Quadrophenia (1979)…gambaran era Mods Generation dari Inggris

Posted on 5 November 2010

9


Pada tahun 70’an diInggris sana tengah booming dengan kelahiran-kelahiran paham baru yang sampai saat ini masih dianut oleh para pengikut setianya. Punk, Skin Head, dan Mods adalah salah satu paham yang sampai saat ini masih eksis entah sampai kapan lamanya. Karena gejolak kehidupan aristokrat versus masyarakat kelas bawah, terbidanilah kelahiran paham-paham seperti itu. Kondisi resesi dunia barat waktu itu memicu segilintir anak muda untuk dengan pemikiran radikal ingin melawan arus dengan kondisi yang ada.
Mods (Moderenitation) adalah paham dimana perlawanan pemikiran dan jalan hidup kaum muda terhadap para bangsawan perlente nan borjuis, membawa andil besar dalam perubahan era waktu itu di Inggris Raya. Sekolompok anak muda yang tidak ingin hidup terkekang dengan sistem aturan istana kerajaan, memilih untuk membuka diri terhadap kemajuan dan kebebasan hidup ala dunia barat.
Skuter (Vespa dan Lambretta) yang waktu itu adalah kendaraan mayoritas kaum kelas bawah dinegeri Victoria, begitu kental dan erat kaitannya denga perkembangan paham Mods ini, karena sebagian besar waktu itu remaja yang mempunyai garis hidup dibawah rata-rata penganut pahan Mods adalah penyemplak skuter. Maka tak heran sampai sekarang Skuter identik dengan idealisme Mods.

Quadrophenia adalah judul film rilis tahun 1979 yang dibintangi oleh Phil Daniels bertindak sebagai Jimmy. Film asli buatan Inggris ini sangat menggambarkan apa yang terjadi dengan kaum remaja penganut paham Mods waktu itu.


Jimmy adalah seorang pemuda dari golongan masyarakat kelas menengah kebawah, seperti kebanyakan pemuda waktu itu, dia adalah salah satu penganut paham Mods yang sangat fanatik sekali. Dia melakukan apa saja yang dia suka, tidak suka hidup dengan berbagai banyak aturan, maka dari itu dia sangat membenci keluarganya yang menurutnya terlalu kolot dalam menjalani hidup ala kaum bangsawan. Selain keluarga, pekerjaan yang selama ini dia lakukan juga tidak membuatnya nyaman, Jimmy adalah seorang karyawan disalah satu perusahaan pos di kota London, menurutnya lagi, bekerja disitu sangat membuang-buang waktu dan kebebesan hidup.
Hal selama ini yang dia suka adalah, hanya berkumpul dan having fun bersama teman-teman sepemikiran. Keliling kota dengan skuter (Lambretta) kesayangannya, menikmati alunan lagu The Who ataupun The High Number, kumpul kebo dengan pasangannya, nge’junk bareng dan yang lebih ekstrem adalah rusuh dengan penganut paham diluar Mods yakni Rockers.
Rockers sendiri adalah suatu paham yang diikuti oleh beberapa anak muda yang sangat gandrung dengan musik Rock N Roll dan motor-motor British saat itu (Norton, BSA, Ariel, etc).


Well…bagi saya film ini sangat berkesan, karena identik dengan skuter dan gaya hidup tahun 70an, kadang saat menikmati Quadrophenia kita akan dipaksa masuk kekehidupan kaum muda waktu itu diLondon, frustasi, putus asa, friendship, drug junkies, rebel adalah kata-kata yang sangat lumrah pada jamannya.

O iya dalam film ini kita juga akan mendapat bonus ekstra berupa penampilan group band fenomel waktu itu The Who sebagai cameo disalah satu scenenya. Do you know about The Who???…dia adalah salah satu group band beraliran glam classic rocks dan pelopor group band yang suka merusak alat musik setelah selesai mengadakan konser. Sudah pernah lihat video konser The Doors??? sudah pernah lihat konser video Nirvana???…mereka inilah band penerus tradisi perusak alat musik setelah konser usai selepas era The Who.
Selain berperan sebagai cameo, The Who juga mengisi album soundtrack pada film ini, karena memang film Quadrophenia adalah salah satu judul Album mereka yang berisikan lagu-lagu tentang kehidupan hitam putih kaum remaja penganut Mods Generation. Ehhh…hampir kelupaan, apakah sampean masih ingat siapa basist group band gaek The Police ???…yuppp dia adalah Sting, disini kita akan melihat dia beradu akting dengan Phil Daniels disalah satu scene yang berperan sebagai Ace salah seorang teman Jimmy.


Last…my virdict…Quadrophenia adalah film drama yang layak tonton terutama moviegoers pecinta skuter😀, terlepas dari beberapa unsur violence in leanguage dalam beberapa dialog, adegan drug using yang dishoot terlalu berlebihan, dan sex scene yang sedikit fulgar, selebihnya masih bisa ditolerir untuk dikonsumsi kaum remaja saat ini. Jika sampean sangat berharap menonton film ini, please…left your brain at room…enjoy your movie dan nikmati adegan demi adegan yang menggambarkan detail kehidupan kaum Mods waktu itu lengkap dengan berbagai kehidupan jalanannya. Dan jangan kaget jika sampean akan menemukan banyak skuter yang lengkap dengan model modifikasi Brit Style’nya (kapan-kapan akan saya ulas tentang aliran modif skuter Brit Style) karena memang film ini juga menggambarkan kehidupan kaum skuterist di London waktu itu.

Demikian dari saya,

Salam.

Nihhhh bonus penampakan dari filmnya…Jimmy Lambretta

Posted in: Resensi Film