Serial bebek-bebek jago asli import (2)

Posted on 14 August 2010

62


Setelah kemarin saya ngoceh mengenai motor bebek jago dari pabrikan bergambar Sayap Buntung, kini saatnya kembali saya ngoceh lagi tentang motor bebek jago dari pabrikan bergambar Garputala Menyilang.

Setelah beberapa waktu kemarin sebelum berangkat ke pulau Lombok sempat buka-buka koleksi dan membaca salah satu artikel tentang motor bebek hyper sport keluaran Yamaha Malaysia ditabloid Motor Plus terbitan tahun 90′an akhir, yang akhirnya membuat saya terinspirasi untuk menulis motor-motor tersebut diartikel ini.

Yamaha 125z, bener-bener bebek 2 tak superior dimasanya.

Yamaha 125z yang pada tahun 1999′an diboyong oleh importir umum secara utuh masuk ke Indonesia demi memuaskan para Yamaha hooligans penikmat kecepatan yang berkantong tebal dikarenakan waktu itu sedang ngetrend-ngetrendnya dengan ajang balap pasar senggol. Aura hegomoni kemenangan Yamaha F1ZR diajang road race membuat pemasaran motor ini waktu itu tanpa mengalami kendala untuk para penikmatnya.

Walaupun dibanderol dengan harga tinggi plus kondisi ekonomi masih dalam masa krisis seolah tidak menyurutkan minat para pecinta motor dengan kecepatan tinggi untuk meminangnya, sehingga respon konsumen akan produk ini boleh dikatakan hangat-hangat tahi ayam….sebegitu hebatkah motor 125z ini?

Dengan mengusung mesin 2 langkah berpendingin udara, kapasitas 124.3cc, Bore x Stroke adalah 53.8 x 54.7mm, Berkompresi 6.5:1, Maksimum power 17.5ps pada 8000rpm, Maksimum torsi 1.65Kgf-m pada 7500rpm, Kapasitas tangki bahan bakar 5.5lt, Kapasitas oli samping 1.2lt, Dilengkapi dengan 6 percepatan, Stater manual, Kopling basah, Aki basah, Pengapian CDI non limiter, Peredam kejut depan teleskopik sedangkan belakang monocross, Berpenghenti laju disk brake depan belakang, Roda depan berdiameter 17″-70/90 dan belakang 17″-80/90, Dan berat total motor 101kg…membuatnya sanggup digeber secara maksimal dengan kecepatan 150kph….glekkkkk!…sanggupkah motor-motor 150cc batangan sekarang dibetot gasnya sampai kecepatan segitu?. Satu kata untuk motor ini “Ruarrrrr Biasaaaaa!”.

Konon dinegera asalnya Malaysia sana penjualan motor ini juga sangat moncer, hingga pernah pihak pabrikan Yamaha Malaysia disana menerbitkan produk 125z dalam edisi special terbatas livery Yamaha Moto GP yang waktu itu dikendarai oleh Valentino Rossi yang baru pindah dari team HRC dan masih menggunakan tulisan GOOOO!!!!!!!! dimotornya.

Yamaha 125Z, Rossi Edition.

Akhir sebuah cerita klasik yang mengenaskan…sama seperti dinegara Asia lainnya mengenai pembatasan jumlah motor 2tak, dinegara asalnya sana membuat pihak pabrikan Yamaha memutuskan untuk men’discontinue produk ini pada tahun 2008′an dengan alasan sudah tidak mungkin dilakukan pengembangan lagi untuk mesin-mesin 2 langkah kedepannya.

———————————————-

Melihat pasar motor bebek jago hyper sport yang walaupun segmented tapi berpotensi agak cerah waktu itu (kisaran tahun 90′an akhir s/d awal 2000′an), membuat pihak ATPM Yamaha Indonesia (YMKI) secara berani berusaha untuk mendatangkan secara CBU motor bebek sport yang lagi-lagi diambil dari Malaysia dengan model out of the box plus kualitas diatas rata-rata bebek 2 tak yang sudah berkeliaran dinegeri ini. Yamaha Tiara 120 namanya, berbeda dengan sang kakak Yamaha 125z yang masih bertipe bebek tulen, motor ini sebenarnya asli rakitan Thailand dengan model kalau orang bilang Ayam Jago alias menggunakan kaki-kaki depan layaknya motor laki.

Sempat terpikir oleh saya entah kenapa pada waktu itu pihak pabrikan Yamaha di Indonesia dalam mendatangkan produknya memilih mengimport dari negera tetangga sebelah dan tidak dari negara asalnya langsung? apakah ada alasan khusus? ngga tahu deh….mungkin ada om-om yang tahu?

Yamaha Tiara 120, walopun bertampang sporty tapi daya pikatnya masih kalah dibanding 125Z.

Demi memperkenalkan dan menggenjot nilai penjualan produk barunya kemasyarakat maka didatangkanlah brand ambasador Yamaha Tiara 120 yakni pembalap bertalenta Moto GP almarhum Norick Abe ke Indonesia pada tahun 2000, selain memberikan coaching clinic pada racer Indonesia, waktu itu Norick Abe pun juga diberi kesempatan untuk menjajal beradu balap diajang pasar senggol disirkuit Kenjeran Surabaya walaupun hanya cuma beberapa putaran saja.

Motor yang mengusung mesin 2 tak Reed Valve berpendingin udara, Berkapasitas 119.0cc, Bore x Stroke adalah 54.0 x 52.0mm, Berkompresi 6.8:1, Maksimum power 17.0ps pada 7500rpm, Maksimum torsi 1.55Kpm pada 7000rpm, Kapasitas tangki bahan bakar 6.5lt, Kapasitas oli samping 1.3lt, Dilengkapi dengan 6 percepatan, Pengapian CDI non limiter, Stater manual, Kopling basah, Aki basah, Setang clip-on, Peredam kejut depan teleskopik sedangkan belakang monoshock, Berpenghenti laju disk brake depan belakang, Roda menggunakan ban merk Dunlop TT900 depan berdiameter 17″-225 dan belakang 17″-250, Dan berat total motor 100kg…membuat bebek jago ini mampu dipacu dalam 0 s/d 100km hanya dalam waktu 7.5 detik saja….fiuhhhhhh!!!!…kalo saja motor ini belum almarhum bisa dipastikan Satria FU 150 pun akan mampu dilibasnya dengan enteng.

Suksesor Yamaha Tiara 120, Yamaha New Speed MX yang digawangi kemoncerannya oleh Alm. Norick Abe salah seorang pembalap muda potensial kelas para raja asal Jepang.

Dengan banderol yang over price (kalo ngga salah sekitaran 24 jutaan pada tahun 90an akhir) untuk ukuran motor keluaran ATPM lokal ditambah lagi dengan kurangnya dukungan sales, service, spare part akan motor ini dari pihak pabrikan yang waktu itu belumlah sehebat sekarang plus diperparah dengan belum normalnya kondisi ekonomi dalam negeri pasca krisis moneter membuat impian YMKI dalam memasarkan Tiara 120 yang bakalan disinyalir laku keras bak kacang goreng punah sudah, tidak itu saja rencana aturan pemerintah dalam pembatasan jumlah motor 2 tak juga turut menjadi andil dalam mensukseskan gagalnya produk ini diserap konsumen kala itu.

Jadi…

Bagi para om-om sekalian yang sudah mempunyai motor-motor eksotis tersebut diatas dengan kondisi sehat terawat patutlah berbangga hati…apa sebab? mana ada bebek-bebek ataupun motor batangan lokal yang bisa menyaingi kedigjayaan Yamaha 125z dan Tiara 120 waktu itu…betul gak?

Demikian dari saya,

Salam.

*****************************************

Bersambung….