Sales oh sales (2)

Posted on 28 October 2010

13


Masih ingat dengan cerita kejadian saya sewaktu bertemu dengan si’mas sales yang super konyol minggu kemarin???, maka kali ini, diwaktu dan tempat yang sama, yaitu stadion Manahan Solo, hari minggu pagi tanggal 17 Oktober 2010, sewaktu ada acara sunday market, kalau sebelumnya saya dihadapkan dengan seorang sales, kali ini saya bertemu dengan dua orang sales sekaligus…cewe lagi😀. Cerita bermula sehabis meninggalkan (TKP) mini area pameran Yamaha Byson yang diadakan oleh salah satu dealer dikota Solo, maka saya bersama nyi nugros dan shelby melanjutkan lagi acara jalan-jalan sambil tetep cuci mata siapa tahu ada penampakan halus lewat🙂. Nahhhhh….pas tiba diarea dekat patung panahan atau lebih tepatnya didekat pintu masuk stadion, saya melihat kerumunan orang yang tengah menyaksikan sepeda motor Honda Revo matic 110 yang tengah didisplay untuk kebutuhan mini pameran. Karena insting saru blogger otomotif lagi kumat, saya lagi-lagi minta ijin nyi nugros untuk melihat motor tersebut dari dekat…padahal sebenarnya cuman pingin godain si mbak sales…hi..hi..hi..:-D, setelah mendapatkan ijin plus sebuah tatapan super sebal akan tingkah suaminya yang genit, maka sayapun meluncur ke TKP seri dua.


“Pagi mas, silahkan lihat-lihat motor baru dari dealer kami.”, sambut si’mbak sales 1 ke saya.
Karena punya sifat sok manis, maka si’mbak cuman saya kasih senyum pepsodent….tuinggggg…senyum simpul sambil ambil pose iklan pasta gigi.
“Lho mas, koq istrinya ditinggal??? kenapa tidak diajak melihat kesini, siapa tahu mbaknya nanti tertarik beli motor baru dari kami.”, sahut si’mbak sales 2 ke saya.
“Asemmmm”…kata hati saya, tiwas dimanis-maniske masih saja ketahuan kalau ninggal istri sewaktu nonton motor ini.
“ahhh..istriku ngga begitu tertarik dengan motor-motor baru koq mbak.”, jawab saya.
“ehhh…mbak ini Honda Revo yakkk???”, pertanyaan iseng kepada 2 mbak sales tersebut sambil ngorek-ngorek ilmu penguasaan produk yang sedang dijaganya.
Lalu si mbak sales 1 menjawab, “namanya saja yang Revo mas, tapi ini bukan motor bebek, ini matic sama seperti beat, scoopy atau vario…”.
“benar mas, ini cuman modelnya saja yang bebek tapi transmisinya sudah pake sistem matik, pokok e tinggal ngegas saja motor langsung jalan…”, sambung si’mbak sales 2 ke saya.
“oooo…gitu ya mbak, tak kirain bebek revo…tapi kalo dilihat koq modelnya nanggung gitu ya…bebek bukan, matik juga bukan, apa laris juga penjualan motor ini mbak?”, tanya saya dengan agak serius ke kedua si’mbak tadi.
“kalau soal model bukan Honda namanya kalau tidak bisa bikin sesuatu yang baru buat konsumen mas, memang motor ini ditujukan kepara ibu-ibu atau remaja putri yang ingin punya motor bebek tapi ngga pingin susah-susah oper gigi, masa hari gini oper gigi mas, khan jadul tuhhh seperti produk sebelah…”, sedikit ada canda dalam pembahasan si’mba sales 2 ke saya….hmmm…sifat yang proporsional dan pas dalam manggaet calon konsumen…i like it🙂.
“maksudnya dengan sebelah apa tuhhh mbak???”, pertanyaan iseng walaupun sudah tahu maksud dari simbak sales.
“ahhh….si’mas kaya ngga tahu aja, itu lho bebek-bebek beneran produk dealer sebelah, tahu khan maksud teman saya ini”, jawab si’mbak sales 1 sambil membantu temannya sales 2.
Sayapun manggut-manggut pertanda sudah paham, walaupun sudah ngerti beneran.


“ehhh…mbak, ini khan produk baru ya???…terus gimana dengan urusan spare part, keiritan dan larinya???.”, tanya saya lagi.
“dari dealer kami, soal motor baru seperti ini, kami siap melayani berbagai spare partnya mas, khan kalau dilihat secara model sama dengan Honda Revo yang bebek jadi bisa saling tukar spare part, kalau urusan lari…sebenar ya mas”, terlihat si’mbak sales 2 yang tadi ngasih penjelasan sedang menghampiri sibapak supervisornya, mungkin dia sedang bertanya tentang masalah pertanyaan saya. Hmmmm…Smart Sales Girls…kata hati saya kekedua sales ini.
Lalu tidak lama kemudia si’mbak sales 2 datang lagi ke saya.
“maaf ya mas tadi saya tinggal sebentar, kalo urusan lari kemungkinan masih bisa sampe 90 atau 100 kph, lumayan kenceng lho kalo cuman untuk berangkat kerja atau pergi-pergi ke mall, terus soal irit…saya sendiri belum pernah nyoba mas, tapi bisa dipastikan hampir sama dengan produk matik dari kami seperti beat atau scoopy”, urai si’mbak sales 2.
“hmmm…lumayan juga ya mbak, terus harganya berapa ni Honda Revo matiknya???”, pertanyaan iseng sok kelebihan uang lagi-lagi muncrat dari mulut saya😀.
Tapi sebelum pertanyaan saya dijawab oleh kedua mbak sales tadi, koq perasaan kaos dibagian punggung saya ada yang nyipratin air….eeee…ternyata nyi nugros dan shelby sudah gerah dengan kelakuan ayahnya yang iseng nan ganjeng sedang clingak-clinguk ma mbak-mbak sales tersebut, dan untuk menumpahkan kekesalan mereka berdua yang sudah menunggu dari tadi, nyi nugros membelikan pistol air yang kemudian ditembak-tembakan dari arah belakang oleh shelby kekaos ayahnya.
Dan tak ayal kejadian tersebut akhirnya malah membuat si’mbak sales, mbak-mbak dan bapak-bapak yang sedang ikut nonton unit display Honda Revo AT, tertawa terbahak-bahak dibuatnya.
Wissss….jannnnnn bikin malu thok😦


Tapi terlepas dari kejadian terakhir tadi, carita saya mengenai sales yang agak konyol minggu kemarin dan cerita diatas, bisa ditarik sebuah kesimpulan, tidak semua sales bisa menguasai ilmu produk yang sedang dijualnya dan tidak tidak sedikit pula sales yang benar-benar mengerti luar dalam ilmu produk yang dijualnya.Tapi koq kenapa bisa demikian yakkk??? Yeahhh…mungkin pas lagi training produk sisales tidak ikut dalam acara tersebut, mungkin sisales sudah kebanyakan order indent jadi males untuk hunting customer lagi (jawaban ngawur 1), mungkin sisales memang orang yang baru bekerja kemarin sore jadi pengalaman ilmunya kurang, mungkin sisales lagi datang bulan jadi ngga mood untuk jualan (jawaban ngawur 2), dan yang pasti mungkin hal ini bisa dijawab oleh para supervisor sales-sales tersebut.

Demikian dari saya,

Salam.

Tamat.