Serial bebek-bebek jago asli import (4)

Posted on 19 August 2010

44


Suzuki pada awal tahun 2000 silam adalah sebuah nama brand sepeda motor terkenal yang sering memunculkan jenis bebek sport CBU kejalanan Indonesia, baik itu oleh importir umum ataupun ATPM lokal. Mulai dari produk 2 tak sampai 4 tak pernah mengaspal dinegara ini. Sebut saja RK-Cool 110, Satria 120 LSCM, Raider 125, Raider 150 hingga Satria FU 150.
Semua tergolong sukses dipasaran pada waktu itu sampai sekarang, sampai akhirnya produk Satria FU 150 pun sudah berganti versi dari CBU utuh menjadi rakitan lokal demi untuk memenuhi permintaan konsumen yang banyak haus akan produk motor bebek hyper sport yang terbilang jarang dijajaran produk-produk motor ATPM lokal.

Suzuki RK-Cool 110 didatangkan secara langsung oleh pabrikan Suzuki Indonesia (Indomobil Group) dari negeri Gajah Putih pada rentan tahun 2002 sampai dengan 2004 akhir. Motor ini sejatinya untuk menggadang-gadang produk bebek YMKI yaitu Yamaha F1ZR 110 baik dari segi penjualan maupun diajang road race.

Mendapat respon bagus dari sisi penjualan walaupun pada waktu itu dibanderol dengan harga kurang wajar untuk sebuah bebek lokal berkapasitas 110cc yaitu kisaran hampir 18 juta rupiah. Apa saja sih yang sebenarnya menjadi daya tarik konsumen akan motor ini ????
Yang jelas model, tampilan dan tenaganya beda dari pada produk kompetitor waktu itu (F1ZR) walaupun sama-sama menganut mesin 2 langkah berpendingin udara, berkubikasi 110cc, tapi kelebihan yang tidak dimiliki lawan adalah mesin tegak, menganut model ayam jago, shockbreker belakang monoshock, berpenghenti laju disk brake depan belakang. Selain itu spesifikasi lainnya adalah berkaburator Mikuni VM 17, bore x stroke adalah 52.5 x 50.5mm, kopling basah, aki basah kering, manual stater, setang clip on, kapasitas tangki bahan bakar 5lt, kapasitas oli samping 1.2lt, bertransmisi 5 percepatan, menggunakan lingkar roda 17″-2.25 depan, 17″-250 belakang, castwheel dan berat total motor 94.5kg….dan yang pasti dengan kondisi standar pabrik mampu digeber sampai dengan 120kph…hmmm…lumayanlah power yang dihasilkan untuk ukuran motor dibawah 125cc bermesin 2 langkah waktu itu.
Konon motor ini didatangkan dalam 3 varian model yaitu: RK110Z, RK110S-Z, dan RK110SC-Z.

Untuk lebih jelasnya mengenai seluk beluk, plus minus, dan lain-lain dari motor ini, para om-om sekalian bisa langsung menyambangi warung om Adicuzzy disini untuk berkonsultasi, sharing opini atau menambah ilmu tentang Suzuki RK-Cool 110.😀


—————————————————————————————-

Masih ditahun yang sama, selang 4 bulan setelah keberhasilan penjulan RK-Cool 110 dipasaran oleh ATPM lokal, maka hal tersebut menarik perhatian pihak importir umum untuk mendatangkan produk Suzuki yang hampir serupa dengan RK-Cool 110 tapi sudah bermesin 4 langkah yaitu Suzuki Raider 125 dari negeri Thailand.

Adapun model dan bentuk dari motor ini bak pinang dibelah dua…benar-benar hampir sama…catet hampir sama tidak sama persis…tapi yang membedakan produk ini dengan sang kakak adalah disektor teknologi yang diusungnya.

Mesin sudah menggunakan teknologi 4 langkah DOHC 4 katub berkapasitas 125cc berpendingin udara plus ditambah oil cooler, berkompresi 10.2:1, berkaburator Mikuni BS 26, bertransmisi 5 percepatan, setang clip on, koping basah, aki basah kering, manual stater, berpenghenti laju disk brake depan belakang, berat total motor 105kg, kapasitas tangki bahan bakar 4.5lt, menggunakan roda diameter 17″-70/90 depan, 17″-80/90 belakang, castwheel…dan bebek jago ini mampu dibejek gasnya hingga 125 kph dalam kondisi mesin standar pabrikan.

Dimata konsumen penikmat kecepatan, motor ini mendapat apresiasi lumayan dipasaran.

Walaupun pada tahun 2004an produk ini sudah tidak diproduksi dinegara asalnya Thailand, tetapi minat konsumen dalam negeri akan Suzuki Raider 125 cukup bagus maka pada tahun itu juga, oleh importir umum didatangkanlah secara bulat-bulat adik kandung dari Suzuki Raider 125 yaitu Suzuki Raider 150 dengan harga dipatok pada kisaran 26juta rupiah fresh from dealer. Produk ini merupakan perbaikan dan peningkatan kapasitas mesin lebih besar dari pada sang kakak.

Menyandang mesin 4 langkah kapasitas mesin 147.3cc perpendingin udara plus oil cooler, DOHC 4 klep, bore x stroke adalah 62.0×48.8mm, berkompresi 10.2:1, horsepower 65 16.5hp pada 9.500rpm, maksimum torsi 12.76 nm pada 8.500rpm, berkarburator Mikuni BS 26, kopling basah, aki basah, manual stater, kapasitas tangki bahan bakar 4.9lt, berpenghenti laju disk brake depan belakang, setang clip-on, monoshock, menggunakan lingkar roda 17″-70/90 depan, 17″80/90 belakang, dan berat total motor ini adalah 95kg…sedangkan untuk kecepatan maksimum motor ini sanggup dipacu sampai 135kph.


————————————————————————————

Melihat ceruk pasar yang lagi-lagi terlalu segmented tapi berpeluang untuk menghasilkan pundi-pundi keuntungan dalam hal penjualan motor bebek hyper sport berteknologi 4 langkah, maka hal tersebut menarik minat ATPM lokal Suzuki Indonesia (Indomobil Group) untuk mendatangkan produk sekelas dengan Suzuki Raider 150 yaitu Suzuki Satria FU 150 pada tahun 2004 secara CBU dari Thailand dengan melakukan beberapa minor change (reduksi komponen) agar bisa menyesuaikan dengan kondisi bahan bakar dan harga jual dipasar Indonesia.

Secara spesifikasi antara kedua motor tersebut bisa dibilang hampir sama secara keseluruhan, tapi ada beberapa yang menjadi pembeda dari Raider 150 dengan Satria FU 150 yaitu pada material komponen, dimana part daleman pada Raider 150 lebih tahan banting pada kompresi tinggi dikarenakan dinegara asalnya Thailand, motor ini harus wajib menggunakan bahan bakar beroktan tinggi minimal setara pertamax disini…sedangkan Satria FU 150, seperti yang sudah saya singgung diatas, telah mengalami reduksi part untuk gebukan kompresi yang sudah disesuaikan dengan kadar bahan bakar dinegera kita.

Secara tampilan, pembeda antara Raider 150 dengan Satria FU 150 adalah pada bagian lampu depan belakang, lampu sein, shroud pelindung blok silider pada mesin dan dasbord konsole pada speedometer.
Bicara soal performa, Satria FU 150 harus mengakui saudara tuanya yang hanya mampu digeber secara maksimal pada kecepatan 130kph beda 5kph dengan Raider 150.


————————————————————————————-

Berhubung waktu itu sudah diberlakukannya pembatasan produk motor 2 langkah, maka mau tidak mau pabrikan Suzuki Indonesia harus men’discontinoue penjualan motor RK-Cool 110’nya yang lagi-lagi sudah seperti yang saya sebutkan diartikel terdahulu mengenai tewasnya populasi bebek sport 2 langkah dikarenakan sudah tidak ada lagi kesempatan dan keuntungan dalam melakukan pengembangan mesin motor 2 langkah.

Disaat mulai diberlakukannya pembatasan motor 2 langkah dan masih dalam masa alih transisi teknologi dari mesin 2 langkah ke 4 langkah, ternyata Suzuki Indonesia juga sedikit masih memberikan secercah pemuas dahaga akan konsumen pecinta motor bebek underbone murni bermesin 2tak berperforma tinggi yang pada waktu itu sudah mulai jarang populasinya dijalanan negeri ini.

Pada rentang tahun 2004 sampai dengan 2005 didatangkanlah secara utuh motor hasil regenerasi dari Suzuki Satria 120 RU bermesin 2tak, yaitu Suzuki 120 LSCM atau banyak orang menyebutnya dengan “Satria Hiu” dari negera yang ngaku-ngakunya serumpun kita Malaysia.

* by d’ way Malaysia masih dianggap negara serumpun gak ya??? melihat perbuatannya kepada negeri pertiwi kita.

Motor ini menggotong mesin tegak 120cc berpendingin udara, reed valve, bore x stroke adalah 56x49mm, berkompresi 7.0:1, menggunakan karburator Mikuni VM 20, maksimum power 15.5ps pada 8.000rpm, maksimum torsi 1.50kgmf pada 7.000rpm, bertransmisi 6 percepatan, kopling basah, aki basah, shockbreker belakang monoshock, berpenghenti laju disk brake depan belakang, menggunakan roda berdiameter 17″-250 depan, 17″-275 belakang, dan total berat motor 101kg…membuatnya sanggup dipacu sampai batas kecepatan 140kph dalam kondisi standar pabrik…dan itupun masih ada beberapa konsumen yang mengklaim kecepatannya bisa lebih dari 140kph…GLEKKKKK!!!!!


—————————————————————————————-

Setelah Suzuki Rk-Cool 110 mati dari pasaran pada tahun 2004, dimasukkanlah produk bebek Satria FU 150 tadi sebagai pewaris tongkat estafet penjualan motor bebek jago andalan Suzuki. Pertama kali diperkenalkan kepada publik sewaktu ada gelaran event Jakarta Motorcycle Show pada tahun 2004 dengan banderol harga 16jutaan pada saat itu.

Kali ini respon pasar akan motor ini sangat luar biasa hingga sekarang. Sampai pada tahun 2007 keatas akhirnya pihak pabrikan Suzuki Indonesia memutuskan untuk meng’CKD produk Suzuki Satria F150 guna menghemat cost demi menekan harga jual kekonsumen, dan menjadikannya motor ini sebagai produk Flagship dari pabrikan berlogo huruf S (S atau Z ya???) tersebut.

Demikian dari saya,

Salam.

Bersambung…