Italjet Dragster D180LC, bukan matik sembarang matik.

Posted on 22 February 2011

9


Ini bukanlah matik yang kalau distater keluar bunyi ‘bletak’, ataupula matik yang dibilang banyak orang ‘jadul ahhh’, tapi ini matik bukan sembarang matik, ini matik super yang berbodi atletis, sexy, nan menggoda libido kaum lelaki untuk selalu mengangkanginya. Yup…Italjet Dragster 180 (2 stroke), sebuah skuter matik fenomenal yang pernah dibuat oleh pabrikan Italjet rentang tahun 1998 sampai dengan 2003.

Seperti yang anda tahu, tiap pabrikan motor asal Itali pasti selalu membuat gebrakan yang memukau dalam menelorkan sebuah produknya. Lihat saja bagaimana motor-motor Ducati begitu digilai fans fanatikannya, karena unsur eksotisme dan speed holic lah, tiap produk motor Italia begitu menggoda konsumen dunia. Begitu juga dengan Italjet Dragster, skuter matik hasil pabrikan satu kampung dengan Ducati yakni kota Bologna, Italia ini begitu mendapat sambutan antusias para skuter lover dikawasan Eropa, khususnya Inggris.

Dari sekian banyak varian Dragster 2 stroke, mulai yang berkubikasi 50cc, 125cc, sampai dengan 180cc. Hanya Dragster D180LC lah, skuter yang mampu memperoleh sambutan hangat publik dunia, dan bahkan motor ini sempat dijuluki sebagai ‘fastest scooter in the world’ karena mampu menundukan kedigdayaan Suzuki Hayabusa diajang drag 401M.

Jika melihat model tongkrongannya sendiri sich, kita akan dibuat terpana dengan design rangkanya. Mengambil bahan ‘tubular steel tralis’ layaknya rangka motor Ducati atau Bimota, memang Dragster bisa disejajarkan kemolekan bodinya dengan kedua motor tersebut. Apakah gara-gara pabriknya dekat dengan pabrik Ducati, lantas sang engineer Italjet mendapat inspirasi untuk memadukan keindahan dua motor tersebut kesebuah skuter matik ‘terpanas’ waktu itu…ah…hanya rumput bergoyang yang tahu.😀

Selain design frame yang unik, keunikan lain yang bisa dilihat di skuter ini adalah pada model suspensi depan yang mengambil model single arm dengan center hub sebagai pengarah handling, plus dilengkapi peredam kejut berupa single shocbroker bertipe hydropneumatik. Lantas untuk urusan roda, layaknya kebanyakan skuter matik Eropa pada umumnya, masih menganut rim kecil tapi bertapak lebar, yakni: untuk depan 11″/120-70 dan belakang 13″/130-60. Seperti yang telah saya sebutkan diparagrap awal bahwa ini matik bukan sembarang matik, maka untuk penghenti laju roda, juga telah dilengkapi disk brake depan belakang sebagai piranti keamanan berkendara dijalan.

Dengan menyandang kubikasi mesin 2 stroke ber displacement 180cc serta mengandalkan pendingin mesin radiator (liquid), saya rasa motor ini akan sangat mudah untuk mengail power dengan cepatnya, yeah! seperti yang anda tahu, motor 2 stroke sangat mudah untuk mengail power tinggi dengan cepat. Apalagi dengan ‘jantung’ pemompa aliran bahan bakar masih mengandalkan karburator, maka tidak heran akan banyak part racing dengan mudah diaplikasikan ke Dragster. Skuter matik yang mampu memuntahkan power hingga 19.4 daya kuda ini, mampu menembus kecepatan dari 0 ke 100 kph hanya membutuhkan waktu 6 detik saja…whowww!. Mungkin karena bobot motor yang relatif enteng yakni 109kg, jadi deliveri murni power yang dihasilkan mesin ke roda belakang bisa meluncur sempurna.

Yeah…walaupun matik kencang 2 stroke ini telah berstatus almarhum, tapi untuk urusan part performence seolah tidak ada matinya. Seperti kebanyakan skuter Eropa pada umumnya, part racing untuk me-restricted powernya masih dengan mudah didapatkan. Coba aja klik di http://www.italjet.co.uk, disana banyak menyediakan berbagai part racing dari mulai brand Malosi, Velocifero hingga Polini, jadi user tinggal pilih sesuaikan dengan kebutuhan ‘isi kantong’.

Tercatat dulu ditahun 2002 hingga 2003’an, Italjet Dragster D180LC pernah diboyong masuk via importir umum Aprilia Indonesia, sebelum pada akhirnya ditahun 2004 gerai tersebut kolap dan tutup hingga sekarang ini. Jadi mungkin pemilik Dragster 180 (2stroke) bisa dihitung dengan jari, karena keberadaan motor ini memang benar-benar langka disini.

Demikian dari saya,

Salam.

***************************************************

Yeah…walaupun matiknya bukan asal Eropa (Kawasaki Curve 115), tapi foxy ridernya ngga kalah Sexy seperti matik Eropa lho.😀