Anak-anakmu bukan mesin foto copy mu!

Posted on 26 February 2011

19


Masih teringat dengan jelas bagaimana saya mendapat penolakan keinginan dari alm.ayah dulu. Ketika selepas SMU dengan gelora menggebu untuk meneruskan studi (kuliah) ke jurusan Teknik Komputer sesuai dengan niat serta keinginan dari hati terdalam. Tetapi harapan yang sudah terkumpul diotak mendadak pudar, sirna, hancur, karena tidak mendapatkan restu dari orang tua, terutama dari ayah. “Intinya kalau tidak ambil ilmu Teknik Industri, ayah tidak akan mengabulkan keinginanmu untuk melanjutkan kuliah!”, kurang lebih seperti itulah kata-kata yang masih teringat tajam dimemori busuk saya.

Saya yakin! bagi anda yang sekarang ini masih duduk dibangku SMU, sifat ‘rebel’ dijiwa kalian pastilah ada, walaupun tingkat atau kadar tiap orang berbeda-beda. Begitu juga dengan saya, yang namanya remaja masih ingusan, belum tahu bagaimana mengambil keputusan dengan kapala dingin. Detik itu juga saya mengikrarkan diri, “Dengan tanpa bantuan ayah, saya akan tetap kuliah dengan niat dan keinginan saya!”. Rasa emosi, marah, serta kecewa, mengudak menjadi satu waktu itu. Anak mana seh yang merasa tidak kecewa jika keinginan terbesarnya ditentang orang tua? saya yakin anda juga pasti kecewa jika keinginan anda tidak disetujui, apalagi ini menyangkut pendidikan. Dimana tiap anak mempunyai pandangan masing-masing akan jalur pendidikan yang akan dia geluti, bullshit lah! jika anda kuliah tanpa mempunyai minat dan keinginan akan jurusan yang anda tempuh saat ini.

Dan demi masuk kesalah satu kampus incaran, saya harus rela menghabiskan waktu 1 tahun untuk bekerja selulus SMU. Dari receh demi receh hasil keringat kerja yang saya kumpulkan, akhirnyalah saya bisa masuk kuliah sesuai dengan minat dan bakat saya. Dan perlu anda ketahui, untuk biaya kuliahpun, saya tidak pernah minta sepeser uang dari orang tua. Hanya dari tabungan hasil kerjalah saya menghidupi sendiri nyawa kehidupan akademik yang saya tempuh. Sungguh waktu itu saya merasa bangga bisa menaklukkan keegoisan ayah tercinta akan perbedaan keinginan tentang dunia pendidikan yang kami mau…whoaaa!

Dari sedikit pengalaman ‘rebelious’ saya waktu dulu, bisa diambil hikmahnya jika anda mau mengambil

Ngomongin pendidikan, ngomongin tujuan masa depan, itu semua ada pada keinginanmu, ada pada dirimu. Ingat itu…semua ada pada dirimu!. Jika ada salah satu faktor yang mengkerdilkan niatmu untuk bisa meraih anganmu, dalam hal ini yang saya soroti soal pendidikan, itu pasti datang dari pihak internal (baca orang tua). Sekarang tinggal bagaimana anda bisa ‘berontak’ untuk menggapai angan anda sendiri atau ‘hanyut’ dalam keinginan yang bersangkutan. Perlu anda camkan dalam diri anda sendiri, jika anda mengambil studi hanya karena keinginan orang lain, saya yakin itu adalah siksaan terberat bagi masa mudamu. Dan lihat hasilnya nanti jika anda telah lulus…!

Memang dijaman yang serba modern seperti saat ini, tipe orang tua kolot telah semakin memudar, tapi tidak sedikit pula yang masih menganutnya. Demi alasan kebaikan sang anaklah, tameng sempurna dari bibir manis yang terucap, untuk mengukuhkan keegoisan pribadi sang pemberi titah. Ingat! jika anda mengalami kejadian seperti yang saya alami, dewasalah dalam mengambil keputusan, karena itu akan berdampak bagi masa depanmu. Saya tahu rasanya kuliah tanpa keinginan dari diri pribadi, hanya demi memanggul mahkota bertuliskan ‘berbakti kepada orang tua’, rasa siksa akan selalui menggelayuti niat untuk berstudi.

Dan bagi orang tua yang kebetulan membaca tulisan ini, mohon bukalah hati dan pikiran anda untuk sedikit menyelami pribadi sang buah hati. Jangan masukan keinginanmu kedalam hidupnya. Biarkan mereka berkembang dalam dunia pendidikan sesuai dengan minat, bakat, serta niatnya. Sekali lagi ingat, ANAK-ANAKMU BUKAN MESIN FOTO COPYMU!!!

Demikian dari saya,

Salam.

Posted in: Petuah & Opini