Motor bukan untuk dikhawatirkan, melainkan memudahkan…

Posted on 26 January 2011

24


Yang saya tahu, sepeda motor berbahan bakar fosil bumi pertama kali dirancang serta dibangun oleh duo jenius dari Jerman yaitu Gottlieb Daimler dan Wilhelm Maybach pada tahun 1885. Seiring dengan perkembangan jaman, banyak nama-nama lain yang tak kalah spektakuler ikut nimbrung untuk memperbaiki ketenaran ciptaan mereka berdua, tentu saja para kreator setelah Daimler dan Maybach tersebut tidak lantas berhenti dalam berinovasi. Sebut saja dari Amerika ada William Harley dan Arthur Davidson yang tenar dengan produk legendanya motor Harley Davidson, ada juga dari Jepang yakni Sinichiro Honda yang mendunia namanya berkat produk motor small cub Honda C50, dan tentu saja masih banyak nama lagi kreator sepeda motor dunia yang memperbaiki sistem temuan Daimler dan Maybach tersebut kemodel lebih baik.

Dari semula, tujuan diciptakannya motor tersebut adalah untuk kemudahan manusia itu sendiri dalam bergerak dinamis. Akibat waktu demi waktu yang terus berganti, tidak bisa dipungkiri kehadiran teknologi kian menusuk dalam keberbagai mesin motor. Mulai dari adaptasi fitur pengkabutan bahan bakar injeksi, metamorfosa mesin ramah lingkungan 4 langkah, penggunaan double cakram dan masih banyak lagi contoh kemajuan teknologi dalam urusan dunia per sepeda motoran saat ini.

Seperti sudah menjadi hukum alam, dengan semakin canggihnya teknologi yang ada pada suatu barang pasaran, menjadi tinggi pula harga beli ke end user akan barang tersebut. Akibat naiknya harga-harga motor yang saat ini beredar dimasyarakat luas, sudah barang tentu, bagi para pemilik motor yang dijual dengan harga selangit terjangkiti virus parno alias paranoid. Ada yang khawatir lecet tergores diparkiran umumlah, ada yang khawatir rusak diserempet dijalan oleh pengendara cerobohlah, ada yang khawatir kotor karena kehujanan yang katanya sih, air hujan sekarang mengandung unsur PH tinggi, dimana bisa mengakibatkan lunturnya cat mulus pada motor kesayangan….hmmm…Dan tentu masih banyak contoh parno lain yang bisa anda jabarkan sendiri.

“Bagi gw motor tidak harus menjadi barang yang menyusahkan.”

Melihat realita diatas, sekarang ini saya menjadi berpikir. Arti tentang kemudahan diciptakannya sepeda motor oleh para kreator terdahulu, guna memudahkan aktifitas manusia itu sendiri seakan mulai tergeser maknanya. Bukan kemudahan yang didapat melainkan kekhawatiran yang diraih, lha terus kalau sudah begini mau dibuat gimana? Entahlah, jawaban ada didiri anda sendiri….kalau anda memang salah satu tipe masyarakat yang seperti diatas.

Demikian dari saya,

Salam.

Posted in: Petuah & Opini