Kawasaki K1 115, bebek jagoan yang sudah terlupakan

Posted on 24 February 2011

26


Sudah bukan rahasia umum lagi kalau produk sepeda motor batangan dari Kawasaki merupakan salah satu yang tercepat dalam urusan adu betot gas dijalanan. Sudah banyak bukti bahwa varian Ninja series dari mulai yang 150 cc 2 stroke sampai 1000 cc 4 stroke adalah yang terhebat dikelasnya. Begitupun dinegeri kita, jika orang menyebut Kawasaki Ninja 150 2 tak, banyak orang sependapat bahwa motor tersebut merupakan yang tercepat untuk saat ini. Memang kita harus mengamini, bahwasannya produk motor-motor 2 stroke baik itu tipe batangan maupun bebek dari Kawasaki adalah yang terbaik dikelasnya.

Hahhh!…motor bebek 2 tak dari Kawasaki? iya betul, motor bebek 2 tak dari pabrikan tersebut memang hebat dimasanya. Tapi sayang disini kita tidak bisa mengenalnya secara langsung, karena memang produknya enggan dimasukan oleh pihak pabrikan. Tapi jangan heran kalau motor-motor bebek 2 tak Kawasaki tersebut mendapat hati para penikmatnya, terutama dinegeri tetangga, macam Malaysia, Thailand, Vietnam, atau beberapa negera di Amerika Latin ataupun Eropa.

Anda pasti sudah tidak asing dengan Kawasaki Leo khan? saya harap tidak, karena jikapun lupa, anda bisa klik diartikel ini untuk mengingatnya. Hari saya tidak akan mengulas motor itu lagi, tapi saudara tuanya yakni Kawasaki K1 115 atau kalau di negeri kita, anda bisa menyebutnya sebagai Kaze 2 stroke. Lhooo koq bisa? bisa donk. Wokeiii…mari kalau begitu kita kupas tentang motor ini.

Untuk market Asia Tenggara motor ini lebih dikenal sebagai Kawasaki Magic 115.

Seperti yang sudah saya bilang tadi, bahwa motor ini sangat mirip dengan Kaze generasi pertama yang telah wara-wiri dijalanan negeri kita pertengahan 90’an sampai awal 2000’an. Jika diamati secara garis design, layaknya pinang dibelah dua model tongkrongan kedua motor ini. Mungkin karena masih sama-sama satu ibu yakni Kawasaki, pihak engineer pabrikan enggan membuat konsep design baru pada dua varian beda teknologi ini. Hmmm…analisa yang ngawur, jangan dimasukan pikiran.😀

Dengan mengandalkan teknologi mesin 2 langkah, berkubikasi 114cc disertai pendingin mesin udara, saya rasa ini sudah merupakan varian cub paling ideal untuk berkomuter didalam kota. Dengan dibekali karburator Mikuni XVM 18mm, bisa dibayangkan, motor mempunyai bore x stroke = 54.0 x 54.4 mm ini mampu dipacu hingga kecepatan 150kph (menurut testimoni tester FR2 di Thailand). wowww!….bebek super donk!, so pasti bleh!

Sedang untuk market diluar Asia, motor ini dinamakan Kawasaki K1.

Ngeri juga jika motor super kencang tapi tidak dibekali piranti pengeraman handal. Untuk itu, motor yang dilahirkan tahun 1995 s/d 1999 ini telah dibekali disk brake semi floating untuk urusan penghenti laju. Dan mungkin anda akan geleng-geleng jika melihat bebek mengaplikasikan velg berdiameter 18″ untuk roda depan, maka di K1 115 ini hal tersebut telah dimentahkan, karena motor tersebut telah menerapkan ukuran velg ganjil yakni 17″/80-100 pada roda belakang dan 18″/90-100 pada roda depan.

Selama masa edarnya, tercatat Kawasaki K1 115 telah mengalami sedikit upgrade disektor mesin. Pada Gen1 (Classic), motor ini hanya menerapkan otomatis clutch, 4 percepatan, dan rem depan mengandalkan tromol. Sedangkan pada Gen2 (Sport), K1 115 telah menerapkan manual cluth, 5 percepatan, dan rem depan telah berganti disk brake.

Yeah!…seperti kebanyakan bebek eksotis lainnya, motor ini tidak pernah mengaspal bebas dijalanan negeri kita. Hanya pada era 90’an akhir lampau, Kawasaki K1 pernah mencicipi sengitnya perlombaan road race tanah air yang digawangi oleh salah satu team balap lokal. Jadi jangan harap jika anda bisa melihat sosok bebek jantan ini dijalan umum sekitar kita.😀

Demikian dari saya,

Salam.

**************************************************************

Si mbak ini merenung, kenapa ya motor-motor eksotis 2 tak era dulu tidak pernah nongol ditanah air, padahal khan dia pingin diboncengin oleh cowok yang punya bebek eksotis semacam Kawasaki K1 115.😀