Kawasaki KR-1S 250…sang maha eksotis yang telah terlupakan

Posted on 1 February 2011

20


Kemarin sudah membahas motor cub terkencang dari Kawasaki, kalau sekarang masih membahas produk pabrikan yang sama tidak apa-apakan?. Okeiii…lanjut dech. Sudah menjadi hal yang lumrah jika para penyuka motor berkecepatan tinggi dari pabrikan Kawasaki menganggap ZX series alias Ninja menjadi produk terhebat. Kalau tidak percaya, silahkan tanya orang-orang disekitar anda, motor sport apakah yang terkencang saat ini? satu jawaban yang terkumpul adalah Kawasaki Ninja. Memang sudah mengakar kuat brand image akan seri ZX ini dengan hal berbau kecepatan dibenak banyak publik.

Tapi, tahukah anda sebelum seri ZX ini populer diwaktu sekarang. Di era 80’an akhir hingga awal 90’an, pabrikan yang terkenal dengan warna hijaunya ini pernah menelorkan produk super eksotis. Nama produk tersebut adalah KR-1. Varian motor 2 stroke terhebat yang pernah dibuat, bahkan motor sekelas NSR 250 SP, TZR 250 R, ataupun RGV 250 Gamma pun harus mengakui kedigdayaan si KR-1 tersebut. Tapi kenapa ditelinga konsumen awam, motor ini seolah tidak ada gembar-gembor yang berarti sama sekali, bahkan berita akan kehebatan motor yang dijejali mesin 250cc paralel twin silinder, yang mewabah dikelas sport tempo dulu, seakan tenggelam oleh pesona pamor para rival sekelasnya. Ada yang tahu kenapa?

Berbeda dengan produk flagship dari pihak kompetitor yang mengambil konsep replika MotoGP untuk kesempurnaan ciptaannya. Varian KR-1 dari Kawasaki adalah hasil perbaikan dari motor pendahulunya yaitu KR250, yang pernah nge’pop dikalangan bikers Jepang era 70’an sampai dengan 80’an. Selama masa edarnya dari tahun 1988 sampai dengan tahun 1992, produk ini telah mengalami tiga kali evolusi demi kesempurnaan produk yang tercipta.

Kawasaki KR-1 250 tahun 1988.

Pertama kali diperkenalkan kemarket domestik Jepang ditahun 1988, Kawasaki KR-1 langsung mendapat respon positif dari pasar. Tidak lama berselang, pihak pabrikan melakukan ekspan penjualan keberbagai negara di Eropa, Afrika, dan benua Australia. Motor yang terlahir dengan kode B series ini, dibekali oleh teknologi 2 stroke, dengan mengandalkan pendingin mesin cair (radiator), serta mengusung kubikasi 249cc. Dengan mengacu masuk ke kelas 250cc, pihak pabrikan berharap bisa melakukan kontra secara langsung dengan para kompetitor yang terlebih dulu mendaur sukses dengan berbagai produk flagshipnya. Sadar sebagai penantang baru dikelas yang berdarah-darah, Kawasaki KR-1 dipersenjatai dengan spek mumpuni yaitu: maksimum power 55hp @ 10.500rpm, torsi 3.75kg-m @ 8.500rpm, serta kepadatan kompresi tinggi yakni 7.4 : 1. Maka tak ayal, sewaktu dilakukan komparasi test speed dipadang pasir Bonneville Amerika Serikat tahun 1989, oleh majalah motor kenamaan asal Inggris yaitu Performance Bikes Magazine. KR-1 bisa menundukan para pesaingnya (NSR 250, RGV 250 Gamma,TZR 250) dengan mudah. Dari hasil test yang berlangsung, motor ini mampu digeber sampai batas kecepatan 225kph, sehingga dinobatkan sebagai Worlds Fastest Production 250cc oleh pihak penyelenggara.

Tentu saja prestasi yang membanggakan tersebut tidak terlepas dari para insinyur pabrikan yang telah memberikan dedikasinya guna menciptakan design special pada motor ini. Dengan mengadopsi frame sasis model E-box yang terbuat dari allumunium alloy, dimana terkenal akan bobot ringan serta rigiditas tinggi sewaktu motor dipacu cepat, dan juga mengambil design body yang lebih aerodinamis guna memecah terbulance udara. Tidak itu saja, beberapa part pendukung lain yang terdeteksi menempel dimesin juga turut andil dalam memberikan maksimum power ke motor secara keseluruhan, seperti double karburator Keihin diameter 28mm telah tertancap pada KR-1.

Berhubung produk ini termasuk kegolongan road race replika, piranti keselamatan dijalanpun tidak lupa dibenamkan. Penghenti laju kecepatan berupa double disk brake 4 piston pada bagian depan yang menempel pada lingkar roda berukuran 17″/100-70, dan single disk brake 2 piston pada bagian belakang yang menempel pada roda belakang berukuran 18″/130-60. Soal kenyaman berkendarapun juga telah diadopsi pada KR-1 ini, sepasang shocbreker teleskopik bertekenan udara telah tersemat aman dibagian depan, lantas swing arm ber monoshock juga telah tertanam dibagian haluan. Sudah menjadi ciri motor sport, menerapkan 6 percepatan dan manual kick stater adalah kewajiban mutlak yang harus terpenuhi.

Kawasaki KR-1 S 250 tahun 1990.

Memasuki musim semi tahun 1990, Kawasaki KR-1 bermetamorfosa menjadi KR-1S dengan menganut kode mesin C series. Soal urusan mesin, pihak pabrikan tidak banyak melakukan ubahan pada seri ini. ‘Mereka’ masih mempercayai kedigdayaan mesin yang tercipta divarian sebelumnya. Hanya mengandalkan model baju baru dan warna-warna dinamis, motor ini masih tetap mendapatkan minat dihati para penikmatnya.

Tidak berselang lama, masih ditahun yang sama juga. Lagi-lagi pabrikan Kawasaki melakukan minor facelift disektor mesin dan frame. Pencangkokan double karburator ukuran XXL yakni Keihin 35mm. Serta perbaikan gigi rasio yang dirubah kesusunan rapat, dirasa perlu untuk memperbaiki performa saat motor diajak berakselerasi cepat. Sedangkan design frame sasis telah dirancang ulang manganut model Diamond Box dengan tetap mengandalkan bahan dari alluminium alloy yang telah terbukti stabil memangku mesin para pendahulunya. Dengan adanya facelift tersebut, berganti pula nama varian motor ini menjadi KR-1R dengan menganut kode mesin D series. And the last story…motor yang benar-benar sempurna tersebut, pada akhirnya harus tutup journal dalam peredarannya dipasar global tahun 1992.

Kawasaki KR-1 R 250 tahun 1991.

Nah…itulah sedikit celoteh tentang Kawasaki KR-1 series yang walaupun unggul dibanding para pesaingnya, tetapi terlalu mudah terlupakan kedigjayaannya dimata para penggemar motor berkecepatan tinggi.

Demikian dari saya,

Salam.

***************************************************

Ahhh….motor-motor eksotis lagi, kalau si mbak yang satu ini layakkah disebut eksotis?