Solex S4800…dulu pernah juga mengaspal di Indonesia

Posted on 2 September 2010

30


Kemarin siang, sewaktu jam istirahat, saya menyempatkan diri untuk ijin keluar kantor sebentar guna membeli oli samping buat Nyah Sexy (Vespa P100TS) di sebuah toko oli dekat kantor. Saya memang belum pernah beli oli ditoko ini sama sekali, tapi begitu masuk kedalam, tiba-tiba pandangan saya tertuju pada sebuah sepeda motor antik yang teronggok tak terawat disalah satu sudut toko ini. Tak lama kemudian, saya langsung abadikan saja keberadaan motor ini yang mungkin sudah hampir punah dijalanan Indonesia.


Solex S4800…itulah tipe sepeda motor yang teronggok sengsara, menurut karyawan yang jual oli ditoko tersebut, motor ini dulunya milik kakek dari sang juragan toko, tapi setelah si kakek meninggal, motor tersebut lantas tak terawat hingga sekarang….dan katanya sipenjaga tadi, selepas ditinggal mangkat oleh sang empu, sepeda motor tersebut juga soalah ikut mangkat dikarenakan walaupun sudah diisi bensin, mesin sudah diperbaiki semua dalamannya, tetap saja tidak bisa distater untuk dihidupkan mesinnya. Hmmm aneh…..😦


Setelah kembali kekantor, mumpung kerjaan lagi tidak banyak, saya iseng-iseng browsing mengenai Solex S4800 tersebut. Dan dari hasil goggling tersebut mengarah ke salah satu Web yang memproduksi sepeda motor ini.
Solex S4800 adalah sepeda motor buatan Prancis, terbitan tahun 1970…entah bagaimana produk ini bisa masuk ke Indonesia pada waktu. Dengan menyandang mesin 50cc 2 tak, Bore x Stroke 39.52 x 40mm, Berkompresi 8.2 :1, Transmisi ototmatis, Kapasitas tangki BBM 1.3Lt, Pengapian sudah CDI dan berat total motor 68kg…mampu membuatnya berjalan dengan kecepatan maksimum 20 mph dan konsumsi bahan bakar 60 mile per liter. Lumayanlah untuk JJS (Jalan Jalan Sore) dipinggiran kota😀


Menurut sang penjaga toko oli lagi, untuk menjalankan sepeda motor Solex ini, setelah mesin dihidupkan, tinggal menarik tuas kenop pengait mesin untuk diturunkan keposisi drive. Jadi motor ini berpenggerak roda depan, dengan prinsip kerja ada semacam roller penggesek yang terhubung keroda depan untuk memutarnya sehingga motor bisa berjalan. Dan kelemahan dari sistem penggerak seperti ini adalah cepat ausnya alur permukaan ban depan yang dipaksa untuk menjadi penerus gerak dari mesin ke roda. Tapi selebihnya sepeda motor cukup nyaman jika dikendarai secara santai dengan tipikal alon rider..he..he..he😀


Demikian dari saya,

Salam.