Jika Italjet Dragster berbaju Lambretta, keren browww!!!

Posted on 17 February 2011

16


Banyak orang tahu bahwasannya Lambretta adalah motor skuter asal Milan, Itali, yang pernah booming keberadaannya era 60’an sampai dengan 70’an lampau. Dan tentu tidak sedikit yang tahu kalau Italjet Dragster 180 adalah skuter matik terkencang yang pernah dibuat oleh pabrikan Italjet asal Bolgna, Itali. Tapi tahukan anda kesamaan dari kedua buah skuter beda usia ini? Hmmm…kesamaannya adalah, sama-sama mempunyai nama besar dinegara Inggris Raya, yang notabennya adalah negara yang ‘bukan penghasil skuter kencang😀.

Maka untuk merubah paradigma diatas, seorang David Bridggs, mantan pembalap motor drag era 80’an asal Inggris. Bekerja sama dengan modifikator handal dibidangnya, Frank Osgerby, berkolaborasilah mereka berdua guna mengkreasikan sebuah skuter beda generasi yang dilebur menjadi satu, yakni Lamster. Yup…Lamster atau kepanjangan dari Lambretta dan Italjet Dragster, sebuah perpaduan modifikasi unik dan ekstrim. Kedua manusia jenius dibidangnya masing-masing tersebut saling berolah pikir untuk bisa menjejalkan bongkahan mesin 2 tak Italjet Dragster 180cc atau 125cc kedalam rangka monokoq Lambretta. Melalui trial and error, akhirnya uji coba tersebut bisa berjalan dengan smooth.



Tapi ketika power dari mesin 2 stroke Italjet Dragster 180cc masih dirasa kurang mumpuni, dan handling dari bawaan skuter Lambretta terasa kurang safety saat motor diajak ngebut, maka lagi-lagi Dave (panggilan David) melakukan perbaikan dikedua sektor tersebut.

Untuk urusan doping performa pada mesin Dragster, Dave, mempercayakan rumah tunning PSN Scooters dari kota Bantley Inggris untuk mengobrak-abrik jeroan Drangster agar menjadi lebih beringas. Tercatat produk andalan dari Malosi dan Polini yang telah malang melintang membuat part performance khusus skuter, banyak menempel dimesin tersebut. Misal: Malosi barrel, Malosi Crank, Malosi Reed Valve, Knalpot Polini, serta tidak ketinggalan pasokan bahan bakar dikabutkan oleh karburator ukuran XL yakni Koso venturi 28mm. Maka, ketika motor ditest dengan Dyno, power yang dihasilkan setelah tunning terdongkrak menjadi 26.6 daya kuda dan top speed yang diraih bisa sampai 80 MPH, coba kalikan sendiri dengan konversi KPH, berapa kecepatan yang didapat….wowwww!!!!

Sedangkan untuk urusan tampilan dan handling, Dave terisnpirasi oleh aura GP Street Racer. Maka untuk mengejar tampilan tersebut, beberapa part yang ada dibody skuter dilakukan beberapa ubahan guna mengejar estetika yang diinginkan. Terlihat shockbreker depan belakang mengadopsi brand Chiselspeed yang banyak digunakan oleh kaum scooter speed holic di Britania Raya. Hal tersebut dilakukan dengan pemikiran, motor ini memang menganut konsep Racing Classic, maka untuk mengejar aroma balap, beberapa part racing memang harus dibenamkan ditubuh motor ini. Dan untuk menunjang kestabilan dijalan, velg plus roda bawaan Lambretta yang berdimensi cungkring telah dibuang jauh-jauh, kemudian digantikan posisinya oleh bawaan dari skuter Gillera. Sekarang skuteris mana sich yang tidak pe-de jika menunggangi Lamster tersebut? walaupun bertampang bahula, tapi jangan remehkan tenaganya browww…

And the last result….dari modifikasi ektrem tersebut silahkan anda pelototin sendiri hasilnya, ciamik buka? dengan tanpa mengorbankan estetika motor lawas, Dave telah membawa Lambretta nya kegenre baru, yaitu Racing Classic.

Demikian dari saya,

Salam.

*********************************************************************

Hmmm….mba Jenifer Lopez ini juga terlihat klasik namun juga tetap bisa mengandalkan ke sexy’an nya diatas skuter yang sama-sama asli Itali, yakni Vespa.😀

Posted in: Modifikasi Motor