Ibu

Posted on 22 December 2010

7


Dulu disaat dunia ini belum terwujud, angkasa bagaikan lautan tak bertepi, gugusan bintang layaknya gurun pasir. Disuatu nirwana, dimana Tuhan sedang berkreasi ditemani oleh salah seorang Malaikat nan setia disisiNya. Selama 6 hari lamanya Tuhan berkreasi, berkreasi dengan bakal mahkluk ciptaannya. Mahkluk tersebut adalah wanita, yang dikemudian hari akan dipanggil ibu, oleh orang-orang terkasihnya.


Ketika sedang sibuk-sibuknya, Malaikat yang menemani Tuhan tersebut bertanya halus, “Wahai Tuhan, kenapa engkau lama sekali menciptakan mahkluk ini?”.
Lalu Tuhanpun menjawab, “Tidakkah engkau melihat daftar rincian dari mahkluk yang bakal aku ciptakan ini?”
Setelah Tuhan berkata, sang Malaikatpun melihat list daftar apa yang harus dibuat oleh Tuhan saat itu.

1. Mahkluk ini harus tahan air, tapi bukan dari plastik.
2. Mahkluk ini harus terdiri dari 180 bagian tubuh yang lentur, lemas dan tidak cepat capek.
3. Mahkluk ini harus bisa bertahan hidup dari secangkir teh kental dan makan seadanya, demi mencukupi kebutuhan anak-anaknya.
4. Mahkluk ini harus memiliki telinga yang lebar untuk menampung keluh kesah anak-anaknya.
5. Mahkluk ini harus bisa memberikan ciuman yang menyejukan dan menuduhkan hati anak-anaknya.
6. Mahkluk ini harus memiliki lidah yang manis untuk merekatkan hati yang patah.
7. Mahkluk ini harus memiliki enam pasang tangan…

Sebelum melanjutkan membaca daftar dibawahnya, sang Malaikat geleng-geleng kepala sambil berucap, “Enam pasang tangan, apakah itu tidak akan merepotkannya?”.
Tuhanpun mendengar gumaman sang Malaikat, “Wahai Malaikatku, enam pasang tangan tersebut bukan untuk merepotkan dirinya sendiri, melainkan untuk melayani orang-orang yang terkasih dihatinya dan mengatur segalanya menjadi lebih baik.”
Setelah mendengar penjelasan dari Tuhan, sang Malaikatpun kini paham apa yang telah dimaksud.

8. Mahkluk ini harus juga mempunyai tiga pasang mata…

Kembali lagi sang Malaikat terheran-heran dengan maksud Tuhan akan daftar nomor 8 ini. “Bagaimana modelnya kalau begitu Tuhan?”, tanya sang Malaikat.
Tuhanpun kembali memberi penjelasan kepada sang Malaikat, “Sepasang mata yang pertama bisa menembus pintu yang tertutup rapat dan bertanya, “apa yang sedang kamu lakukan didalam situ?”, padahal mata tersebut sudah mengetahui jawabannya. Sepasang mata yang kedua harus terletak dibelakang kepalanya, jadi dia bisa melihat tanpa harus menoleh, yang artinya, dia bisa melihat hal yang seharusnya tidak boleh terlihat. Dan sepasang mata yang terakhir, harus bisa menatap lembut kepada anak-anaknya yang mengakui kesalahan. Mata itu harus berbicara, “Aku mengerti dan aku sayang padamu”, meskipun tidak pernah terucap dalam sepatah katapun.”


“Tuhan, beristirahatlah biar aku lanjutkan pekerjaanmu”, kata Malaikat itu.
“Aku tidak bisa beristirahat, karena mahkluk ciptaanku ini hampir jadi”, jawab Tuhan.

Lalu Malaikatpun terdiam, dan kembali membaca list daftar yang ada pada mahkluk ini.

9. Mahkluk ini harus bisa menyembuhkan diri sendiri dikala sakit.
10. Mahkluk ini harus bisa memberi makan 6 orang terkasih dihatinya dengan setengah ons daging.
11. Mahkluk ini harus bisa menyuruh anaknya yang berumur 8 tahun mandi sendiri, walaupun si anak tidak ingin mandi.
12. Mahkluk ini harus mempunyai surga dibawah perutnya, karena itu untuk pasangan tercinta.

Dan akhirnya, selesai sudah hari penciptaan Tuhan terhadap mahkluk ini. Lalu dengan kuasaNya, dia memberi jenis kelamin mahkluk ini perempuan. Disaat akan dihembuskan nafas kehidupan ke mahkluk ini, sebentar kemudian sang Malaikat berkomentar perlahan kepada Tuhan, “Terlalu lembek”.
“Tapi kuat…”, jawab Tuhan.
“…tidak akan kau bayangkan betapa banyak beban yang bisa ia pikul, tanggung dan derita, selama hidupnya nanti…”
“…ia bukan saja berpikir, tetapi ia bahkan bisa memberikan ide, gagasan dan kompromi.”, sambung Tuhan.

Lantas tanpa sengaja, sang Malaikat menyentuh sesuatu di pipi mahkluk tersebut, “Tuhan, ternyata ada kebocoran disini.”
“Itu bukan kebocaran.”, jawab Tuhan.
“Itu adalah air mata, air mata kebahagiaan, air mata kesedihan, air mata kekecewaan, air mata kesakitan, air mata kesepian, air mata kebanggaan, dan banyak air mata-air mata yang lain…”.

—————————————————————————————————


Last….kepada wanita yang terkasih didalam hidupku, kepada wanita yang telah membesarkanku dengan kasih sayang dan cinta, dan kepada wanita yang telah membuatku menjadi seorang lelaki yang berarti. Dari lubuk hati yang terdalam, aku ucapkan “Selamat Hari Ibu”.

Demikian dari saya,

Salam.

*Noted: cerita ini diceritakan ulang versi Dnugros.