Kymco Spike 120…motor bebek terbaik yang sedikit terlupakan

Posted on 7 February 2011

53


Mungkin banyak dari anda yang kurang memperhatikan motor cub buatan negeri Taiwan ini. Karena minimnya produk yang terjual dinegera kita, serta pamor yang dibawa masih dibawah brand kompetitor yang ada, seolah makin tenggelam saja produk ini dari jaungkaun informasi masyarakat banyak.

Kymco Spike 120, bebek yang terlebih dulu mendulang sukses penjualan dibeberapa negera Eropa. Pada tahun 2003 lampau mencoba peruntungan untuk dipasarkan keranah ‘darah’ penjualan motor tipe cub dinegeri ini. Yeahhh…seperti yang anda tahu, doktrin yang sudah menancap di mindset konsumen kebanyakan, produsen Kymco Lippo Motor Indonesia (KLMI) adalah pabrikan yang spesialis dalam menelorkan produk Jet Matik. Mungkin karena kurangnya edukasi produk ke pasar, maka sangat disayangkan hasil penjualan motor ini termasuk adem ayem ditengah serunya perang harga segment bebek tanah air.

Jika anda tahu dari isi jeroan Spike 120, pastilah anda akan setuju dengan saya untuk mengacungkan jempol pertanda kagum dengan produk ini. Apabila disandingkan dengan tipe motor sejenis yang ada yang waktu itu, Spike 120 saya rasa masih terlalu superior segala sesuatunya dari pada produk kompetitor. Okeiii…untuk mengetahuinya mari kita bahas satu persatu kelebihan dari motor ini.

Pertama adalah: motor ini menganut teknologi empat langkah terbesar dikelasnya. Dengan kubikasi mesin 120cc single silinder, setahu saya belum ada produk kompetitor yang menerapkan mesin berkubikasi sebesar ini pada produk bebeknya.
Kedua adalah: diameter shockbreker depan terbesar dikelasnya, hampir sama dengan yang diaplikasikan pada motor batangan.
Ketiga adalah: penggunaan rangka mencomot design Honda NSR 150 R versi Taiwan yaitu twin tube backbone frame.
Keempat adalah: pemakaian model bohlamp H4 pada urusan penerangan, yang saat ini baru diaplikasikan pada Yamaha V-ixion ataupun Bajaj Pulsar.
Kelima adalah: motor bebek empat langkah pertama yang bermono shock serta ber disk brake belakang.
Keenam adalah: ukuran diameter tromol depan belakang yang sama persis dengan kepunyaan motor batangan.
Ketujuh adalah: dimensi ukuran penampung bahan bakar terbesar dikelasnya yakni 6,3 liter, coba bandingkan dengan produk sejenis maksimum hanya 4.3 liter saja.
Kedelapan adalah: produk motor bebek lokal tipe empat langkah pertama yang telah menerapkan sistem pelepas gas buang yang lolos uji EURO 2.



Nah…dari sini bisa anda simpulkan sendiri, betapa lebih superiornya motor ini dijamannya jika akan dipadukan dengan spek teknis bebek yang sejenis. Ada lagi soal jaminan durabilitas pemakaian, seperti yang sudah saya tulis diparagraph atas, motor ini termasuk produk yang dipasarkan dibeberapa negara Eropa jadi jangan diragukan lagi perihal kwalitas serta kehandalan mesin yang diusungnya.

Selama masa edarnya dari awal tahun 2002 sampai dengan tahun 2004, Kymco Spike telah mengalami tiga kali perubahan tipe serta model. Model pertama mengusung nama Spike SRS dengan detail berupa rem belakang masih tromol serta lampu dengan sein belakang masih memisah. Model kedua mengusung nama Spike R, detailnya hampir sama dengan SRS tapi pembedanya ada pada lampu serta sein belakang sudah menyatu. Dan yang terakhir adalah Spike RR, detail juga masih sama dengan tipe R, tapi pada tipe ini telah ditambah dengan penggunaan cakram pada urusan penghenti laju roda belakang.

Yeahhh…seperti yang telah saya tulis diatas juga, karena kurang edukasi akan kelebihan produk ini dimata masyarakat. Maka hasil penjualannyapun tergolong adem, sama dengan produk Kymco matiknya. Jika membicarakan perihal overprice, saya kira dengan fitur yang tersemat didalamnya, harga yang ditawarkan pihak pabrikan waktu itu tergolong sebanding. Berbeda dengan produk kompetitor, walaupun mengusung basis mesin C-series yang hanya mengandal baju baru, bisa menjadi jaminan mutu kalau produk tersebut bakal diburu pemakai kebanyakan.

Memang sih…sangat tidak layak jika membandingkan produk dari pabrikan pendatang baru dengan produk pabrikan yang telah menancapkan kukunya ditanah pertiwi sejak akhir era 60’an lampau. Walaupun dijejali dengan berbagai fitur tercanggih apapun, jika tidak bisa melakukan edukasi pada market yang ada, hal yang terjadi pada Kymco Spike 120 yakni mati muda disaat bertarung dikelas berdarah motor bebek, merupakan hal lumrah yang akan kita temui serta saksikan. Kalau sudah begini, bagi para maniak produk yang telah terdiscontinue tersebut yang pada akhirnya akan menjadi tumbal dari kegagalan pasar pihak pabrikan.

Demikian dari saya,

Salam.

******************************************

Mungkin jugakah dikarenakan dampak asal produk China, Spike 120 ini jadi sulit diterima pasar? Lantas kalau si mba cantik ini sama-sama dari negeri tirai bambu, apakah sulit untuk diterima menjadi yang terbaik? Ahhh…saya rasa tidak!!🙂