Suzuki Arashi 125, benar-benar seperti badai yang menghempaskan namanya sendiri.

Posted on 15 June 2011

69


Kata banyak orang pemerhati dunia otomotif khususnya roda dua, kehadiran Suzuki Arashi 125 merupakan ‘dosa besar‘ atas diberhentikannya produk New Shogun 110 karena meladeni pabrikan besar berlogo ‘Sayap Buntung’ yang kala itu lagi jor-joran menggenjot produknya Honda Karisma 125 dengan meng’counter lewat Suzuki New Shogun 125. Bukan hasil sukses yang diraih tapi malah ‘memble‘ pasarnya.

Okeiii…kali ini saya tidak akan membahas awal masa suram pabrikan Suzuki Indonesia (Indomobil Group waktu itu), melainkan sebuah produk hasil evolusi genetik dari New Shogun 125 itu sendiri. Yak! menurut saya pribadi Suzuki Arashi adalah hasil dari make over baju New Shogun 125, masih dengan menggendong basis mesin yang sama dan ditujukan untuk memberikan varian pilihan kepada para enthusiast penikmat motor bebek roda dua.

Suzuki Arashi 125 R, varian terakhir sebelum ‘dibunuh’ secara diam-diam oleh Indomobil Group pada masanya.

Mengusung tag line ”My Style” seolah-olah pihak pabrikan ingin memberikan produk dengan ‘gaya’ yang berbeda kepada khalayak banyak, tapi apa lacur? sesuai dengan namanya Arashi (badai) benar-benar ‘memporak porandakan‘ impian pabrikan yang telah mempersiapkan ekspektasi guna mendulang sukses dipenjualan.

Mungkin karena sosok designnya yang dinilai terlalu melampaui masanya, membuat sebagian besar masyarakat awam menganggap aneh motor ini. Padahal jika diamati secara seksama, aura moge Suzuki GSX-R ada pada Arashi. Mulai dari bentuk head lamp serta body tengahnya, benar-benar kental rasa Gixxer bukan?. Tapi ya itu tadi, mindset beli masyarakat Indonesia memang tergolong ‘unik’, jika mendapati produk motor ‘out of the box‘ dan dirasa tidak sesuai dengan selera kebanyakan motor yang ada, dipastikan produk tersebut akan gagal untuk melakukan penetrasi pasar.

Padahal jika ditengok dari saudara mudanya sekalipun, yakni New Shogun R 125, Arashi memiliki tenaga lebih besar. Hal itu didapat dari ukuran karburator yang tertanam di Arashi termasuk gambot untuk ukuran bebek masa kini, Mikuni VM 19 adalah bukti tertulis yang sudah ada, coba bandingkan dengan New Shogun R lagi, di motor itu hanya menempel Mikuni VM 18.

Varian pertama yang pertama kali diperkenalkan dipasar Indonesia. Mengusung konsep berbeda dari yang lain tapi malah tidak dilirik pasar akibat design yang dianggap nyleneh.

Tapi lagi-lagi kembali ke selera pasar itu tadi, model yang tidak bisa diterima publik adalah kendala tersendiri. Maka diusia penjualan yang relatif singkat, yakni dari tahun 2006 hingga 2008, Suzuki Arashi harus tutup usia.

Demikian dari saya,

Salam.

************************************************************

Sebenarnya bagi konsumen ber mindset ‘unik’, motor ini adalah sosok yang memuaskan, sama halnya dengan si mbak yang cantik ini, sosok aduhaiiii adalah suatu bentuk yang sangat memuaskan bagi penggemarnya.. :-D