Emmm….selingkuh

Posted on 25 November 2010

16


Selingkuh….emmm…kalau ngomongin soal ini pasti ngga akan ada habisnya, walaupun sudah dibahas siang malam. Bagi yang merasa saat ini tengah berselingkuh, entah itu cowok atau cewek, untuk yang masih menyandang status single alias belum terikat tali pernikahan sihhh it’s okeiii…ngga papa, itu hal wajar koq, namanya juga mencari yang terbaik dalam mendapatkan pasangan hidup, jadi kalau ada kemungkinan putus disaat jembatan cinta belum terhubung kepelabuhan hati dengan saksi Tuhan, akan sangat minim resiko yang dihasilkan…iya kan???…tohhh juga masih pacaran, putus itu adalah hal yang manusiawi, namanya juga penjajakan menuju kejenjang serius, kalau tidak cocok kenapa harus dilanjutkan, iya ngga?๐Ÿ˜€. Lantas bagaimana dengan mereka yang sudah berstempel menikah? apakah iya mereka yang menyandang predikat suami maupun istri lantas terkekang oleh aturan baku yang bernohtakan setia? apakah mereka ini lantas terkukung oleh status yang membelenggu dengan nama pernikahan….wokeiiii….inilah hal menarik yang akan dibahas.

Menurut saya pribadi, selingkuh adalah gejala kejiwaan yang menuju kearah dualisme. Maksudnya apa nihhh, begini lho, entah itu pria ataupun wanita normal dewasa pasti pernah mengalami suatu hal yang dinamakan tertarik dengan lawan jenis, tidak peduli itu berstatus kaya atau miskin, berkulit hitam atau putih, berambut lurus atau keriting, entah itu blogger atau komentator pastilah pernah mengalami hal diatas. Iya ngga? kalau ngga jangan baca lebih jauh lagi artikel ini๐Ÿ˜€.

Kenapa bisa muncul rasa tertarik? wahhh kalo ini bisa banyak jawabannya, mungkin karena wajah, mungkin karena materi ataupun mungkin karena memang orang tersebut charming dan layak untuk disukai. Lantas bagaimana jika rasa saling tertarik tersebut menghinggapi disetiap sudut hati para manusia yang sudah berlabelkan menikah?. Apakah salah jika bapak Adi tertarik dengan ibu Susi? padahal mereka sudah mempunyai kehidupan yang indah dengan pasangan masing-masing. Kalau saya jawab, itu tidaklah salah, lha wong perasaan tertarik itu datangnya secara misterius dan sangat manusiawi koq. Tapi akan menjadi salah jika rasa tersebut diungkapankan secara gamblang dengan si yang bersangkutan, dan akan lebih salah lagi jika si yang bersangkutan akan menerima perasaan yang sama secara terbuka.

Sebenarnya, selingkuh itu bisa timbul jika hal salah yang saya sebutkan diatas telah terjadi.

Lantas kenapa bisa perselingkuhan itu terjadi?…wahhh kalo ini bisa banyak versi, okeiii dehhh…saya ambil contoh, dan ingat ini hanya sample cerita saja, bukan berarti nama yang saya tulis disini adalah orang yang melakukan perselingkuhan. Ceritanya begini, bapak Adi bekerja disuatu perusahaan telekomunikasi dengan jabatan head of marketing, punya kehidupan harmonis dengan istri dan anak-anaknya, secara materi bisa dibilang tidak kekuranganlah. Sedangkan disatu divisi kantornya ada seorang karyawan wanita, berparas cantik berbodi molek, maklum belum punya momongan, berstatus menikah belum dikarunia momongan dalam kurun usia pernikahan yang menginjak umur 5 tahun, bernama Susi. Nahhh…singkat cerita, ibu Susi ini seringkali berkeluh kesah kepada pak Adi tentang problem rumah tangganya dengan si suami dirumah, tidak itu saja sampai problem-problem pemilihan model pakaian dalampun kadang disampaikan ke pak Adi. Karena merasa Susi adalah bawahan yang berpotesial plus spesial, pak Adipun sering menanggapi segala keluh kesah bawahannya tersebut.

Seperti pepatah jawa mengatakan ‘witing tresno jalaran soko kulino’, perasaan suka dan tertarik itu datang secara alami karena kebiasaan mereka berdua selama dikantor yang sering saling ngobrol bareng taupun saling curhat. Nahhh….suatu ketika, pak Adi menaruh rasa simpati dan suka yang kemudian diutarakan kepada ibu Susi, lantas gayungpun bersambut, karena rasa lelah akan kehidupan berumah tangga, maka wanita yang menjabat sebagai superintendent marchandiser itu pun merengkuh peluk hangat kasih pak Adi.

Tanpa mempedulikan bagaimana nasib akan keluarga masing-masing serta omongan dikantor dimana mereka bekerja, kedua insan dimabuk asmara ini tetap jalan dengan keyakinan akan kehangatan hati masing-masing individu yang tidak pernah padam dalam mengisi ruang kosong dimasing sanubari.

Nah…dari sedikit gambaran ilustrasi diatas, bisa disimpulkan bahwa perselingkuhan bisa datang karena kebiasaan dua insan yang berbeda jenis kelamin saling berkomunikasi secara ‘hangat’. Lantas, apakah jika kita saling berkomunikasi secara intens dengan lawan jenis lantas bisa menimbulkan sebercik rasa tertarik kepada salah satu lawan bicara?, ehmm…menurut saya itu tergantung dari tiap individu yang menjalani. Tapi, biasanya, jika salah satu pihak sudah men’drive’ arah pembicaraan kehal yang berbau pribadi masing-masing personal, dan pihak yang diajak ngobrol juga mengamini hal tersebut, bisa dipastikan rasa tertarik dengan masing-masing individu tumbuh bersemi.

Last…, sekedar mengingatkan saja, bagi para om-om dan tante-tante yang sekarang tengah menjalani babak baru dalam tahap berkomunikasi dengan lawan jenis. Dan tahap komunikasi tersebut telah mengarah kehal yang lebih special. Tolong dech, segera putuskan, apakah sampean bisa mengerem perbuatan tersebut. Karena jika sampean hanya mengandalkan rem tromol tanpa disertai disk brake double piston, saya pastikan benih rasa suka kepada lawan bicara akan timbul. Dan yang ditakutkan, apabila sampean sudah tidak bisa mengontrol setang kemudi, mau dibawa kemana arah pembicaraan, maka sesuatu yang disebut perselingkuhan akan terjadi.

Demikian dari saya,

Salam.

Posted in: Petuah & Opini