Pembalasan Ratu Pantai Selatan aka Lady Terminator (1988)

Posted on 28 January 2011

23


Bagi para moviegoers pastinya sudah paham betul, bahwa tahun 80’an hingga awal 90’an adalah masa keemasan sinema Indonesia. Yeah…walaupun sebatas B-Movie, tapi setidaknya telah membawa nama bangsa kita kejajaran penghasil film cult terbaik dunia. Tidak sedikit rumah produksi perfilman dalam negeri yang melakukan kerja sama dengan perusahaan asing, atau bahkan bintang film asing (dalam hal ini Hollywood) untuk menjual produk-produknya. Sebutnya saja Frank Zagarino, Cynthia Rothrock, David Bradley, dan Barbara Anne Constable pernah mencoba peruntungan dalam menyajikan film kolaborasi dua negara yang bertemakan eksploitasi sex serta kekerasan.

Menyebut nama Barbara Anne Constable pastilah tidak terlepas dari film yang pernah membuat heboh masyarakat kita ditahun 1988. Film yang dibintangnya bersama aktris panas saat itu, Yurike Prastika, berjudul Pembalasan Ratu Pantai Selatan, benar-benar telah menciptakan cult tersendiri bagi sinema ekploitasi asli Indonesia. Bagaimana tidak, bangsa kita yang katanya sihhhh…sebagai masyarakat beragama, berbudaya dan menjunjung tinggi adat ketimuran. Tiba-tiba disodori sebuah film buatan putera bangsa yang mempertontokan keindahan ‘tetek’ Yurike dan Constable. Sontak saja akibat dari kesemuanya itu membuat tokoh alim ulama serta masyarakat putih bersih melontarkan kecaman keras terhadap film ini.

Pembalasan Ratu Pantai Selatan sempat mendapat cekalan dalam peredarannya dinegeri sendiri, tapi itu bertolak belakang dengan versi U.S (bule). Perlu diketahui, selama masa edarnya, film tersebut dibuat dua versi, yakni versi dalam negeri dan versi U.S untuk komoditi ekspor. Yang membedakan kedua versi tersebut terletak jelas pada penggunaan bahasa, serta kondisi tanpa sensor untuk konsumsi publik barat. Dan perlu diketahui juga, film yang menggunakan judul Lady Terminator untuk peredaran versi U.S ini, benar-benar mendapat tanggapan serta apresiasi yang bagus terutama dari penikmat film grindhouse dibelahan bumi barat. Bahkan sampai saat artikel ini ditulis, dinegeri Belanda, complete box dvd special’nya masih menjadi barang buruan bagi kolektor film ekplotasi bermutu. Hmmm…sangat berbanding terbalik dengan kondisi dinegeri pembuatnya, dimana film ini digolongkan ketipikal sinema sampah, tapi dinegeri orang dipuja layaknya film nominasi Oscar.

Cerita dari Lady Terminator memang absurd dan diluar ranah logika pemikiraan kaum intelektual sampai kapanpun. Adegan pembuka dimulai dengan si Ratu Pantai Selatan yang diperankan Yurike Prastika tengah memadu kasih dengan seorang lelaki bule…hmmm…aneh-aneh saja nich Ratu, masa bangsa mahkluk halus mau-maunya making love dengan manusia, bule lagi…ck..ck..ck. Dengan tiba-tiba niat gokil bule aneh tersebut mencuat, ditengah asiknya bercinta, dia menarik seekor ular dari liang kemaluan sang Ratu, yang entah kenapa ular tersebut tiba-tiba berubah menjadi keris…hmmm…ular mutan kali ya?. Disini saya masih terbengong dengan adegan ini, kenapa bisa ada ular divagina sang Ratu? Nah..mungkin karena menghilangkan nafsu sexnya, sang Ratu marah besar, dengan diiringi gelegar petir yang menyambar tidak karuan, dia bersumpah bahwa akan membunuh semua keturunan si bule gokil tersebut. Mampus tu bule!!

Adeganpun bergulir cepat. Disini kita diajak oleh sutradara Tjut Djalil yang mengkamuflase dirinya dengan nama Jalil Jackson difilm versi U.S’nya, untuk menyoroti keberadaan Tanya (Barbara Anne Constable) yang tengah melakukan penelitan tentang mitos keberadaan Ratu Pantai Selatan…ahhh…dasar cewe bule kurang kerjaan. Disaat melakukan observasi data dilaut selatan, tiba-tiba kapal yang ditumpanginya terhempas badai. Kini ditengah alam bawah sadar, Tanya dibawa masuk menuju kealam gaib, alam antah berantah, dan entah siapa yang membawanya masuk, pokoknya tiba-tiba masuk saja. Ketika tersadar, dirinya sudah berada disebuah ranjang indah. Belum sempat dia berpikir logis tentang keberadaannya, tiba-tiba saja tanpa permisi ada ular masuk kedalam vagina Tanya…aduhhhh…andai saja saya yang menjadi ular gokil tersebut.

Secara tidak langsung, alur cerita tentang ular gokil yang nekad masuk tanpa sebab ke liang kemaluan Tanya, merupakan suatu prosesi, dimana dia akan berubah wujud menjadi seorang titisan Ratu Pantai Selatan. Dimana dia mengemban misi untuk membunuh keturunan dari bule yang mengambil ular mutan milik sang Ratu.

Lagi-lagi cerita bergulir cepat. Tanya kembali kedaratan dengan cara eksotis, dia memburu keturunan dari bule yang diincarnya. Nah…disini lagi saya jadi tambah bengong, bukankah Tanya sudah mempunyai misi khusus untuk membunuh keturunan bule gokil tersebut, mengapa pula dia membunuh para lelaki hidung belang dengan cara yang lagi-lagi eksotis. Caranya gimana tuh koq eksotis melulu dari tadi? caranya, para lelaki calon korban diajak bersetubuh alias making love habis itu baru dibunuh. Mungkin karena capek bercinta dengan tiap calon korban sewaktu membunuh, Tanya memutuskan untuk melakukan pembunuhan terhadap semua lelaki penghalang yang melindungi keturunan bule gokil tersebut dengan berondongan peluru dari senapan otomotis UZI atau M16’nya…wahhh…pokoknya bad ass abis deh.

Setelah capek membunuh laki-laki yang diskenariokan at the wrong place and the wrong time, Tanya mengistirahatkan diri dengan cara bersemedi, tidak pakai baju lagi…wahhh…ck..ck..ck..super sableng nih cewek. Melalui semedinya tersebut, dia mendapat wangsit, bahwa sekarang ini lelaki incaran sudah terdeteksi dan misi pembunuhan kembali dilancarkan. At least…berhasilkan sang Lady Terminator tersebut memburu buruannya? halahhh…tidak usah dijawabpun pasti anda juga sudah tahu jawabannya koq.

Dengan hati yang paling dalam, saya salut terhadap kegilaan film ini. Dari awal sampai akhir kita akan disuguhi adegan seru, seru membuat ‘adik kecil’ berdiri tegak, seru karena kita dibuat menahan nafas ketika sex scene tengah berlangsung….halahhhh, seru melihat adegan tembak-tembakan konyol ditiap adegan yang ada, serta tertawa geli dengan polah akting dan dialog aneh antar pemainnya. Jujur, film ini sangat entertaint sekali, tidak ada unsur tidak menghibur ditiap menit yang bergulir.

Bagi anda yang merasa sudah dewasa dalam berpikir, jika tengah dilanda suntuk, capek dengan beban kerja atau masalah hidup. Luangkan sedikit waktu untuk having fun dengan menyaksikan Pembalasan Ratu Pantai Selatan. Saya tidak menjanjikan tapi menjamin, segala beban berat yang anda tampung diotak akan lumer melalui kedua telinga anda, yang kemudian berubah menjadi cairan berwarna kuning, siap untuk dibersihkan dengan cotton bud.

Demikian dari saya,

Salam.

******************************

Penampakan sang Ratu Pantai Selatan yang dilakoni oleh Yurike Prastika.

Posted in: Resensi Film