Sudahkah kita mengoptimalkan diri kita ?

Posted on 4 November 2010

16


Siang itu selepas jam istirahat siang, Danan tengah duduk santai diruang kerjanya sambil asik browsing untuk ide bikin postingan blog pribadinya. Sebentar kemudian, Irawan rekan kerjanya lewat didepan ruangan. “Pren, lagi ngapain?, koq ngga cabut kelapangan?, malah asik-asikan ngeblog, kerjaan khan masih banyak coiiii, kalau ngga diperhatikan mana bisa selesai tepat waktu.”
Danan sedikit kaget, tapi dia langsung bisa mengontrol keadaan. Tak lama kemudian Danan langsung memutar kursi kerjanya menghadap ke Irawan seraya berkata, “Santai dikit kenapa coiiii, siang ini lagi terik banget, nanti kalau panas-panasan mulu aq diomelin istriku lho, udah item jadi tambah item…he..he..he…Besok aja lah kelapangannya, no problem tohhh?”
Irawan yang setadinya ingin menuju keruangan pak Hadiyanta line managernya sontak langsung menghentikan langkahnya. Dia menghampiri Danan dan duduk dikursi kosong yang ada disampingnya, sebentar kemudian tatapan Irawan menuju kearah monitor Danan. Ia bertanya, “Emang ngeblog  lebih penting dari kerja ya pren?”


Danan, menimpali kata-kata Irawan, “ahhhh…sekali-kali nyantai khan gapapa lahhhh, kebetulan pak Hadiyanta juga lagi keluar kota tohhh. Ngapain sok sibuk. Kerja baik atau biasa juga sama saja hasilnya, gajinya cuman segitu-gitu aja. Ngga usah maksain diri lahhh, nyantai dikit bung. Kalau hasil dari proyek ini bagus paling yang dapat nama juga pak Hadiyanta aja tho? kita-kita mahhh ngga bakalan disebut. Pren…kita kerja tuhhh harusnya disesuaikan dengan upah, kalau upahnya cuman segitu-gitu aja, yeahhh kerjanya juga harus segitu-gitu aja, life is balance, tul ngga?”
Irawan cuman tertawa simpul atas uraian Danan, “Pren, kamu koq terlalu pendek banget sih memahai arti life is balance, artinya,  kalau begitu, kamu ngga mau khan gajinya naik tahun depan?, padahal seingatku tahun kemarin yang lantang teriak-teriak nyindir si bos agar gaji dinaikan khan kamu toh. Lha terus gimana mau naik, kalau kinerja kamu aja seperti itu, dikit-dikit nyantai…dikit-dikit nyantai.”
Danan membetulkan posisi duduknya keposisi tegap, lalu memandang tajam kearah Irawan, “Eeee ngga bisa gitu donk coiii, harusnya naikin dulu gaji biar kita tambah semangat kerjanya!”
Irawan pun lalu membalas, “Ngga gitu lahhh coiiii. Dimana-mana show your performence dulu baru dapat kenaikan gaji. Betul ngga? jadi kalau mau naik gaji, naikan dulu performence kerjamu disini, show that you have ability to great work alias tunjukin dulu prestasimu, nahhh dari situ baru ketahuan dehhh seberapa layak gaji yang kamu peroleh atas kinerja kamu selama ini. Iya khan?”
Danan diam sejenak…………………………………..
Tak lama kemudian setelah merubah posisi duduknya lagi, dia berkata, “Tapi pren, tohhh selama ini aku khan sudah bekerja sesuai dengan keinginan pak Hadi, berarti dari situ sudah jelas donk bagimana prestasiku selama ini, iya ngga?”
Irawan menjawab,”Masa sihhh, lha sekarang tadi kamu lagi ngapain? kalau kamu nyantai dan menunda-nunda pekerjaan, emang kamu mau gajimu ditunda juga, karena alasannya perusahaan kita belum dibayar klien lahhh, ato pak Hadi lagi malas bayar lahhh? emang mau seperti itu?”
“Yaaa, jangan donk, kalau gaji diundur bagaimana dengan cicilan Honda Beatku, bisa kena bunga aku, udah gitu istriku pasti ngomel karena jatah susu sikecil terlambat turun.”, jawab Danan.
Irawan melanjutkan penuturannya, “Makanya pren, kalau kamu kerja juga jangan seperti ini, mentang-mentang bos ngga ada malah nyantai. Selagi kita masih punya potensi diri dan kesehatan, kenapa ngga kita gunakan sebaik mungkin. Do the best, karena pihak manajemen perusahaan juga telah memberi kita gaji secara on time, ngga pernah pakai nyantai -nyantaian.”
“Pren, jujur saja sih yaa, dulu aku juga pernah punya pemikiran sama persis seperti kamu, tapi aku telah disadarkan oleh teman-temanku dilain perusahaan, bahwa kita kerja bukan semata-mata demi rupiah saja Pren.”, lanjut Irawan.

“Lahhh kalau ngga demi uang, lantas demi apa saja coiii?”, tanya Danan dengan polos.
Irawanpun menjawab,”Kamu tahu khan schedul budget planning tiap tahun buat masing-masing divisi perusahaan ini? Kalau divisi kita menggunakan budget tersebut dengan tidak baik atau malah nyantai saja tidak digunakan, apa yang akan terjadi? pasti ditarik dan kemungkinan tahun depannya lagi divisi kita malah ngga akan bakal dapat jatah lagi anggaran pengembangan. Tapi kalau budget tersebut digunakan sejara bijak dan tepat guna, sehingga menghasilkan value of business buat perusahaan, niscaya manajemen juga tidak tanggung-tanggung untuk mengucurkan dana lebih ke account divisi kita, iya ngga?”
Danan menganggukan kepala tanda sudah paham, dan kemudian bertanya, “lantas apa hubungannya dengan kinerja arti kita?”
“Pren, kita sudah diberi budget atau anggaran atau potensi dari tubuh kita secara sehat sempurna, kalau kita tidak mengoptimalkannya, bukan tidak mungkin anggaran tersebut akan diambil atau ditarik lagi oleh sang pemberi hidup?”, jawab Irawan.
“Maksudnya gimana sih coiiii, kalau ini aku ngerti artinya pren?”, tanya Danan.
Irawan berkata, “Pren, coba kamu perhatikan kedua tangan kita masing-masing. Mana yang lebih sering digunakan?”
“Ya jelas yang kanan lahhh, kalau kiri mahhh itu orang kidal”, jawab Danan.
“Nahhh…sebenarnya dari itu lah, kita sudah berbuat tidak adil lho terhadap kedua tangan kita sendiri. Sekarang mana tangan yang lebih kuat antara kanan dan kiri?” tanya Irawan lagi.
Dananpun langsung menjawab, “Ya jelas yang kanan lahhh…apa karena sering dipakai yakkk?”
Irawan hanya memberikan senyum kepada sahabat baiknya ini, “Ya betul, makin kuat justru karena digunakan. Bagaimana dengan semua anggota tubuh yang lain? Tanpa kita sadari jika tidak dimanfaatkan dengan sebaik mungkin sesuai fungsinya, maka ia pun akan melemah, sama seperti dengan tangan kiri kita, iya ngga?”


Danan mengangguk untuk kedua kalinya, Irawan lalu melanjutkan uraiannya tadi, “Maka dari itu coiii, aku ngga mau diusiaku yang masuk ketaraf super produktif, anggota tubuhku yang lain menjadi lemah karena tidak kita optimalkan sebaik mungkin, aku ingin lebih sehat, kuat, soal urusan penghargaan atau kenaikan gaji dari perusahaan itu nomor 2, aku yakin manajemen perusahaan tidak tidur, mereka tetap memantau kinerja kita, ada atau tidak ada pak Hadi sekalipun. Pren, saat ini yang terpenting bagi kita adalah semakin kita memanfaatkan otak untuk berfikir secara optimal dan mencari solusi-solusi kerja secara efesien, memanfaatkan tiap anggota tubuh sesuai fungsinya secara optimal, tidak nyantai-nyatai saja, menolong sesama, membina relationship dengan banyak rekan, itu akan membuat diriku merasa sehat dan makin kuat. Rasanya hidup ini makin bergairah saja. Cobalah!, Dan rasakan nikmatnya bekerja menggunakan tubuh secara maksimal.”


Noted: Nama, tempat dan kejadian dicerita ini hanya fiktif belaka jika ada kesamaan, itu merupakan unsur kesangajaan yang dibuat oleh penulis guna menaikan popularitasnya…wakakakakak…PISS ya bro😀