Sachs Hada 50cc, bagaikan permata tak terurus.

Posted on 26 March 2011

42


Hari minggu kemarin, sewaktu mencari spare part skuter kesayangan yang sekarang hanya tersisa dua unit yakni Vespa Sprint 150 tahun 1971 dan Vespa Super 150 tahun 1974 didaerah Laban, Sukoharjo, dibengkel milik teman yang sudah lama tidak pernah ketemu, eeee…ternyata ada seonggok penampakan yang luar biasa.

Hah!…penampakan? iya benar penampakan, tapi ini bukan penampakan mahkluk halus yang sering berpose diakhir artikel blog saya ataupun penampakan hantu pocong yang sering membuat geger masyarakat kurang beriman :-D. Lha terus penampakan apa itu?. Ternyata dibengkel yang empunya sering dipanggil mas embong oleh sesama rekan scooteris dikawasan Solo, tengah terjogrok sebuah sepeda motor asal Jerman berkubikasi 50cc 2 stroke. Lantas motor apakah itu?

Mungkin sudah banyak yang tahu bagi penggemar otomotif khususnya roda dua diseantero bumi pertiwi, bahwa ATPM sepeda motor Minerva merupakan pemasok barang dagang roda dua berngaran Sachs. Tapi menurut saya pribadi, Sach yang diusung Minerva bukan merupakan Sach asli Jerman melainkan pinjam design yang kemudian disetubuhi oleh mesin motor China :-D. Nah!…kalau Sach yang saya temui dibengkel milik mas Embong kemarin, dilihat dari segi design, embos ukir yang ada dibak kalter bagian kanan, serta stiker yang tertempel dibagian tangki yang walaupun berumur lebih dari 31 tahun tapi tetep terlihat menawan, benar-benar mengindifikasikan bahwa motor ini merupakan produk Jerman tulen. Catet ‘tulen’ bukan wannabe seperti yang sekarang ini terlihat berseliweran dijalan.

Menurut kata pemilik bengkel yang saya temui, motor ini telah teronggok diujung gudang sudah berbulan-bulan lamanya. Lantas adakah niat untuk menjual dengan harga persaudaraan motor yang mempunyai nama panjang Sanch Hada 50cc? kalau iya saya juga mau menerima koq :-D. Tapi setelah kepulan asap rokok kretek keluar dari mulutnya, dengan senyum kecut plus gelengan kepala, saya sudah mengerti isyarat dari pertanyaan konyol tadi.

Yeah…walaupun telah berusia jauh lebih tua dari saya, motor ini tetap dibiarkan jadi sarang laba-laba dan rumah cicak ataupun kecoak dari pada diurus oleh orang lain. Mungkin itulah uniknya pyscomotorcycle, uang bukan penilai akan arti berharganya sebuah motor kesayangan. Biarlah motor tersebut membusuk disudut rumah tercinta dari pada harus jatuh ketangan orang lain.

Demikian dari saya,

Salam.

********************************************

Nah…kalau yang ini memang benar-benar penampakan ‘mahkluk halus’ :-D.