Sales oh sales (1)

Posted on 20 October 2010

31


Kemarin minggu seperti biasa, untuk melepas penat setelah seminggu memeras otak demi beberapa lembar rupiah dan mencari keringat karena hari masih begitu pagi, saya bersama istri dan anak meluncur ke Stadion Manahan Solo untuk mengunjungi Sunday Market yang digelar tiap hari minggu dari pukul 06.00 pagi sampai dengan tengah hari. Yeahhh…seperti biasa, karena sebelum berangkat ngga prepare urusan perut, maka target tujuan pertama kesana adalah olah raga mulut, satu porsi Nasi Liwet beserta segelas air mineral saya rasa cukup untuk mengawali bukaan tenaga guna beraktifitas di hari minggu.
Merasa perut sudah cukup terisi, maka kami langsung melanjutkan acara untuk cuci mata siapa tahu ada penampakan halus yang terekam oleh kedua mata saya tanpa sepengetahuan Nyi Nugros😀 (maklum sifat dasar kaum lelaki ditempat umum ya seperti itu..he..he..he).
Ditengah kedua radar mencari penampakan halus tengah bekerja, koq tiba-tiba ada sesuatu yang terdeteksi, apakah itu???…tak lain dan tak bukan adalah beberapa gerombol orang tengah melihat dan memperhatikan unit display sepeda motor Yamaha Byson 150 dari suatu dealer dikota Solo yang tengah mengadakan pameran disitu. Karena merasa penasaran juga, akhirnya saya minta ijin sama istri untuk melihat-lihat dulu sebentar si Byson tersebut, dan akhirnya keinginan tersebut diamini oleh Nyi Nugros. Nahhhh…disinilah awal mula kejadian yang saya rasa cukup menggelitik terjadi diarea mini pameran.


“Mas, ini produk baru dari Yamah lho, namanya Byson, keren khan?”, tutur salah seorang Sales pria sambil mendekati saya.
“Sudah tahu koq mas”, begitu jawab saya sambil clingak clinguk memperhatikan detail Byson.
“Murah lho mas cuman 19.93 juta, sudah bisa diinden mulai sekarang”
“Kalau inden motor ini berapa lama mas?”, tanya saya ke si’mas Sales tersebut.
“Belinya cash atau kredit mas..?”, dengan posisi sigap dia berubah serius kesaya, siapa tahu ini potesial konsumen, kata si Sales dalam hati.
“Kalau cash berapa dan kalau kredit berapa?”, pertanyaan iseng khas konsumen langsung terlontar dari mulut saya.
“Kalau saya saranin nihh mas, mending beli kredit aja…nanti paling 1 minggu motor sudah dianter, tapi kalau mau cash kurang lebih 1 bulanan, gimana mas…?”, urai si’mas Sales.
“Lho koq bisa gitu mas? Lha kalau saya punya duit lebih masa diminta kredit juga?”, tanya saya sok kelebihan uang😀.
“Ya memang seperti itu mas biasanya, soale ini kan motor baru”, begitu jawab si’mas Sales.
Wah…gimana nih si Sales, koq memberikan penjelasan ngga gamblang gitu, umpat saya dalam hati.
“Terus spek dan keunggulan si Byson ini apa mas?”, pertanyaan standar dan pengalih dari bujukan maut si’mas Sales keluar lagi dari mulut saya.
Tapi sebelum si’mas Sales menjawab, saya mempunyai firasat ngga enak nihhh, lho emang kenapa???…terlihat sebelum menjawan si’mas ini garuk-garuk kepala lalu tanya sama temannya yang sama-sama Sales perihal pertanyaan saya tadi.
“Emmm…gini mas, soal spek ini motor 150cc, sudah irit, bisa lari kenceng, tampilannya gagah lahhh mas”, si’mas Sales kembali kesaya dan mencoba menjawab pertanyaan.
“Kalau sama V-ixion iritan mana mas? khan V-ixion sudah injeksi dengan pendingin mesin cair, jadi lebih oke dari si Byson lho?”, pertanyaan pancingan kepada si’mas Sales untuk mencoba kepandaian dia soal ilmu mesin produk barunya yang sedang didisplay tersebut.
“Ya jelas irit ini lahhh mas, ini kan motor baru, wis pokok e injeksi atau pendingin apa di V-ixion atau motor kompetitor kalah sama Byson dehh”.
“Terus lagi ni mas, soal lari lebih kencang ini lho dibanding dengan Kawasaki Ninja, temanku yang itu tuh sudah pernah nyoba”, jawab dia sambil menunjuk temannya yang tadi dihampiri sebelum menjawab pertanyaan saya.
GEDUBRAKKKKKK…!!!!!!…rasanya saya ingin orgasme berkali-kali mengeluarkan segala ketololan diujung otak setelah mendengar uraian hebat dari si’mas Sales ini, masak Byson 150 dilawanin Kawasaki Ninja😀. Apakah si’mas Sales ini sudah terbagun dari tidurnya belum sihhh?.
Sebelum bertanya lagi saya manggut-manggut aja, sambil menahan orgasme, takut ketahuan kalo sedang menertawakan penjelasan si’mas Sales :-D….khan ga enak tho, sudah dijelasin koq malah diketawain, emangnya dia badut Ancol apa…
“Ooo…gitu ya mas, selain itu apa lagi keunggulan Byson ini mas?”, pertanyaan pancingan seri dua keluar lagi, siapa tahu penjelasan lebih heboh akan keluar dari si’mas Sales ini.
“Ada lagi mas, selain kenceng, motor ini bodynya lebih apikkkk dibanding produk baru dari Honda si New Megapro, coba lihat bentuk tangkinya mas, lebih besar dan bulat tho, bannya juga gede lho, apa lagi kenalpotnya itu, wisss jan bikin orang pengin punya.”, urai si’mas Sales.
“Soal tangki ni mas, bukannya itu besar dan bulat karena dikondomin tho mas?”, tanya saya lagi.
“Kondom opo tho mas? itu tangkinya ya seperti itu, dari pabrik ya sudah seperti itu, ngga ada kondom-kondoman.”, jawab lugu si mas’Sales sambil heran dengan pertanyaan saya.
“Maksud saya, kedua sisi tangki itu bisa dilepas, soale itu cuman semacam cover yang ditambahin.”, jelas saya.
“Ahhhh…ngga koq mas, tangkinya ya seperti itu, itu sudah bawaan pabrik, ngga bisa dilepas-lepas lagi, kalau mau dilepas ya lepas semua 1 set.”,
Suasana hening sejenak….
…………………………………


Saya berharap kepada Tuhan agar si’mas Sales ini diberikan akal terang dan pencerahan akan resiko pekerjaannya.
Disaat seperti itu saya sempat melirik ke si’mas Sales yang mungkin tengah berpikir dan bersiap untuk mengeluarkan jurus rayuan maut kecalon mangsa yang dianggap potensial buyer ini.
Dan tidak lama kemudian….
JDENGGGGGG..!!!!!!
“Gimana mas? jadi mo ngambil Yamaha Byson ini? nanti kalau iya, sama saya saja, akan saya bantu permudah prosesnya lahh…biar simas…siapa namanya mas?”
“Dwi”, jawab saya cuek.
“Mas Dwi, segera bisa mendapat motor baru ini.”.
“Mas Dwi, ada nomor handphone? kalau ada nanti saya hubungi saja setelah selesai pameran, biar mas juga bisa mikir dulu tentang kelebihan Yamaha Byson seperti yang sudah saya ceritakan tadi.”, jurus rayuan gombal mas’Sales akhirnya keluar juga😀.
“Emmm..gini aja deh mas, saya minta satu brosurnya, sampean tulis aja nomor handphonenya kalau saya sudah siap, sampean akan saya hubungi, okeyyy?”, jurus antisipasi halus untuk Sales saya keluarkan.
“Okeyyy…deh mas, ini nomor saya dan ini brosurnya, kalau bisa secepatnya hubungi ya mas, soale nanti takutnya saya banyak calon pelanggan setelah pameran ini”,
“PRETTTTTT..!!!!”, begitu kata dalam hati saya kepada si’mas Sales ini.

Setelah selesai berbasa-basi, akhirnya saya meninggalkan area pameran dan kembali ke Nyi Nugros yang sudah pasang muka bengis, karena dia sudah menunggu kelamaan bersama Shelby yang sudah rewel minta dibeliin boneka-boneka’an.
Last…disini bisa diambil kesimpulan untuk dijadikan leasson learned, seharusnya pihak dealer sebelum mengadakan pameran, harus terlebih dulu melakukan training kepada para sales-salesnya, jika terjadi adegan tanya jawab kekonsumen perihal produk-produknya, apalagi konsumen awam, mereka para konsumen tersebut tidak akan terjerumus kehal konyol seperti yang saya alami diatas.
Berikanlah jawaban atas pertanyaan apapun itu dari konsumen secara cepat, tepat dan benar tanpa ada pembodohan-pembodohan seperti yang telah saya alami, karena jika hal seperti demikian masih saja terjadi maka bisa dipastikan suatu saat hal tersebut akan menjadi bumerang bagi sipihak penjual itu sendiri. Bagaiamana menurut sampean ???

Demikian dari saya,

Salam.

Kalau Salesnya seperti ini sih saya masih bisa memaafkan kekonyolan akan penguasaan ilmu tentang produk yang dijualnya😀

Bersambung…