Serial bebek-bebek jago asli import (1)

Posted on 13 August 2010

23


Masih inget ngga para om-om sekalian pada awal tahun 2000an kemarin mengenai banyaknya importir umum dan ATPM diIndonesia yang secara latah mendatangkan motor-motor bebek jago secara CBU dari Thailand atau Malaysia dengan model sporti abisss dan performa ciamikkk baik itu bermesin 2stroke ataupun 4stroke???

Jika ngga inget…mulai hari ini akan saya coba buatkan artikel tentang kemunculan motor-motor bebek hyper dari negeri tetangga yang pernah ngaspal dijalanan Indonesia….tapi kalo masih inget ya gapapa ikutan baca biar nambah informasi…iya tho???

Wokeiii…yang pertama saya akan bahas motor-motor dengan cap bergambar Sayap Buntung.

Honda sebagai produsen kendaraan bermotor dengan cap gambar sayap buntung dengan jargon “Rajanya Bebek 4 Tak” seolah-olah berusaha mengesampingkan tagline yang dibanggakannya tersebut karena telah rela terserang penyakit latah untuk memasarkan motor bebek jago dengan performa tinggi walaupun menggunakan mesin dua langkah.

Honda Nova Dash RS 125 adalah motor perbaikan dari pendulunya yaitu Honda Nova Tena 110 yang telah diimpor bulat-bulat dari negeri gajah putih oleh importir umum di Indonesia….dengan model tongkrongan yang sporti abissss plus didukung oleh performa juara membuat para kawula muda berkantong tebal pada waktu itu berbondong-bondong untuk siap membungkus produk tersebut segera dibawa pulang mengaspal. Walaupun konsumsi bahan bakar boros karena bermesin 2tak, dukungan spare part yang agak susah, layanan harga jual yang dipastikan terjun bebas seolah-olah itu bukan merupakan suatu momok bagi mereka yang sudah teradiksi speed freak untuk meminang motor ini. Dan pada waktu itu motor ini dipasarkan dengan 2 versi yaitu standart dan Repsol Edition, untuk versi Repsol Limited Edition konon merupakan varian langka dikarenakan diproduksi secara terbatas hingga saat inipun Nova Dash versi Repsol Limited Edition masih merupakan incaran bagi kolektor motor-motor eksotis yang pernah diluncurkan oleh pihak importir umum disini.

Honda New Nova Dash RS 125, sudah tidak diragukan lagi antara tampang dan performa. Benar-benar idaman para Speed Freaker pada masanya.

Dengan dibekali mesin dua langkah reed valve berpendingin cair, berkapasitas 123.5cc, bore x stroke adalah 55.5 x 52.0mm, berkompresi 7.0:1, transmisi mengaplikasikan 6 percepatan, kopling manual, setang clip-on, berkarburator Keihin PE24, Kapasitas tangki bahan bakar 4.5lt, kapasitas oli samping 1.2lt, shockbreker belakang monoshock dan depan teleskopik, berpenghenti laju disk brake depan dual piston belakang single piston, menggunakan roda berdiameter 17″-70/90 depan dan 17″-80/90 belakang, cast wheel, aki basah, manual stater…Honda Nove Dash RS 125 mampu menghinoptis pengendaranya untuk terus memutar throtle gasnya sampai mentok dengan sampai batas kecepatan 150kph. Kenikmatan melayang membelah terpaan angin telah membuat para speed freaker mania khususnya penikmat produk Honda merasa tentram dan betah untuk terus duduk memacu motornya hingga klimak…..wusssssssssssssssssss!!!!

Setelah pada pertengahan tahun 2000an keluar peraturan pembatasan produk motor 2 langkah oleh pemerintah maka secara pelan tapi pasti membuat pihak importir umum memutuskan untuk men’discontinue pemasaran Honda Nova Dash RS 125 dengan alasan sudah tidak ada keuntungan lagi kedepan dalam penjualan produk sepeda motor mesin 2tak.

Tetapi tidak lama kemudian demi memuaskan hasrat konsumen sepeda motor penggila kecepatan di Indonesia maka beberapa importir umum kembali memutuskan mengimpor varian Honda Nova secara CBU dari Thailand dengan mengusung mesin lebih ramah lingkungan yaitu 4 langkah berjudul Honda Nova Sonic RS 125 dengan jumlah terbatas karena sedang melakukan penjajakan pasar plus ditambah nilai harga beli diatas rata-rata motor bebek 4 tak buatan lokal pada umumnya.

Honda Nova Sonic RS 125 – Respsol Edition. Harga hampir tidak tersentuh konsumen entry level, tapi soal performa dan pesona memang tiada duanya.

Walaupun dengan embel-embel harga beli mahal, perawatan plus suku cadang susah, tidaklah menyurutkan keingingan konsumen untuk memiliki motor ini. Masih seperti pendahulunya Nova Sonic disini juga dirilis dengan dua versi yaitu standart dan RS Super Repsol Edition, yang membedakan varian RS Super dengan standart adalah pada bagian starter plus cast wheelnya…lagi-lagi kejadian terdahulu terulang yakni motor edisi kasta lebih tinggi walaupun dibandrol dengan harga lebih mahal dari versi standarnya malah mengalami lonjakan penjualan, hingga saat inipun motor tersebut menjadi incaran bagi kolektor motor eksotis diIndonesia dan akan menjadi kebanggaan tersendiri jika sampean salah satu yang memiliki Nova Sonic dengan versi RS Super Repsol Edition.

Dipersenjatai dengan mesin 4 langkah berpendingin cair, berkapasitas 124.7cc, SOHC, 2 valve, Bore x Stroke adalah 58 x 47.2mm, berkompresi 11:1, transmisi mengaplikasikan 5 percepatan, kopling manual, setang clip-on, Kapasitas tangki bahan bakar 4.2lt, shockbreker belakang monoshock dan depan teleskopik, berpenghenti laju disk brake depan dual piston belakang single piston, menggunakan roda berdiameter 17″-60/100 depan dan 17″-80/90 belakang, cast wheel, aki kering, dilengkapi elektrik stater, plus berat total motor 102.0kg…membuat motor ini mampu digeber dengan kecepatan maksimal sampai dengan 130 kph.

Honda Sonic. Siapa sangka kedepannya bakal jadi basis mesin dari Honda CS1.

Sesuai dengan data dimemori otak saya….itulah kedua motor bebek jago yang dulu sempet didatangkan langsung dari Thailand ke Indonesia oleh beberapa importir umum secara utuh dengan jumlah terbatas yaitu Honda Nova Dash RS 125 dan Honda Nova Sonic RS 125.
Sebenarnya varian Honda Nova series dinegeri asalnya Gajah Putih memiliki 3 seri, yang pertama keluar adalah Honda Nova Tena 110 bermesin 2 langkah pada pertengahan tahun 90an, berhubung pada waktu itu sekitar tahun 90an akhir Indonesia sedang dihantam badai krisis ekonomi global maka pihak importir tidak berani berani mendatangkannya kesini…ooo…iya seingat saya…waktu itu belum dikenal istilah importir umum sehingga menambah nilai varian tertua dari Honda Nova ini tidak begitu terkenal layaknya sang kedua adik.

Honda Nova Tena 110, underdog yang sanggup mengobrak-abrik dominasi Suzuki maupun Yamaha diajang Road Race kisaran tahun 98’an lampau.

Tapi kalau tidak salah pada ajang road race tanah air kisaran tahun 1998’an motor ini (Honda Nova Tena 110) yang dijoki Rafid Poppi pernah merusak dominasi pabrikan Suzuki dengan racer andalan paling ngetop saat itu “Si Kuncung” alias Hendriansyah (Suzuki RG Sport) dan pabrikan Yamaha dengan racer andalan “Si Ompong” alias Ahmad Jayadi (Yamaha Force1 ZR).

Demikian dari saya,

Salam.

Bersambung………

Sumber gambar diambil dari sini, sini, sini, sini dan sini.