“Pokoknya Lian harus dibeliin Scoopy…titik!!!”

Posted on 16 July 2010

43


“…dik…bobo yuk????” ajak Rudi kepada Lian sang istri tercintanya. “belum ngantuk…mas” jawab Lian dengan nada bicara agak ketus. Rudipun terdiam karena sebenarnya dia sudah kebelet ingin bercinta dengan sang istri.
Kedua pasangan suami istri ini sebenarnya sedang ada sedikit masalah kecil selama satu minggu ini.


Masalah klasik seorang wanita yang jika tidak dipenuhi keinginannya adalah ngambek secara halus alias bersikap acuh tak acuh terhadap pasangannya.
“dik…sebenarnya kenapa tho?” tanya Rudi secara halus sambil membelai rambut istrinya. “mas masih inget sewaktu kita jalan-jalan ke Departemen Store satu minggu kemarin?” “coba mas ingat-ingat kemarin saya ngapain?”…”melihat-lihat motor baru dari honda” jawab rudi cuek dengan terus menurunkan belaian tangannya dari pundak menuju kebuah dada istrinya. “mas paham maksud saya ngga sih!” sahut Lian cemberut dengan mencoba melempar tangan suaminya dari buah dadanya seraya membalikan badan.
Rudi bingung dengan sikap istrinya yang tiba-tiba saja berubah cemberut tersebut.
Rudi mencoba bertanya tanpa mempermainkan tangan nakalnya lagi keistrinya dia takut kalo suasana menjelang bercinta bisa runyam atau mungkin gagal total “dik…emang mas salah apa tho?”, lalu tiba-tiba Lian bangkit dari ranjang dan berjalan mengambil tas kerjanya yang tergeletak dimeja rias samping ranjang untuk berusaha mengeluarkan secarik kertas.
“hmmm…ngapain Lian nyimpan dan membawa brosur dealer Honda yang dipajang kemarin” Rudi bertanya dalam hati.
“mas…lihat tabel angsuran Scoopynya” pinta Lian ke Rudi. “emang kenapa dik?” jawab Rudi polos.
“mas ini gimana tho? mudeng ngga maksud saya? tahu ngga selama seminggu ini Lian nyuekin mas?” tanya Lian.
Rudi berpikir sejenak…mencoba mengartikan kata-kata istrinya sambil melihat brosur sepeda motor yang sekarang sudah berpindah ketangannya.
“mamah mau motor baru dari Honda ini ya?” “Scoopy ya?” tanya Rudi dengan aksen blo’on penuh panasaran.
“iya….”jawab Lian ketus plus agak senang karena akhirnya sang suami tahu keinginannya selama ini.
“oalahhh…dik-dik…lha mbok ngomong kalo pengin Scoopy” “jangan bikin mas salah paham selama seminggu gini tho..” sahut Rudi.
“terus kesimpulannya gimana…mas?” “pokoknya Lian harus dibeliin Scoopy…titik!”.
Rudi terdiam dia diam seribu bahasa hanya kedua bola matanya saja yang tetap fokus memandang buah dada istrinya yang montok karena sebenarnya isi kepala Rudi hanyalah bagaimana dia bisa menikmati dan merasakan liang surga Lian secepatnya. Tapi dalam hati kecilnya Rudi sebenarnya juga berpikir uang dari mana untuk beli motor baru. Bukankah dirumah sudah ada motor SupraX 125 yang sekarang ini dipakai istrinya tapi kenapa dia minta lagi dengan Scoopy, tanya Rudi dalam hati.
“mas…sekarang khan sudah tahu kalo Lian pingin banget punya Scoopy kaya tetangga sebelah” “kalo Supranya dijual terus uangnya sebagai DP gimana?” “nanti sisa kekurangannya diangsur pake uang kita berdua biar ringan dan cepat selesai angsurannya” “gimana???”. tanya Lian dengan model merayu sambil mendatangi suaminya yang keliatan masih melamun tersebut.
“adik maunya seperti itu?” jawab Rudi. sambil menjemput pinggang istrinya untuk kembali diajak berbaring keranjang.
“ya iyalah” sahut Lian sumringah. “Okelah kalo gitu besok kita jual Supranya, kalo udah laku kita pergi kedealer buat ngambil Scoopy” sergah Rudi dengan lirih sambil sekali lagi tangan-tangan nakal Rudi bermain ditubuh si Lian karena dia sudah tahu kalo hati istrinya sudah luluh setelah diiyakan keinginannya.
“tapi beneran lho…mas…soal Scoopy nya” tanya Lian lagi memastikan sambil menggelinjang kegelian karena tiba-tiba kepala Rudi sudah meringsek masuk kebelahan dadanya.
“kalo ngga awas…ouchhh..ouachh…ahhhhh”
“iya…bener” “janji…dikkkkk…slurpppp” jawab Rudi mendesah dengan mulut monyongnya yang berusaha menciumi tubuh istrinya karena sudah tidak kuat menahan nafsu duniawi.


dan akhirnya……………………………………………………………………………………….

beberapa menit kemudian…..
hanya suara jangkrik dan desahan-desahan nakal yang terdengar dari luar kamar kedua suami istri tersebut.


………………………………………………………………………………………………….
beberapa jam setelah acara tersebut selesai Rudi masih belum bisa tertidur, dia hanya memandang wajah cantik istrinya yang tambah kelihatan cantik waktu tidur.
“dik..dik..cuman gara-gara Scoopy”
Jancuk tenan…!!!!
dasar jaman uwis edan mosok motor mben byar melek moto mesti ono wae sing mbrojol
untung aku wong sing rodho nduwe duit…lha kanggo wong sing ora nduwe opo-opo terus piye cobo…?
opo pabrikan-pabrikan kuwi podo ora nonton karo mikir akibate tho…calon konsumen sing ora mampu khan akeh terus yen digawe stresss pikirane kudu tuku motor nggo nyenengke atine anak, bojo utowo sopo wae sing ditresnani mergo kepincut karo barang anyar sing lagi wae dibrojolke…
lha yo mung gawe penyakit thok tho….

“hmmmmmmmm………”
Rudi terus menggerutu dalam hati karena ulah Lian sang istri tercinta yang sudah terbius dengan produk baru Honda tersebut, tapi mau apa lagi mau ngga mau kudu diamini keinginan sang istri kalo ngga……..ngga dapat jatah tiap malam kali yee😀