Full Throttle…adu kebut Honda NSR 250 SP

Posted on 15 October 2010

49


Iseng-iseng mbongkar koleksi film JAV jadoel hasil download, eeee…nemu judul film mandarin yang dulu pernah wara-wiri tayang ditiap chanel tipi swasta negri ini. Full Throtle adalah film produksi Hongkong yang ngambil genre balap jalanan dibalut nuansa drama. Dulu, film ini pertama kali diedarkan dibioskop-bioskop tanah air pada kisaran tahun 95′an. Hmmm…jadi keinget pas nonton film ini dibioskop Fajar Theatre Solo sewaktu masih kelas 1 SMP bersama pacar (cinta monyet) :-D.

Disini sayah ndak akan ngejelasin jalan cerita filmnya, karena story line dari Full Throtlle sangatlah datar dan terlalu khas drama mandarin era 90′an. Jika tidak karena seorang Andy Lau (Liu Tek Hwa) yang ngebawa emosi tersendiri bagi Full Throtle, serta aksi seru balap kuda besi eksotis 2 stroke macam Honda NSR 250 SP, mungkin film ini hanya akan menjadi film kelas 2 layaknya melo drama Hongkong kebanyakan.

Diceritakan seorang jawara balap motor liar hongkong bernama Joe (Andy Lau) yang dianggap raja kecepatan diantara temen-temennya, telah kehilangan harga diri dan keberanian membalap. Bukan tanpa sebab hal itu bisa terjadi. Setelah menerima kekalahan disertai kecelakaan oleh karibnya, David (David Wu), Joe bagekan macan tak bertaring.

Disaat dalam keterpurukan, hanya Annie (Gigi Leung), wanita yang mencintai Joe dan Jimmy (Kar Lok Chin) teman dekatnya, adalah motivator untuk bisa kuat. Pasca kecelakaan yang menimpa, Joe mengambil tekad untuk tidak membalap sesuai keinginan Annie, tapi Jimmy sebage kawan yang menganggap Joe menjadi pengecut, bertekad menuntut balas kekalahannya atas David.

Akankah David mampu mengembalikan harga diri Joe? apakah Joe tetap pada pendiriannya untuk tetep mengamini permintaan wanita yang menyayanginya?

Yo wis tonton sendiri filmnya :-D.

Dalam film ini kita akan disuguhi berbagai aksi balap motor-motor seperempat liter era 2 stroke yang lagi ngetrend waktu dimasanya, macam Honda NSR 250 SP, Yamaha TZR 250, atau Suzuki RGV 250. Yang ngebuat kedua mata saya betah melototin Full Throtle sampai abis adalah aksi gila para stunt rider yang melakoni adegan berbahaya dalam ngebejek gas dijalan kota Hongkong. Yakin yang ngelakuin itu stunt rider bukan efek rekaan CGI (Computer Graphic Imagination)?. Yup, yakin 99% lahhh, adegan adu kebut difilm ini murni skill dan kenekatan dari aksi para stunt ridernya. Sekarang kita ambil logika aja, emang pada masa itu (kisaran awal tahun 90an film ini dibuat) apakah dunia perfilman Hongkong sudah mempunyai ilmu tinggi secanggih industri perfilman Hollywood yang mampu nampilin efek tipuan grafis lewat bantuan komputer? Saya rasa belum dan malah belum terlintas bagi cinemaker disana untuk ngegunain efek tipuan komputer sebagai pemancing naiknya adrenalin dan decak kagum para penonton (leason learned by Jackie Chan movies) :-D.

Sebenarnya di Full Throtle ini ada tiga adegan yang saya anggap memorable sepanjang film. Apa ajah itu? Yang pertama adegan ketika Joe melakoni balapan dengan David hingga si Joe mengalami kecelakaan tragis. Aksi gila dipadu skill stunt rider diekspose disini, mangtab. Yang kedua saat Jimmy membantu memberikan semangat dan motivasi mental agar Joe segera bangkit dari trauma dan sudi membalap lagi. Adegan berboncengan sambil selap-selip ditengah himpitan truk besar, hmmm…lumayan bikin mata melotot. Dan yang terakhir adalah re-match race antara Joe dan David.

Yaaa…duel adu kebut Honda NSR 250 SP seri MC21 edisi Rothmans Replika yang dikendarai Joe dan Honda NSR 250 SP versi 3 Colour Limited Edition yang dikendarai David adalah the best moment dalam keseluruhan film. Keeksotisan performa Honda NSR 250 SP yang mempunyai spesifikasi mesin: 249cc, berpendingin cair, 2 tak, 2 silinder V twin, kompresi 6.1:1, torsi 3.6kg-m pada 8500rpm, pengapian cdi, 6 percepatan, triple disk brake (2 depan – 1 belakang), begitu diumbar.

Last. Full Throtle termasuk recomended movie bagi penyuka aksi sliding, wheelie, stopie, knee down, dan berbagai macam aksi race jalanan. Kesampingkan jalan cerita filmnya, bahkan twist diakhir filmpun tidak membuat saya merasa happy ending. Hiraukan dramatisasi kelas sinetron ala tayangan lokal telepisi kita. Tapi nikmati aksi seru raungan suara khas motor sport 2 tak yang saling beradu kebut, karena hal itu akan menerbangkan hayalan situh untuk kembali kemasa keemasan motor-motor tersebut. Dan yang terakhir, dengan minimnya penggunaan efek komputer membuat aksi serta skill gila para stunt rider begitu menarik untuk ditonton hingga membuat mata sampean menangis-nangis orgasme dibuatnya.

 

Demikian dari saya,

Salam.

Gigi Leaung yang meranin Annie…cakep yoo :-D

Posted in: Resensi Film