Kawasaki AR-125 mbahnya motor sport di Indonesia

Posted on 12 August 2010

73


Yup…judul diatas benar-benar menggambarkan bahwa sebenarnya motor sport murni berpendingin cair pertama yang dulu masuk ke Indonesia ini adalah Kawasaki AR 125 pada tahun 1984…setelah diperkenalkan kepublik seluruh dunia pada tahun 1982 berselang dua tahun kemudian lewat perusahaan distributor motor Bintang Terang Indonesia didatangkanlah motor tersebut ke negeri ini pada tahun 1984 secara CBU dari Jepang.

Pada masa itu para bikers di Indonesia belum bisa memasukan motor ini kegolongan tipe sport murni dikarenakan belum adanya istilah “motor sport” dan yang ada hanya istilah “motor laki” atau motor yang hanya diperuntukan oleh kaum lelaki saja karena ada tangki yang terletak pada pangkal paha dan harus dijepit oleh pengendaranya jika motor sedang dipacu kencang.

Dengan kapasitas mesin 124cc berpendingin cair alias menggunakan radiator, kompresi rasio 6.5:1, maksimal power 22hp pada 9.500rpm dan torsi maksimum 1,7kg-m pada 8.000rpm, top speed 130 kpj, tangki bbm berkapasitas 11,5lt, suspensi belakang monoshock unitrak dan depan teleskopik, lingkar roda depan 2.75-18″ dan belakang 3.00-18″, menggunakan velg merk Enkei model cast wheel, rem depan sudah menggunakan cakram single piston, rem belakang menggunakan tromol, kenalpot model racing, setang clip on, lampu helogen, bertransmisi 6 percepatan, sudah mengaplikasikan full fairing dan total berat keseluruhan motor ini adalah 107kg….yang artinya kesemua itu memberikan sebuah identitas bahwa motor ini adalah bertipe sport tulen pada saat ini…ingat pada saat ini bukan pada saat itu.

Namun pada waktu itu konsumen Indonesia masih menganggap teknologi yang diusung oleh Kawasaki AR 125 terlalu radikal melebihi teknologi motor-motor yang sedang ngetrend pada masanya semisal Honda GL series, Yamaha RX series dan Suzuki RG series pada akhir tahun 80an maka berimbaslah hal tersebut kejumlah penjualan, hingga mengakibatkan pihak distributor Bintang Terang menyudahi masa edarnya pada tahun 80an akhir……tapiiii setelah sekian lama mati suri akhirnya pada pertengahan tahun 90an dilahirkanlah kembali motor sport murni Kawasaki yang sekarang ini kita kenal dengan nama produk andalannya yakni Ninja 150 series hingga sekarang.

Kembali lagi ke Kawasakai AR 125, pada waktu itu motor ini beredar dinegeri ini dengan dua model yang berbeda yaitu pada bagian bodi ada yang menggunakan half fairing dan full fairing, sedangkan pada sektor roda ada yang menggunakan spoke wheel dan cast wheel, dari perbedaan tersebut yang katanya oleh para bikers maniak produk Kawasaki juga berpengaruh ke speed performa yakni motor dengan versi cast wheel dan half fairing memiliki power lebih besar dibanding yang tidak walaupun itu dengan spesifikasi mesin yang sama.

Dan lagi-lagi menurut cerita para penggila kecepatan AR 125 pada waktu itu, musuh terbesar motor ini dalam lintasan sirkuit adalah Yamaha RX-King, walaupun dengan kubikasi mesin lebih kecil dari King yang kala itu sudah mengusung kubikasi mesin 135cc tapi tidak membuatnya mudah diasapi dilintasan balap. Tapi yang perlu dicermati oleh RX-King akan motor ini adalah durabilitasnya yang bisa diandalkan untuk dipacu lebih lama, dikarenakan sudah menerapkan teknologi pendingin cair atau menggunakan radiator sehingga membuat suhu motor tetap stabil, sedangkan King sendiri masih mengandalkan hembusan angin.

Kawasaki AR-125 versi Half Fairing.

Kawasaki AR-125 versi Full Fairing.

Saat ini Kawasaki AR 125 boleh dikatakan barang langka yang jarang atau malah tidak bisa sampean temui dijalan-jalan, hal ini dikarenakan jumlah edarnya yang tidak terbilang banyak waktu itu dan dukungan spare part yang sangat susah ditemukan membuat para kebanyakan bikers enggan untuk memeliharanya, jikalaupun masih ada bikers yang mempunyai motor ini dengan kondisi masih utuh plus semua kelengkapan asesoris masih orisinil pastilah mereka adalah salah satu penggemar berat motor eksotis dari Kawasaki dan jangan harap sampean bisa meminang motor ini darinya dengan harga murah karena nilai historisnya melebihi dari nilai rupiah yang anda coba tawarkan.

Demikian dari saya,

Salam.