Suzuki RGV 250 Gamma…eksotisme yang mulai terlupakan

Posted on 18 January 2011

26


Bagi pecinta motor-motor Suzuki dalam negeri, pasti tahu bahwa pabrikan dengan logo S tersebut memang terkenal dengan motor kencangnya. Hal tersebut tidak jauh berbeda dengan pabrikan prinsipal Jepang sana. Tiap produk yang dikeluarkan oleh Suzuki Jepang pastilah mempunyai daya tarik tersendiri bagi para maniaknya.

Suzuki RGV 250 Gamma, pertama kali dilaunching di Jepang pada tahun 1984. Dengan mengambil konsep dari Moto GP 250cc, RGV 250 Gamma ditranslasikan keproduksi massal untuk bikers pecinta kecepatan dinegeri Sakura. Gayungpun bersaut, motor yang benar-benar eksotis ini mampu mendapat perhatian khusus dari publik dalam negerinya sendiri.

Suzuki RGV 250 Gamma tahun 1985.

Diawal kemunculannya, motor yang mengadopsi teknologi mesin 2 langkah dengan kubikasi 247cc paralel twin silinder, disertai pendinginan cair (radiator), bisa memberikan warna tersendiri didunia motorsport kelas seperempat kubik. Memang diera 80’an, sebelum menerapkan regulasi batas kecepatan, pabrikan-pabrikan motor di Jepang sana, saling berlomba untuk menunjukan teknologi yang berimbas pada maksimum power motor dijalan. Jadi jangan heran, jika motor versi jalan raya bisa menempuh kecepatan kurang lebih 200kph.

Soal kecepatan diangka 200kph, hal ini juga bisa didapatkan oleh Suzuki RGV 250 Gamma dengan mudah. Bagaimana tidak? motor yang hanya mempunyai berat bersih 128kg, serta bore x stroke: 56.0 x 50.6mm, plus kompresi rasio 7.5 : 1, tidak lupa dipersenjatai karburator gembot merk Mikuni ukurun 32, mampu membawa sang rider berakselerasi dari 0 ke 97kph hanya dalam waktu 3.7 detik saja. Tetapi jika ingin menggeber dijalan rayapun, sang bikers tidak perlu kawatir, walaupun dimodali dengan kecepatan tinggi, piranti keselamatanpun tidak lupa dibenamkan dimotor ini. Dibekali dengan shockbreker teleskopik pada bagian haluan serta monoshock pada area belakang, akan menunjang kenyamanan berkendara. Motor yang mempunyai maksimum power 45hp @ 8.500rpm ini, telah dilengkapi dengan rem cakram depan belakang untuk menghentikan roda berdiameter 17″/110-70 bagian depan, dan roda belakang yang berukuran 18″/140-60. Soal akselerasi in out ditukangan patah, sang rider juga tidak perlu kawatir akan chattering yang berlebihan, karena sektor mesin telah ditopang dengan frame serta sasis deltabox dari alumunium alloy yang terkenal akan bobot ringan dan rigiditasnya.

Suzuki RGV 250 Gamma tahun 1988.

Memasuki tahun 1988, RGV 250 Gamma telah mengalami upgrade perbaikan pada model designnya yang cenderung lebih mempunyai garis tegak dibanding sang kakak, serta minor facelift pada area mesin. Adapun ubahan pada sektor mesin tersebut ada dibeberapa bagian, salah satunya, pembengkakan kubikasi menjadi 249cc yang berakibat naiknya maksimum power menjadi 50.4 @ 11.000rpm. Ditahun yang sama, pihak pabrikan juga mengeluarkan varian SP (Sport Production).

Suzuki RGV 250 Gamma tahun 1991.

Pada tahun 1991, pihak pabrikan Suzuki Jepang kembali lagi melakukan perbaikan teknologi mesin serta design model pada RGV 250 Gamma. Perbaikan yang nampak kentara pada motor ini adalaha pada bagian pengkabutan bahan bakar, dimana sekarang sudah mencangkokkan karburator Mikuni berukuran 34mm, serta membengkaknya power mesin menjadi 62 @ 11.000rpm. Sedangkan disektor kaki-kaki juga telah diupgrade, dimana shockbreker upside down dibagian depan telah menjadi andalan dalam menahan goncangan dijalan, serta pemasangan swing arm dengan model banana, juga memberikan kesan sporti pada sang RGV 250 ini. Untuk urusan aerodinamika pada body juga telah mengalami revisi. Dan yang terakhir adalah susunan knalpot, dimana model pendahulu penempatan pelepas gas buang berada pada sisi kanan kiri motor, kini letak knalpot berada disebelah kanan semua. Sudah menjadi kebiasaan, tiap kali mengeluarkan edisi revisi, pasti dikeluarkan pula edisi SP pada varian motor ini.

Suzuki RGV 250 Gamma tahun 1993.

Selang dua tahun kemudian, RGV 250 Gamma dilakukan minor facelift kembali oleh pabrikan. Sudut derajad kemiringin konvigurasi V twin pada mesin dirubah, dari 90 menjadi 70 antar silinder. Hal ini tentu saja berpengaruh pada naiknya torsi dari produk semula yang hanya 3.8kg-m @ 8.000rpm, kini menjadi 4.0kg-m @ 11.000rpm. Perubahan juga ada pada sektor gear box pada gigi 2 dan 5, serta pada power valve. Tidak ketinggalan swing arm juga mengalami revisi, penambahan stabiliser pada bagian tersebut akan berimbas pada kestabilan saat menikung.

Suzuki RGV 250 Gamma tahun 1996.

Dan terakhir, sebelum pihak pabrikan berlogo S tersebut mematikan produk RGV 250 Gamma nya pada tahun 1997. Suzuki telah melakukan facelift yang terahir kali untuk produk ini. Ubahan model design pada sektor bodi adalah hal utama untuk memperbaiki aerodinamika motor. Pengembalian model pamasangan knalpot menjadi kiri kanan juga dilakukan. Serta penambahan beberapa sensor elektronik pada bagian motor tidak lupa dilakukan. Dan yang bikin heboh, maksimum power juga diperbaiki, pada varian SP (Sport Production), maksimum power yang dihasilkan adalaha 67hp @ 11.000rpm, hingga mengakibatkan motor bisa dibejek pada batas kecepatan 215kph….wowwww.

Nah…itulah sedikit celoteh dari saya tentang motor eksotis yang kini telah mulai jarang terlihat mengaspal dijalan raya. Ya…Suzuki RGV 250 Gamma adalah salah satu motor paling eksotis dimuka bumi ini yang pernah dibuat.

Demikian dari saya,

Salam.
—————————————————————-

Diboncengin motor sport memang bikin punggung pegal, makanya si mbak ini memilih beristirahat setelah bercapek-capek dibonjengin Suzuki RGV 250 Gamma :-D