Sedikit membuka lembar lama, Suzuki Tornado GS 110.

Posted on 21 November 2011

60


Masih seputar penerus kejayaan generasi RC dari pabrikan Suzuki, kini saya akan mencoba mengulas tentang salah satu produk regenerasi Suzuki Crystal yang pernah mempunyai masa kejayaan diera keemasan mesin 2 langkah dulu, siapa lagi kalau bukan Tornado GS 110.

Suzuki Tornado GS 110.

Kisaran tahun 94′an, pabrikan Suzuki Motor Indonesia (Indomobil Group/ Suzuki Indomobil Sales) mengeluarkan produk yang mungkin waktu itu dijadikan rekan tandem kemudian secara bertahap akan dialihkan sebagai regenerator dari produk pendahulunya yakni Crystal 110. Sedikit flash back, pada masanya Suzuki Crystal ini adalah produk ujung tombak pabrikan yang sebelumnya mampu melenggang manis dalam hal penjualan maupun event road race tanah air. Ehemm! kalo ngomongin event road race motor 2 tak jadi keinget ama pembalap andalan asal Solo, Dicky “Jambret” Setiawan, yang dulu pernah berlaga dengan motor andalannya yakni Suzuki Crystal juga.

Tidak hanya didalam negeri, salah satu negera tetangga yang dari dulu sampai sekarang menjadi pusat barometer ranah otomotif roda dua yakni Thailand, negera yang dikenal dengan julukan Gajah Putih tersebut nyatanya juga mengenalkan produk serupa dengan Tornado GS 110 hasil pabrikan Suzuki Indonesia, yakni Royal Crystal 110 ke market domestik disana. Jadi, bisa diambil kesimpulan kalo motor ini merupakan produk global pada masanya karena tidak diperdagangkan di Indonesia saja melainkan dibeberapa negara Asean lainnya, misal Vietnam dan Thailand itu tadi.

Untuk ukuran motor bebek konvensional, Tornado GS mempunyai design yang terbilang not bad lah. Jika kita perhatikan, lekuk tubuh sang motor hampir mirip-mirip dengan RG-Sport yang sama-sama berkubikasi 110 cc tersebut. Bahkan rumor yang beredar pada waktu itu, motor ini sebetulnya merupakan versi murmer dari RG-Sport yang batal didatangkan dari negeri jiran Malaysia. Jadi tidak heran jika tampang Tornado GS 110 agak menyerempet dari RG-Sport, kecuali penampilan peredam kejut buritannya yang masih stereo tersebut.

Di Thailand sana, Suzuki Tornado GS lebih dikenal dengan nama Royal Crystal.

Lantas apakah untuk urusan power yang dimuntahkan serta detail spek mesin ada perbedaan dengan produk sebelumnya, yakni Crystal? jawabnya tidak. Masih sama-sama mengusung 12,5 hp @ 7,500 rpm. Dan juga untuk detil spek lainnya masih sebelas dua belas dengan varian Crystal Tune, Suzuki Swing, ataupun Suzuki Sprint asal Thailand sana.

Dan sebagai penutub, motor yang dulu pernah berjaya dikancah road race tanah air lewat tekukan skill mumpuni Asep Hendro yang sekarang jadi juragan appareal racing AHRS, nyatanya harus rela tergerus evolusi teknologi yang kian saat kian maju. Mesin 2 langkah konvensional memang sudah bukan jamannya untuk dipertahankan dimana era motor 4 tak telah mendominasi disetiap sudut jalan, tapi perlu digaris bawahi, buat Tornado GS 110 yang harus tutub buku pada tahun 2004 tersebut adalah kebanggaan tersendiri bisa menghadirkan opsi pilihan kepada publik enthusiast roda dua yang kian hari kian tak terbendung populasinya hingga detik ini.

Demikian dari saya,

Salam.

********************************

Tornado GS 110, salah satu bebek yang bikin penikmatnya panas dingin untuk segera meminang. Sama dengan mbak Sayaka Ando ini, sama-sama bikin panas dingin kaum batangan untuk terus menjamahnya, atau mungkin dijadikan bahan fantasi?