Valentine, menurutku…

Posted on 10 February 2011

21


Bulan Februari bagi beberapa kaum muda pastilah diidentikan dengan perayaan Valentine. Dengan bergesernya hari menuju ketanggal 14, tidak sedikit orang yang memandang sinis akan perayaan tersebut. Terutama disini, di Indonesia, disebuah negera yang penduduknya mayoritas memeluk kepercayaan Islam, pastilah akan terjadi suatu sifat pro maupun kontra akan hari tersebut. Dan bahkan yang paling ekstrim, beberapa kalangan telah meng’haram’kan perayaan Valentine tersebut, serta akan mengecam keras para saudara seiman yang tetap ikut merayakannya. Lantas, apasih yang mendasari kaum muda untuk ikut merayakan Valentine? dan apa pula yang mengakibatkan perayaan tersebut sangat dijauhi oleh saudara kita kaum Muslimin. Okeiii…mari kita bahas sesuai dengan kapasitas saya sebagai blogger penjual obat kuat, jadi kalau ada yang kurang berkenan mohon dimaafkan saja.😀

Sebagai pembuka tentunya saya akan membahas soal Valentine Days tersebut dari kacamata netral yang tidak memihak suatu kepercayaan tertentu.



Jika kita merunut sejarah perihal valentine day ditanggal 14 tiap bulan Februari. Yang saya tahu ada beberapa versi menurut kepercayaan Katolik.

Yang pertama. Menurut Ensiklopedia Gereja Katholik yang ada, istilah Valentine merupakan hasil saduran dari asal kata Valentinus, yang berasal dari tiga cerita lama berbeda mengenai seorang Martir atau Santo (seseorang yang dianggap suci). Ketiga orang tersebut adalah: seorang pastor disebuah gereja di Roma, seorang uskup agung dari daerah bernama Interamma, dan yang terakhir adalah seorang martir dari sebuah propensi kekuasaan Roma di Afrika. Menurut seorang pemimpin tertinggi gereja Katolik di Roma tahun 496 M yakni Paus Gelasius II, menyatakan bahwa korelasi antara ketiga orang suci tersebut dengan hari kasih sayang memang tidak ada sangkut pautnya sama sekali.

Yang kedua. Di Inggris, dahulu kala ada sebuah cerita turun temurun mengenai legenda Santo Valentinus. Disana diceritakan, waktu jaman dahulu kala, seorang anggota pasukan perang dari Romawi dilarang menikah oleh Kaisar Claudius II, tetapi, berkat bantuan dari Santo Valentinus itulah serdadu perang tersebut bisa melaksanakan pernikahannya, walaupun dengan cara diam-diam. Maka pada waktu itu, bagi pasangan yang tengah dimabuk asmara lazim bertukar catatan dan memanggil belahan hatinya dengan sebutan Valentine.

Yang ketiga. Di Irlandia, pada tahun 1836 telah ditemukan jenazah Santo Hypolytus yang diidentifikasi sebagai jenazah Santo Valentinus. Maka oleh Paus Gregorius XVI, jenazah tersebut dipindah kesebuah komplek makam milik gereja Whiterviar yang berada didaerah Dublin, Irlandia. Semenjak saat itu banyak wisatawan, khususnya muda mudi yang datang tiap tanggal 14 Februari untuk melakukan ziarah.

Nah…seperti yang anda sekarang tahu, asal muasal yang masih ‘abu-abu’ (baca belum tentu kebenarannya) tersebut jelas dari kepercayaan Katolik atau bisa disebut juga bagian dari sebuah ritual Kristenisasi. Maka untuk mengubur ritual yang masih kabur mengenai detail sejarahnya tersebut, pihak gereja Katolik Roma pada tahun 1969 menghapus acara-acara tersebut dari kalender rutin kegiatan tahunan gereja dunia.

Akan tetapi walaupun perayaan tersebut telah berusaha dikaburkan oleh pihak gereja, ternyata bagi masyarakat yang telah senantiasa melakukan tiap tahunnya, tidak bisa untuk memupus kegiatan tersebut dari agenda tahunan yang siap digelar. Mungkin bagaikan sudah mengakar daging perayaan tersebut ada didiri para penganutnya.

Lantas diera sekarang ini, perayaan hari kasih sayang juga masih saja banyak yang melestarikannya. Tidak sedikit masyarakat dunia menikmati perayaan valentine day tersebut. Karena mungkin kasih sayang merupakan bagian hidup dari manusia itu sendiri, maka tanpa disadari, karena kebiasaan tiap tanggal 14 Februari secara tidak langsung dijadikan simbol sebagai pengetuk dimulainya hari khusus, hari untuk mengungkapkan rasa sayang kepada semua yang mereka sayangi, entah itu suami, istri, pacar, orang tua, bahkan teman.

Sedangkan di Indonesia sendiri pada khususnya, yang telah ditahbiskan sebagai negera dengan masyarakat Muslim terbesar dunia, tidak sedikit para kaum mudanya yang turut juga larut kedalam suasana ceria mengikuti perayaan valentine. Seperti yang rekan-rekan Muslim tahu, Arab Saudi sebagai negera kiblat Islam diseluruh duniapun telah memberikan stempel ‘haram’ pada perayaan tersebut. Tapi kenapa para kaum muda penerus ajaran mulia malah berbelok arah mengikuti perayaan yang dianggap sabagai budaya ‘Agama Pagan’ (penyembah berhala)?.

Mungkin hal ini bisa terjawab karena efek dari influence industrialis yang memanfaatkan momen Valentine untuk mengeruk keuntungan lebih. Sekarang coba anda pergi jalan-jalan kepusat perbelanjaan, entah di mall, departments store ataupun market modern lainnya, pasti anda akan banyak menemui berbagai unsur ‘hiperbolis’ tentang apa Valentine itu sendiri. Nah…dari sinilah pangsa sasaran kaum industrialis untuk mengeruk untung demi kepuasan pribadi tanpa memandang efek apa yang tengah menghangat dikalangan masyarakat sebenarnya. Tentu saja ‘kaum muda’lah (baca ABG) yang belum mengerti benar apa itu sebenarnya Valentine dan seluk beluk sejarahnya manjadi korban terperdaya nan sempurna untuk dijadikan tumbal keegoisan pasar.

Sebenarnya bagi anda yang merasa tahu benar atau salah mengenai apa itu Valentine, tidak perlu untuk membuat statemen yang malah hanya memperkeruh suasana. Kita sebagai masyarakat Indonesia, tinggal dinegera Indonesia, negera yang majemuk, dengan keaneka ragaman yang berbineka tunggal ika, harusnya memberi pengertian lebih mengenai plus minus apa itu Valentine kegenerasi seiman, tanpa perlu menjatuhkan nilai kepercayaan lain atau melontarkan kata-kata berbau SARA untuk menyulut pertikaian.

Last bagi brothers yang merasa sudah sreg dengan agenda Valentine ditanggal 14 nanti, ya udah tetap jalankan apa yang anda anggap benar dan bagi brothers yang tidak mengikuti atau tidak ingin merayakan perayaan Valentine, stay cool ajalah, nikmati perbedaan hidup dimasyarakat yang berbeda-beda tetapi tetap satu jua, yaitu masyarakat Indonesia.😀

Demikian dari saya,

Salam.

Posted in: Petuah & Opini