Yamaha Nouvo Z 115, menurut saya…

Posted on 29 January 2011

27


Hmmm…sekali-kali ngomongin motor matik ah. Lusa kemarin, ada tetangga satu komplek sebut saja mas Joko, yang membeli motor matik buatan Yamaha. Karena memang si empunya motor adalah orang yang fanatikan dengan berbagai produk Yamaha, beliau sempat tukar pikiran dengan saya mengenai motor matik yang cocok buat laki-laki serta bisa untuk digunakan oleh orang satu rumah apa?. Wahhh…karena yang diajak ngobrol adalah blogger penjual obat kuat, maka jawaban tidak nyambungpun langsung terlontar spontan. “Yamah Nouvo Z 115cc…bagus mas!!”, jawab saya mantab. Entah karena memang beliau sedang tidak sadar ketika kita sedang ngobrol atau mungkin terkena efek sindrom pukul 23.30 WIB alias jam rawan ngantuk. Mas Joko pun memantabkan diri untuk berburu motor hasil petuah gemblung saya. Tiga hari telah berlalu, hari kamis sore kemarin beliau mampir kerumah sambil memamerkan matik rondo kemplingnya. Wuihhh…barang buruan telah didapat dengan kondisi super mulus.


“Mas, boleh saya coba motornya?”. Kalimat sakti yang keluar dari mulut sayapun meluncur mulus. Setelah mendapat ijin,  tanpa babibu lagi, matik yang telah menyandang predikat almarhum ini saya coba jalan. Kontak di on kan, tombol elektrik stater dipencet, suara dinamo penggerak mesin berbunyi merdu. Tidak ada suara ‘bletak’ atau keanehan apapun dari dalam mesin. Untuk tarikan menurut feeling saya, masih dibawah sang adik yakni Mio, terasa terlalu lemot diputaran bawah, yeah mungkin power dari mesin 115cc’nya tereduksi oleh berat motor yang mencapai 108kg. Tapi setelah grip gas diurut perlahan, kecepatan yang bisa diraih menurut versi speedo bawaan motor, berada dikisaran 90kph, entah itu kecepatan actual atau tidak, saya kurang begitu peduli. Impresi saya mengangkangi Yamaha Nouvo Z 115 produksi tahun 2007 milik tetangga ini berasa minim getaran entah dimesin maupun bodi, beda dengan Mio maupun Beat. Kalau begitu apakah berarti produk ini lebih unggul?, ahhh…tidak juga. Mungkin karena dimensi ukuran serta model rangka yang lebih besar, bisa menjadi point penunjangnya. Untuk urusan berlika-liku dijalan kurang mulus, saya rasa tidak ada masalah, diameter roda 16″/70-90 depan serta 16″80/90 belakang, ternyata sangat membantu handling motor. And over all…apa yang didapat dari motor yang mempunyai kubikasi mesin 113cc berteknologi 4 langkah, dimana bersenjatakan maksimum power 6.54kw @ 8000rpm, torsi 8.62nm @ 7000rpm, dan berkompresi 8.8:1, sangatlah masuk akal untuk diajak berkomuter dikepadatan jalan kota Solo.

Sedangkan untuk model designnya, saya kira masih terlalu uptodate untuk dibilang jadul. Manganut konsep dual eyes dalam penempatan lampu utama dibody depan, mungkin ini jugalah yang mengilhami Suzuki Skywave memposisikan alat pencahayaan sama dengan Nouvo Z, kalau sudah begini siapa yang dibilang meniru? he..he..he. Lantas mengamati lekuk garis body yang tajam kearah belakang, dan berakhir dibagian stop lamp yang bentuknya mengkotak, menurut saya pribadi, konsep design seperti ini akan mampu bertahan lama dibenak konsumen setia. Fitur bagasi ekstra luas dan penempatan mini bagasi dibelakang tebeng depan, bisa memberikan value lebih bagi rider yang suka membawa banyak barang dalam berkendara. Lagi-lagi untuk urusan design…no problemo lahhh, masih mampu disandingkan dengan produk matik keluaran terbaru dikelasnya.

Dengan harga 2nd mencapai 7 sampai 8 juta rupiah kondisi super mulus, saya rasa itu tidak terlalu berlebihan. Sebandinglah dengan kenyamanan yang didapat. Lantas bagaimana dengan masalah spare part? bagi konsumen awam, ini merupakan momok tersendiri dalam menebus produk discontinue. Yang saya tahu, tiap pabrikan akan memberikan jaminan ketersediaan suku cadang selama 7 tahun setelah produk berhenti diproduksi, jadi saran saya jangan terlalu khawatir untuk menebus motor nyaman semacam Nouvo Z ini. Lantas dengan berbicara seperti ini, apakah berarti saya termasuk sales motor bekas dari pabrikan Yamaha? ahhh…hanya orang ngawur yang berpendapat demikian, lebih enak jualan obat kuat dari pada motor bekas, itu moto saya.😀

Cuman yang menjadi pertanyaan, kenapa pabrikan sekelas Yamaha buru-buru mematikan produk matik terbaiknya ini? Apakah karena banyaknya keluhan konsumen akan permasalahan karburator yang selalu banjir setiap motor tidak dipakai lama?, apakah model matik besar terlalu kecil pangsa pasarnya?, ahhh…itu kan hanya pihak pabrikan yang tahu.

Demikian dari saya,

Salam.

********************************

Ahhh…Nouvo Z memang matik  yang benar-benar manis, layaknya si mbak ini😀.