Serial bebek-bebek jago asli import (3)

Posted on 16 August 2010

48


Mendengar sebuah brand motor Cagiva pastilah para om-om sekalian berasumsi…motor sport batangan asli Itali nihhh…tapi kalau Cagiva bebek gimana???? hmmm…bentar dulu dehhh tak mikir disik…emang ada yakkk???? Tentu saja ada…begini ceritanya…

Pada pertengahan tahun 90an sampai dengan pertengahan 2000an negara dengan sebutan Gajah Putih alias Thailand lagi booming-boomingnya peredaran motor bebek dengan karakter high sport technology…entah itu Honda, Yamaha, Suzuki dan Kawasaki sekalipun pada berlomba-lomba menciptakan produk motor super kencang dengan mengaplikasikan mesin 2 langkah atau 4 langkah kebanggaan masing-masing pabrikan.

Melihat ceruk pasar motor hyper underbone sangat meyakinkan waktu itu di Thailand….membuat pabrikan Cagiva dari Italia ikut tertarik untuk melakukan riset dan pengembangan motor sport dengan karakter bebek disana.

Gayungpun bersambut…hasil buah riset pabrikan Cagiva ternyata mendapat respon positif dikalangan masyarakat pecinta kecepatan dengan produknya yaitu Cagiva Stella 115 dan Cagiva Stella 125.

Kisaran tahun 2002, melihat boomingnya trend motor ayam jago dinegeri Gajah Putih yang juga sampai ke Indonesia waktu itu, menarik minat importir umum disini untuk mencoba memasukan serta memasarkan langsung produk Cagiva Stella kenegeri ini secara terbatas…dan harapannya tentu adalah mendapat market yang lumayan walaupun itu masih segmented.

Lalu melalui proses prosedur yang berlaku didatangkahlah Cagiva Stella series tersebut kesini secara bulat-bulat, dan akhirnya apa yang terjadi ???…ternyata motor-motor tersebut hanya mendapat respon biasa-biasa saja oleh konsumen. Apakah ada yang salah dengan produk ini??? Tentu tidak…Apakah harganya over price dibanding bebek CBU asli atau CBU lokal kompetitor ??? Ngga juga…lha wong sama-sama tahun 2002 aja Yamaha Tiara 120 dijual dengan bandrol 24jutaan sedangkan Stella 125 juga sama dibandrol 24jutaan…Lantas kenapa penjualannya lesu beda dengan motor bebek CBU pabrikan atau CBU utuh seperti yang lain???…Mungkin hal ini dipengaruhi oleh mindset konsumen berkantong super tebal pecinta motor ayam jago sudah terpatri pada produk Honda yang kala itu sudah duluan melenggang dengan Nova Dash’nya, ditambah dari YMKI sendiri juga sudah menggelontorkan ajag importnya Yamaha Tiara 120, sedangkan untuk konsumen berkantong ‘sedikit’ tebal sudah terlanjur digiring oleh ATPM Suzuki Indonesia dengan dipasarkannya bebek jago import andalan mereka yakni Suzuki RK-Cool 110 dengan banderol harga dibawah produk dari pesaingnya (sekitar hampir 18jutaan pada tahun 2002), ditambah lagi dukungan kuat 3S pabrikan Suzuki yang waktu itu juga sedang dalam masa kejayaan dengan motor lokal andalan mereka New Shogun 110.

Andai para penikmat motor hyper underbone tahu apa isi jeron yang disuguhkan Cagiva Stella 125 sebagai produk flagship dari para pihak importir…pastilah mereka berdecak kagum dan tertarik untuk meminangnya. Coba bayangkan untuk motor ukuran waktu itu Cagiva Stella 125 dipersenjatai dengan mesin 2 langkah berpendingin cair (radiator), Berkapasitas 123.54cc, Reed Valve, Silender x Stroke adalah 55.0mm x 52.0mm, Berkompresi 8.2:1, Karburator Mikuni  Dell Orto VM 28, Maksimum torsi 1.66 kpm pada 10.000rpm, Horse power 23.8ps pada 10.300rpm, Menggunakan 6 percepatan, Kopling basah, Aki basah, Manual stater, Berpenghenti laju disk brake depan belakang double piston, Kapasitas tangki bahan bakar 5.6lt, Kapasitas oli samping 1.25lt, Lingkar roda depan 17″-70/90 sedangkan belakang 17″-80/90, Total berat motor keseluruhan 110kg, Setang clip-on, Dan yang terakhir bebek ini dilengkapi dengan teknologi CTS (Cagiva Torque System)….apaan tuhh CTS??? merupakan perangkat elektronik hasil pengembangan para insinyur Cagiva di Thailand yang berfungsi sebagai pengatur besar kecilnya lubang buang secara elektronis pada motor ini…lha terus keistimewaannya apa??? Dengan teknologi ini sisa pembakaran akan diatur oleh suatu katup, katup tersebut akan membuka secara elektronis jika motor digeber pada putaran mesin diatas 6.500rpm sehingga pada putaran tersebut otomatis motor akan langsung berakselerasi secara liar membawa pengendarannya hingga melesat ke kecepatan 150kph, dan konon kabarnya tenaga segitupun masih belum habis….it’s fantastis very fast bukan untuk ukuran sebuah bebek standar?

Tapi sayang seribu sayang dikarenakan hasil penjualan yang tidak menggembirakan maka akhirnya motor ini harus dimatikan pemasarannya dalam umur relatif muda. Dari kabar yang beredar, motor ini hanya mampu bertahan pada tahun kedua saja sejak diluncurkan oleh pihak importir…hingga sampai sekarang Cagiva Stella adalah salah satu legenda motor bebek eksotis yang pernah mengaspal dijalanan Indonesia.

Demikian dari saya,

Salam.