Biker oh bikers

Posted on 27 January 2011

22


Bikers. Banyak orang menganggap diri mereka sebagai seorang bikers sejati, bahkan tidak menutup kemungkinan anda sendiri khan? Dengan menunggang kuda besi kebanggaan untuk berkomuter dari point A ke point B, yang terkadang hanya menempuh jarak 25 kilometerpun, sang rider sudah mentahbiskan dirinya sebagai bikers sejati. Ternyata paham bikers disini dengan dinegara barat sana akan sangat bertolak belakang lho. Seseorang akan dinobatkan sebagai bikers apabila dia sudah menganggap motor sebagai jiwanya dan hidup dari motor tersebut. Sedangkan disini, disekeliling kita, jika kita sudah melakukan rutinitas yang telah saya sebutkan diawal paragrap, maka secara spontan, orang yang bersangkutan akan berteriak lantang…”gw 100% bikers!!!…lha wong kemana-mana pakai motor”, apakah itu salah? tentu tidak.

Dinegara barat, sepengatahuan saya, sebagai seorang bikers pasti akan mempunyai beban mental yang agak berat. Lho kenapa? kebanyakan masyarakat awam, menganggap bikers sebagai kaum 1%. Dilihat dari penampilan, seorang hard bikers atau orang yang menganggap dirinya 100% bikers, pastilah terlihat kumuh dan kumal. Memang hal tersebut tidak terlepas dari kondisi kesehariannya. Seorang bikers khan biasa menghabiskan waktu dijalan, kena asap, kena angin, kena debu kotor adalah santapan sehari-hari. Dan pastinya, dengan penampakan khas seperti itu, akan banyak masyarakat beranggapan, bahwa dia adalah tukang buat onar, pelaku tindak kekerasan, atau bahkan paling ekstrim disebut bajingan. Padahal kalau mau melihat lebih jauh tentang dunia bikers itu sendiri hampir 99% tidak semuanya seperti itu. Keberadaan mereka jauh dari lebih baik, tidak semua adalah orang jalanan, mereka juga kaum pekerja, dan embel-embel bikers yang disematnyapun hanyalah sebagai hobbies akan pemuas nafsu tentang ketertarikan terhadap sepeda motor.



Lantas bagaimana dengan negeri sendiri? tidak sedikit orang yang mentahbiskan dirinya sebagai 100% biker alias hard bikers. Tidak sedikit pula yang mempunyai habit seperti yang telah saya sebutkan diatas, sebagai tukang buat onar, pelaku tindak kekerasan, atau bahkan bajingan. Dan seperti yang bisa kita lihat, semua kelakuan tersebut dapat ditemui disemua penyemplak motor ber cc besar maupun kecil. Apalagi kalau sudah riding bersama rekan sepaham sealiran, wuihhhhh…seakan-akan jalan yang dilalui adalah milik mereka sendiri, tanpa mengindahkan sesama pengguna jalan, masa bodoh dengan orang lain, dan yang terpenting mikir diri sendiri. Dengan semakin banyaknya rekan seperjalanan disekitarnya, terkadang biker yang nyalinya sekecil upil, bisa bertingkah layaknya jawara tangguh tanpa tanding. Siapa yang melawan bakal dilibas…wisss top deh pokoknya.

Akan tetapi, tidak semua bikers yang kita temui dijalan mempunyai bad atitude, banyak bikers santun yang benar-benar jauh dari kesan berangasan, melintas padat ditengah keramaian jalan yang sering kita lalui. Sopan dan saling menghargai saudara seperjalanan, walaupun tanpa mengenal colours, mereka menaruh respect yang dalam terhadap brothers sesama pengguna jalan. Salut buat bikers yang semacam ini.

Last…itulah dinamika keberadaan bikers diluar maupun dinegeri sendiri. Hitam putih adalah warna kontras yang selalu ada didepan mata, layaknya sifat yang ada pada jiwa kita, dimanakah anda memposisikan diri sebagai seorang bikers ditengah riuhnya jalanan Indonesia? yang saya tahu, hanya anda sendiri yang bisa menjawab…

Demikian dari saya,

Salam.

Posted in: Petuah & Opini