Aprilia RS 250…eksotisme 2 stroke dari Italia

Posted on 8 February 2011

19


Tercatat sudah 4 motor sport kelas 250cc 2 stroke dari Jepang yang sudah saya kupas dibeberapa artikel terdahulu (Honda NSR 250 SP, Yamaha TZM 250, Suzuki RGV Gamma 250 dan Kawasaki KR-1S 250). Diartikel hari ini saya akan mencoba mengupas motor dari negeri Itali yakni Aprilia RS 250, salah satu motor sport 2 stroke yang paling powerfull dimasanya.

Masih seperti kebanyakan motor sport dari pabrikan besar lainnya, Aprilia RS 250 merupakan produk replika dari hasil balap MotoGP yang didesign oleh para insinyur pabrikan guna dijual dalam versi jalan raya. Mencomot basis mesin dari Suzuki RGV 250 yang telah disempurnakan dibeberapa part pendukung lainnya oleh pabrikan Rotax, dimana pabrikan ini juga merupakan penghasil mesin pesawat ringan, snowmobile, ATV, bahkan sepeda motor itu sendiri. Maka jadilah Aprilia RS 250 mahakarya paling sempurna waktu itu, untuk ukuran sebuah sepeda motor sport dikelas 250cc dari benua Eropa.

Tercatat selama masa produksi dari tahun 1993 sampai dengan 2004, Aprila RS 250 telah mengalami 2 kali revisi, serta pengembangan kearah perbaikan performence ditiap tahunnya masa edarnya.

Mengenai spesifikasi mesin pada motor ini bisa dikatakan sebelas duabelas dengan Suzuki RGV 250, namun yang membedakan adalah pada perbaikan otak mapping pengapian ECU, expansion chamber serta airbox yang telah didesign ulang oleh insinyur-insinyur Aprilia guna memperoleh kesempurnaan produk.

Aprilia RS 250 tahun 1997.

Pada produk edisi pertamanya, yaitu versi tahun 1993 sampai dengan 1998, motor ini hadir dipersenjatai mesin berkubikasi 249cc model V-Twin, mengandalkan pendingin cair berupa radiator, serta double karburator tipe flat side ukuran XXL yakni 34mm, yang dengan bengisnya mampu menyemburkan maksimum power 56 daya kuda serta torsi 4.7kg-f pada 9.800rpm, hingga dikabarkan motor ini mampu dibesut sampai kecepatan 205kph. Tentu saja demi menjaga kestabilan motor tanpa mengurangi daya yang tersalur keroda belakang, frame sasis mengambil model twin spar yang mengandalkan material alumunium alloy, dimana sudah terbukti diberbagai motor sport dunia telah mengadopsi bahan ini.

Untuk meredam guncangan dijalan, shocbreker depan model upside down merk Showa, telah tertanam sempurna dengan dilengkapi mekanisme penghenti laju double disk brake merk Brembo untuk mengurangi laju roda motor berukuran 17″/120-60 diarea depan. Sedangkan urusan peredam kejut area belakang telah terpasang monoshock merk Sach pada swing arm yang juga telah terinstall single disk brake dengan merk sama yaitu Brembo, guna mengurangi kitiran roda belakang berukuran 17″/150-60.

Aprilia RS 250 tahun 2002.

Memasuki tahun 1998, untuk memperingati kemenangan team Aprilia Racing diajang balap MotoGP kelas 250cc yang dulu dibela oleh Marco Melandri. Pihak pabrikan membuat replika motor hasil besutan dari sang rider. Masih tetap mengandalkan basis mesin  serta frame sama seperti pendahulunya, Aprilia RS 250 hadir dengan beberapa perbaikan pada detail design dan part. Dari perubahan yang nampak ada pada motor tersebut adalah, corak grafis, style position riding, penggunaan peredam kejut Showa terbaru, model panel instrumen diperbaiki, serta ukuran roda yang menggunakan ukuran 17″/120-60 depan dan 17″/110-60 belakang.

Hingga pada akhirnya ditahun 2003 pihak pabrikan mengalami kesulitan financial, maka sebagai tumbal, pada tahun 2004 motor ini harus di discontinue keberadaannya dari market global. Telah tercatat juga, bahwa motor ini pernah masuk kepeta penjualan sepeda motor dalam negeri via importir umum, yang mungkin anda sekalian juga telah paham bahwa banderol harga yang ada waktu itu pasti tidak akan bisa dilirik oleh banyak konsumen penggila kecepatan kelas bawah, seperti halnya saya😀.

Demikian dari saya,

Salam.

***********************************************************

Motor sport dari Italia memang benar-benar eksotis, lantas bagaimana dengan mbak yang satu ini? apakah layak dianggap eksotis?😀