Kawasaki Cosmo 105, bebek super nan prematur.

Posted on 1 March 2011

22


Kalau minggu kemarin sudah mereview motor bebek bahula Kawasaki K1, kali ini saya masih kembali untuk mengingatkan kepada anda tentang salah satu produk Kawasaki Thailand, yang pernah berjaya di era 80’an akhir hingga awal 90’an. Jangan kaget jika nama motor ini mirip sekali dengan salah satu tokoh ‘tokasatku‘ asal Jepang yakni Cosmo, atau lebih terkenal dengan nama Ultraman Cosmo😀.

Seperti yang sudah-sudah, kita harus mengakui bahwa semua produk Kawasaki baik itu motor bebek maupun batangan pastilah mempunyai ciri khas yang unik dan membekas dihati para penggemarnya. Misal Ninja KRR 150 series, terkenal dengan full fairing plus sasis tralis tube frame. Atau Leo Star dengan shock jenjangnya ala pejantan ber’teleskopik. Nah bagaimana jika era celana baggy masih ngetrend atau model rambut ala Simon Le Bon vokalis Duran-Duran masih meraja, pihak Kawasaki Motor Company Thailand menggarap serta menelurkan sebuah master piece berupa motor bebek jantan dengan mini fairing ditubuhnya?

Hah!…bebek jantan berfairing? ahhh…yang bener lah?!…bener donk, dijamin ini bukan motor hasil modif apalagi buat kontes, ini benar-benar motor bebek yang diproduksi masal dinegeri berjuluk Gajah Putih. Mau tahu motor apaan itu?

Namanya Kawasaki Cosmo. Yup! seperti yang telah saya tulis diawal paragraph, nama motor ini mirip sekali dengan salah satu keluarga Ultraman😀. Bebek pejantan yang dipersenjatai teknologi mesin 2 stroke ini terlihat begitu aneh bagi konsumen awam sekarang ini. Tapi tidak dimasanya, dimana hanya Suzuki Sprinter yang mengandalkan kaki jenjang dibagian haluan waktu itu, Kawasaki Cosmo telah menggeser kewibawaan sang bebek tetangga dengan jubah mungilnya (baca mini fairing).

Dibekali mesin berkubikasi 105cc dengan pendingin mesin masih konvensional, bebek canggih ini memberikan konsep unik dan tersendiri dibanding rival-rivalnya. Dan jika kita amati, produk-produk motor dari Kawasaki memang memberikan value lebih kepada para penikmatnya. Coba bandingkan dengan pabrikan sebelah, khususnya yang dalam negeri? Yamaha Champ lahir cukup telat jika mau dibilang pioner dibidang ayam jago, Suzuki Sprinter masih kalah eksotis dibagian design body yang masih menganut konsep bebek kwek…kwek…kwek…apabila disandingkan dengan Kawasaki Cosmo, apa lagi Honda, pabrikan ini masih berkutat dengan teknologi iritnya tanpa menjual design futuristis nan sporti ala rival-rivalnya.

Dengan konsep selangkah lebih didepan dibanding produk tetangga yang beredar waktu itu, bebek yang mempunyai bore x stroke = 52.5 x 48.6, serta pengendalian rem depan belakang berupa tromol, seolah memberikan kesan kesemua konsumen, bahwa…ini lho bebek yang bukan hasil pembodohan otomotif😀. Apalagi yang Cosmo versi R atau lebih nyaman dipanggil Racing, bebek ini layak didaulat sebagai bebek super nan prematur. Nah lho? apa lagi tuh?!…hal itu karena walaupun Cosmo tergolong ke dinasti bebek, tetapi pemindahan persnelingnya telah menerapkan kopling manual ala motor pejantan tangguh. Coba tengok sebentar, pada era 80’an mana ada bebek yang sudah berkopling manual serta menganut sistem persneling 1-N-2-3-4 ? Makanya motor ini termasuk ke jajaran bebek super nan prematur, karena teknologi yang dianut mendahului jamannya.

Nah…itulah sedikit ulasan dari saya mengenai Kawasaki Cosmo 105, yang walaupun telah hilang dari ingatan para penikmat bebek powerfull 2 stroke, maka kali ini saya coba hadirkan ke anda untuk sedikit bernostalgia diera 2 stroke masih mengalami masa keemasan.

Demikian dari saya,

Salam.

*********************************************

Memang motor-motor dari negeri Gajah Putih terkenal dengan kecantikannya, hal ini juga tidak lepas dari para ‘mahkluk halusnya’ yang memang benar-benar cantik, iya khan? kalau tidak percaya coba tengok ke si mbak dibawah😀.