Universal Soldier (1992)

Posted on 18 February 2011

6


Hari demi hari koq rasanya cepat berlalu ya, sekarang tiba-tiba sudah hari jum’at, berarti besok week end donk…asik nich bisa jalan-jalan sembari cuci mata bareng dengan anak istri๐Ÿ˜€. Yeahhh…seperti hari jum’at biasanya, hari tersebut memang saya khususkan untuk upload artikel berupa ‘suck movie reviews’ versi Dnugros, dan seperti yang anda ketahui, review yang saya berikan bukanlah film mainstream jaman sekarang melainkan film-film action (B-Movies) atau horor yang mengalami booming dimasanya dulu dan sudah mulai terlupakan oleh generasi moviegoers era milenium saat ini.

Wokeiii…hari ini akan kita review film produksi tahun 1992 yang berjudul Universal Soldier. Satu lagu persembahan action movie kelas B yang sempat memacu adrenalin pemirsanya dimasa lampau. Dengan mengandalkan 2 aktor berorot kenamaan waktu itu, Van Damme serta Dolph Lundgren, sudah tentu menjadi jaminan mutu kalau film tersebut akan tumpah ruah dengan adegan dar-der-dor maupun bak-bik-buk dengan disisipi sex scene yang menjadi harapan para kaum Adam sebagai penikmatnya…whoaa!!!

Dan sebagai mantan bocah pelahap film-film keras macam beginian, Dnugros tentu saja sangat manaruh respect terhadap para aktor pemainnya. Bicara soal Van Damme, sudahlah, banyak masyarakat kita memuja film-filmnya. Mulai dari penduduk kampung sampai perkotaan pasti sudah familiar dengan aktor yang mempunyai trade mark berupa spinning kick 180 derajad. Lantas bagaimana dengan Dolph Lundgren? yeah masih sebelas dua belas dengan si Mr.Bloodsport, aktor yang namanya melambung berkat karakter Ivan Drago difilm Rocky 4 (1985) milik Stallone, pada jamannya telah distempel oleh banyak moviegoers sebagai aktor specialis B-Movie berkat film-filmnya, seperti: Master Of The Universe alias He-Man (1987), Red Scorpion (1989), Punisher (1989), ataupun berduet bersama alm.Brandon Lee di Showdown In Little Tokyo (1991).

Lantas berbicara soal sutradara Universal Soldier sendiri, tentu bagi anda penikmat film yang bertemakan ‘destrution of the world’, tentu sudah tidak asing dengan nama Rolland Emerich. Masih ingat donk bagaimana dia menciptakan perang antara umat manusia melawan Alien yang berasal dari piring terbang sebesar kota Texas, Amerika difilm Independence Day (1996), lantas memporak-porandakan kota New York dengan reptil raksasa difilm Godzilla (1998), terus membekukan separuh planet bumi melalui The Day After Tomorrow (2004), dan yang terakhir meluluh lantakan peradapan umat manusia berdasar ramalan kuno suku bangsa Maya lewat 2012 (2009).

Jadi rasa-rasanya sudah ‘klop!’ kalau film ini pasti akan bertaburan adegan mencengangkan lewat sentuhan tangan Roland Emmerich.

Universal Soldier sendiri menceritakan tentang sekelompok pasukan UniSol yang di ‘create’ dari mantan prajurit perang vietnam yang telah mati. Berkat teknologi ‘super’ milik pemerintah Amerika, para mayat tersebut dibangkitkan dari alam kematian untuk dijadikan pasukan tempur berwujud humanoid. Tapi sayang, salah satu UniSol berjuluk GR44 alias Lux Devereaux (Van Damme) mengalami ‘error program’ yang berakibat membangkang perintah atasan, dan memilih kabur dari kesatuan berkat bantuan wartawati ‘gelap’ bernama Veronica (Ally Walker) yang tengah menguak sisi buruk dari pasukan ini.

Error program yang terjadi pada GR44 juga merembet ke prajurit GR13 alias Andrew Scoot (Dolph Lundgren). Entah kenapa memori kedua UniSol ini secara beruntun bisa ‘flash back’ kemasa lampau, masa dimana mereka masih bertugas di Vietnam, dimana kedua prajurit ini ternyata mempunyai masa lalu yang saling bermusuhan. Seperti yang sudah saya duga, adegan bergulir ke scene ‘Cat and Mouse’, alias kejar-kejaran antara pasukan yang mengikuti GR13 melawan GR44. Nah dari sinilah tensi film mulai bergulir cepat, adegan seru penuh ‘destruction’ sewaktu kejar-kejaran banyak bertebaran disepanjang tengah sampai akhir durasi film selama 102 menit. Dan sebagai penghujung, kita akan disuguhkan duel seru dua aktor berotot yang sama-sama mempunyai ‘background’ disiplin ilmu martial art berupa karate.

Yeahhh…Universal Soldier, jika dinikmati dijaman sekarangpun masih terlihat belum kehilangan ‘taring nya. Jika disejajarkan dengan film sejenis buatan tahun 2000’an keatas, saya rasa masih unggul disegalanya. Kenapa saya bilang seperti itu? karena banyak film action tipikal B-Movies saat ini, hanya mengandalkan polesan CGI (Computer Graphic Imagine) untuk memberikan efek ‘kerusakan’ pada bagian-bagian ‘seru’nya. Tapi beda dengan tipikal film action bergenre sejenis diera pertengahan 80’an sampai awal 90’an lampau, untuk memberikan efek dahsyat diadegan ‘pengrusakan’, memang dibutuhkan barang nyata untuk dihancurkan atau diledakkan. Dan yang menjadi poin penting difilm-film action waktu itu, sang aktor haruslah mempunyai basic atau skill martial art yang bagus untuk memberi kesan mendalam saat adegan pertarungan tengah bergulir. Coba ingat-ingat dengan aktor film action selain Van Damme dan Dolp Lundgren yang mempunyai keahlian bertarung tangan kosong, pasti pikiran anda akan melayang ke nama Chuck Norris, Steven Seagal ataupun Brandon Lee. Selain kepiawain bermain martial art, tubuh penuh otot layaknya overdose steroid haruslah menjadi tuntutan utama, coba lihat Sylvester Stallone, Arnold Schwarchzengger sudah menjadi bukti kesuksesan dirinya menjadi super star difilm sejenis.

Last…film ini sangat saya rekomendasikan bagi anda yang ingin bernostagia dengan masa keemasan film action ala tahun 90’an. Tapi ingat! jangan ajak anak dibawah umur untuk mengkonsumsi film semacam ini, karena banyak adegan dewasa yang kurang sesuai dengan daya pikir mereka, kecuali jika anda menginginkan anak-anak anda menjadi seperti saya yang kecanduan film sampah semenjak duduk dikelas 2 SD.๐Ÿ˜€

Demikian dari saya,

Salam.

Posted in: Resensi Film