekspresikan raut muka yang sangat luar biasa capek karena dia sudah hampir 3 bulan ini menjalani pola kerja shift 2 kali. Matanya masih tertuju kesebuah layar televisi didepan yang akhirnya sekarang menayangkan sebuah iklan produk sepeda motor matik terbaru.
Terdengar suara-suara dari iklan tersebut “….jangan lupa pakai helm yahhhh”, belum sampai iklan tersebut habis tangan Andri sudah berusaha untuk memencet tombol remote kontrol seraya mengganti ke chanel saluran televisi yang lain.

“lho koq diganti tho yah? iklannya khan paling cuman sebentar nanti gimana dengan kelanjutan sinetronnya”, sungut Reni karena merasa acara kesayangannya telah diganti oleh sang suami.

“males mah kalo ayah melihat iklan sepeda motor baru terus menerus”, jawab Andri cuek.

“lha terus emang kenapa tho yah? emang ada hubunganya dengan pekerjaan ayah?”

“mamah tahu ga sih dengan seringnya sebuah ATPM mengiklankan produk barunya berarti sudah sering pula meracuni pikiran masyarakat untuk membeli produk tersebut”

“ya biarin aja tho yah mereka mau beli motor baru tersebut…lha wong itu uang-uang mereka sendiri koq”

“bukannya begitu mah….”

“…tahu gak mah jika sekarang ini banyak orang yang berbondong-bondong untuk beli motor baru karena terbius oleh iklan masing-masing ATMP dengan disertai kemudahan proses dari pihak leasing maka jalanan akan terasa semakin sempit, macet dan berbahaya, kenapa seperti itu??? karena jalanan sudah penuh dengan pertumbuhan jumlah motor, mobil pribadi dan angkutan-angkutan kota lainnya.”

“mamah tahu ga efek dari kesemua itu?”

“emang apa yah?”

“yang jelas angka kecelakaan dijalan raya akan semakin bertambah drastis tiap tahunnya…”

“lho koq bisa yah?”

“mamah tahu ngga 10 dari 7 orang yang mampu membeli motor belum tentu mampu mengoperasikan motornya dengan aman dan benar, mereka hanya asal jalan dan sampai ketujuan”.

“lahhh…kalau orang beli motor khan memang itu tujuannya tho yah yaitu sampai ke tujuan, perkara selamat atau ngga itu khan urusan Tuhan”

“ngga bisa gitu donk mah dan ngga perlu bawa-bawa Tuhan…memangnya mamah mau kalau ayah sedang berangkat atau pulang kerja mengalami kecelakaan dijalan karena kecerobahan dari orang yang hanya mampu beli motor tapi ngga bisa mengoperasikannya dengan benar? walaupun ayah sudah berhati-hati dijalan dengan mengandalkan ilmu safety riding yang ayah peroleh ditempat kerja, itu ngga akan ada gunanya jika tiba-tiba dari belakang, samping atau depan diserempet atau bahkan ditabrak oleh semisal motor matik yang dipakai ngebut tanpa bisa melukan antisipasi pengereman dengan benar oleh pengemudinya”

“ya ngga mau lahh yah…”

“makanya itu mah…terus adalagi nih mah…”

“apa itu yah?”

“mamah tahu khan sebagian besar kondisi ekonomi masyarakat Indonesia ini seperti apa? seperti layaknya negara berkembang lainnya sebagian besar kondisinya masih berada dibawah garis kemiskinan dan 10 dari 6 masyarakat kita masih dianggap kurang mampu misalkan mampu paling dimampu-mampuin”

“terus apa hubungannya yah dengan motor baru? toh mereka juga bisa dan mampu untuk beli tho? buktinya sekarang ini banyak orang yang berlalu lalang menggunakan motor-motor baru mereka dijalanan”

“mampu sih mampu mah…bisa sih bisa…tapi lihat apa yang harus mereka korbankan dengan kemudahan yang sudah diberikan oleh pihak leasing, yang sudah bekerja sama dengan pihak dealer pabrikan agar stok yang ada didealer tersebut cepat terserap kepasar?”

“mamangnya apa yah?”, tanya Reni kepada Andri yang sekarang ini perhatian dari melihat sinetronnya sudah berpindah ketopik pembicaraan sang suami perihal banyaknya motor baru yang beredar.

“semisal begini mah kita ambil contoh dalam satu keluarga kelas menengah bawah seperti kebanyakan status masyarakat dinegara kita si suami bekerja dengan penghasilan rata-rata Rp.900.000an perbulan dan si istri juga ikut bekerja dengan penghasilan Rp.800.000an perbulan jadi total harta mereka berdua perbulan adalah Rp. 1.700.000an. Terus uang tersebut dikeluarkan untuk biaya makan katakanlah perbulan Rp. 500.000, biaya listrik, air, uang saku anak, kebutuhan sehari-hari semisal sabun dan lainnya adalah Rp. 400.000, biaya total sekolah satu anak Rp. 300.000, ditambah biaya kredit sepeda motor baru selama 3 tahun dengan angsuran perbulannya Rp. 500.000an. Memang itu terlihat bisa dan mampu…mah…tapi jika tiba-tiba katankanlah si anak sakit, mereka berdua sakit atau ada keperluan mendadak lainnya, belum lagi jika mereka yang sudah mempunyai dua anak atau lebih dan masih dalam kondisi sekolah mau cari uang dari mana mereka untuk menutup kebutuhan bulanan? mau hutang? lha dengan berhutang hanya akan menghasilkan snow ball effect.”

“terus lagi bagi masyarakat yang kurang mampu dalam kondisi ekonomi tapi demi mengamini keinginan anak atau istri atau siapalah yang sudah terlanjur terbius oleh iklan-iklan motor baru tersebut akan berbuat bagaimana?”

“kalo memang masyarakat-masyarakat tersebut kuat iman sih gapapa mah, lha tapi bagi mereka yang tidak bisa menahan godaan setan maka hanya akan menimbulkan tindak kriminal saja seperti curanmor…iya khan?”

“Paham maksud ayah mah?”

“betul juga ya yah…kalau ngomongin efek dari seringnya pabrikan mengeluarkan motor baru tiap beberapa bulan bisa kemana-mana ya yah…apalagi bagi masyarakat Indonesia yang mayoritas bersifat konsumtif maka akan dengan mudah terbius oleh iklan dari masing-masing pabrikan dan tidak menutup kemungkinan bisa-bisa timbul permasalahan seperti yang ayah bilang barusan”,  jawab Reni sambil manggut-manggut tanda paham dengan penjelasan suaminya.

“kalau gitu ayah mandi dulu ya mah…badan rasanya sudah lengket karena keringat”

“tapi soal pijitan tadi masih berlakukan?”

“boleh tapi mandi dulu…mamah ngga mau mijitin kalau ayah masih bau keringat gitu”

“tapi pijit plus-plus lho mahh…” tanya Andri sambil mencium nakal kedua buah dada istrinya yang mengenakan daster tersebut.

“iya-iya yah…” jawab mesra Reni.

Tidak lama kemudian Reni sudah berada didalam kamar dan acara nonton sinetron Cinta Fitri tadi sudah benar-benar dia lupakan mungkin karena dia juga sudah kangen dengan sodokan maut dari suaminya. Memang sejak Andri menjalani shift 2 kali kerja dipabrik dia jarang sekali melakukan hubungan suami istri dikarenakan rasa capek sang suami setelah pulang kerja dan Reni sendiri takut menyinggung perasaan Andri untuk meminta jatah acara diranjang.

Tak lama kemudian akhirnya pasangan suami istri tersebut sudah terbuai oleh indah nikmatnya surga dunia.

Desahan-desahan nakal, rintihan-rintihan kenikmatan mengiringi sunyinya malam itu, mereka berdua saling gumul dengan cengkeraman cinta untuk memuaskan dahaga kasih sayang suami istri yang sudah 3 hari tidak terlampiaskan.

Tapi disaat mereka berdua sedang terhanyut dalam nikmatnya dunia basah tiba-tiba terdengar suara pintu kamar yang memang tidak selalu terkunci tersebut terbuka. “Krekkkkkkkk….” begitu pintu terbuka spontanitas Andri dan Reni yang sedang melakukan posisi Doggy Style kaget minta ampun karena tahu-tahu Nia putri mereka satu-satunya sedang terbangun dari tidur dan berucap dengan polosnya “mamah sama ayah lagi main kuda-kudaan ya ???? main kuda-kudaan koq malam-malam ngga pake baju lagi…Nia ganggu bentar boleh khan ???…tolong anterin Nia pipis ya mah”

GEDUBRAKKKKKKKK !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! :-D