Hiduplah dalam mimpimu, bukan mimpi orang tuamu, ataupun mimpi orang lain!

Posted on 22 February 2011

9


Masih ingat dengan artikel ini? disini saya memang terkesan mengajak para kaum muda untuk menyisakan sedikit sifat ‘rebelious’ dalam pribadi masing-masing. Apakah itu salah? kalau saya jawab tentu tidak, asal dibarengi dengan tanggung jawab yang besar.

Memang tidak sedikit orang yang merasa menyesal dengan impian kecil yang dulu pernah teridam-idamkan, tapi karena terbentur oleh norma dan aturan yang berlaku dimasyarakat, segala hayal akan raihan sempurna dalam hidup telah hilang, sirna, dan kandas ditelan sang waktu dengan sendirinya. Akhir dari sebuah pengembaraan penyesalan adalah akhir dari sebuah cerita terpendam dari sosok penurut yang amat teramat penurut. Lantas apakah rasa penyesalan itu akan terobati dengan sendirinya? iya jawabannya!, seiring dengan berjalannya waktu rasa itu akan hilang dengan sendirinya. Tapi penyesalan tetaplah penyesalan, sesuatu ‘hal’ yang telah membekas dihati si penerut dan tidak kan pernah bisa hilang ‘bekas’ yang telah ditimbulkannya.

Seperti yang telah saya tulis diartikel kemarin, terkadang orang tua lah pembunuh nomor satu impian atau cita-cita dari keinginan seorang anak. Disini saya juga tidak bisa menyalahkan orang tua, karena ‘peran’ orang tua lah seseorang bisa ‘berhasil’ dalam hidup, tapi tidak sedikit pula karena dari orang tua lah masa depan anak kandas dihantam ‘dogma’ yang berlaku.



Sangat-sangat dianjurkan untuk menghormati ‘segala’ aturan orang tua, hanya anak ‘durhakalah’ yang tidak mau mendengar keinginan nasehat dari orang tua. Betul kan pernyataan saya tersebut?, tapi terkadang dengan mengikuti 100% keinginan dari orang tua, maka hati-hatilah kamu akan sebuah impian yang sangat indah akan lenyap dalam hidupmu. Dear all, disini saya tidak akan mengajarkan bagi kalian untuk membangkang dengan keinginan orang tua kalian, tapi saya hanya sedikit memberi pencerahan. Disamping ‘tunduk’ akan aturan yang diperlakukan orang tua kalian, kalian pasti punya sebuah mimpi, mimpi untuk menjadi diri kamu sendiri, mimpi untuk menunjukan bahwa apa isi yang ada dikepala kamu juga layak untuk direalisasikan, betul tidak?

Maka dari itu, JANGAN PERNAH TAKUT untuk mewujud impian kamu, asal apa yang kamu angankan tersebut sesuai dengan kaedah yang berlaku dikehidupan lebih baik. Hanya manusia BODOH yang tidak mempunyai mimpi untuk menjadi ‘sesuatu’ yang lebih baik. JANGAN PERNAH TAKUT UNTUK BERTENTANGAN DENGAN KEINGINAN ORANG TUA! asal kamu bisa mempertanggung jawabkan segala impian kamu dengan sangan hal yang benar. Tunjukan kepada mereka (orang tua), bahwa kamu adalah pribadi yang telah ‘dewasa’ dalam mengambil keputusan, bukan hanya pribadi yang selalu menuruti akan segala sikap ‘arogansi’ yang lebih tua. Tidak akan ada ‘DOSA’ untuk sebuah pembangkangan dogma yang mempunyai nilai kaedah hidup lebih baik dimasa depan. Saya jamin itu!

Jujur saya merasa bangga dengan sifat pembangkangan!. Perlu anda ketahui, dengan sifat rebel yang ada didiri saya saat ini, saya telah bisa merasakan bagaimana indahnya hidup, saya banyak belajar hal positif dan negatif dalam kehidupan, serta mengetahui beban akan sebuah tanggung jawab dalam pemilihan keputusan. Saya jadi lebih tahu akan hukum sebab akibat tentang sebuah arti pembangkangan. Jadi kalau dikumpulkan, nilai tentang warna-warni hidup di diri saya akan sangat beragam. Beda dengan tipikal si ‘penurut’, karena hanya akan ditemui beberapa warna dalam pilihan mimpinya.

Sekali lagi buat kalian yang masih muda. Hidup ini hanya sekali, jangan sia-siakan impianmu untuk menjadi pribadi yang lebih baik dikehidupan bermasyarakat. Robohkan dinding norma dan dogma akan kekakuan paradog kolot jaman bahula, tapi jangan sampai merobohkan pandangan hidup untuk masa depan yang cemerlang. Hiduplah dalam mimpimu, bukan mimpi orang tuamu, atau mimpi orang lain!

Demikian dari saya,

Salam.

Posted in: Petuah & Opini