Suzuki RC-100 Sprinter…sang pelopor ayam jago lokal diIndonesia

Posted on 24 August 2010

46


Tahukan para om-om sekalian bahwa pabrikan sepeda motor Suzuki, dulu pada tahun 80’an akhir atau lebih tepatnya tahun 1988 pernah meluncurkan varian bebek versi ayam jago ????

Suzuki RC110 Sprinter SR (Street Racing) versi Thailand, sebagai pembeda bisa dilihat pada pelepas gas buang yang berbentuk sporty dibanding versi lokal dan membengkaknya kapasitas mesin jadi 110cc.

Suzuki RC100 Sprinter adalah bebek jago rasa lokal pertama yang pernah diluncurkan oleh ATPM Suzuki Indonesia (Indomobil Group). Dengan model out of the box pada jamannya (ayam jago = shock depan seperti motor batangan) dan merupakan produk perbaikan dari versi awal generasi RC-100 series. Keberadaan motor ini sejatinya adalah untuk dijadikan penjegal utama produk kompetitornya waktu itu adalah Yamaha Alfa 100 dalam hal penjualan maupun dalam kancah dunia balap diarena road race.

Kesan pertama dari Suzuki Sprinter adalah sporti, mengingat waktu itu belum ada yang namanya spesies ayam jago didalam kancah per*bebekan lokal, maka bisa kita sebut bahwa motor ini adalah pelopor dari motor ayam jago di Indonesia yang setelah beberapa tahun kedepan akan mengalami booming sampai sekarang, sebut saja sebagai contoh adalah Suzuki Satria F-150.


Dengan bermodalkan mesin 2 langkah berkapasitas 99.6cc dengan pendingin udara plus ditunjang oleh Jet Cooled sistem, Reed Valve, Maksimum power adalah 9.5ps pada 6.500rpm, Maksimum torsi adalah 1.15kg.m pada 5.000rpm, Berkarburator Mikuni VM16, Kopling semi otomatis, Menggunakan 4 percepatan, Kapasitas tangki bahan bakar 4.5lt, Kapasitas oli samping 1.2lt, shock depan teleskopik dan belakang mengaplikasikan stereo, berpenghenti laju tromol depan belakang, menggunakan ban depan berdiameter 17″- 225 sedangkan belakang 17″- 250, Dan total berat motor adalah 81kg….mampu melesatkan Sprinter ini pada kecepatan maksimumĀ  110kph…hmmm…lumayanlah untuk ukuran kecepatan motor lokal kapasitas 100cc pada masanya.

Suzuki_Sprinter_1

Suzuki Sprinter versi Thailand yang sama persis dengan produk ayago pertama Indomobil kala itu. Spek dan fitur pun dibuat persis plek dengan buyutnya Satria FU150.

Pada tahun 1992’an produksi Suzuki RC-100 Sprinter dihentikan karena pada nilai jumlah penjualan ternyata kalah telak dibandingkan dengan kompetitornya Yamaha yang kala itu juga baru saja meluncurkan produk varian ayam jago rasa lokal pertamanya yaitu Yamaha Champ. Dilihat dari segi design, penggunaan disk brake pada bagian depan, pemakain knalpot racing, dan perbandingan power membuat Suzuki Sprinter harus bertekuk lutut dengan seterunya Yamaha Champ dalam adu saling rebut memikat hati konsumen roda dua waktu itu.

Demikian dari saya,

Salam.