Yamaha VR 150, street racing gajah putih yang terlupakan

Posted on 2 March 2011

28


Dulu diera 90’an sampai awal 2000’an dalam urusan motor sport entah itu model bebek maupun batangan baik itu ber cc kecil maupun sedang, kita patut ber iri hati dengan tetangga sebelah khususnya Thailand. Apa pasal? disaat publik negara berjuluk Gajah Putih tersebut tengah terbawa euforia produk baru, kita sebagai salah satu negera yang ditengarai masyarakatnya mempunyai daya konsumtif paling tinggi hanya bisa gigit jari melihat keelokan model baru motor idaman yang duluan launching disana. Hmmm….

Bahkan parahnya lagi, motor-motor yang digolongkan kekelas eksotis jarang ada ATPM yang berani memasukan produk tersebut secara total. Tercatat hanya Suzuki Indomobil lah sebagai pioneer dalam urusan dagang motor paling berani ambil resiko dalam menggelontorkan produknya, sebut saja FXR 150, Thunder 250, Satria 120 LSCU, RK-Cool 110, ataupun Raider 125, tidak sedikit terlihat mengaspal dijalanan negara kita.

Kembali lagi kemasalah motor eksotis negara sebelah yakni Thailand. Diakhir tahun 90’an, disana pabrikan Yamaha tercatat pernah menggelontorkan salah satu produk paling ciamik digenre motor batangan. Dengan mengambil konsep Street Racing, motor ini nampak begitu anggun bagi penyemplaknya. Tak lain dan tak bukan, Yamaha VR 150 namanya.

Motor yang masih mempunyai keturunan genetik teknologi mesin dari Yamaha TZR 150 2 ini memang begitu manis, berpadu dengan rangka sasis model Deltabox serta half fairing yang mengerudungi lampu utama serta kedua buah signal lamp nya. Dengan diaplikasikannya liquid cooler alias radiator, maka sang rider pun tak perlu khawatir akan over heat berlebih jika mesin diajak jalan jauh, wisss….pokoknya maknyus lah😀.

Berkompresi 7.1:1, menganut 6 speed, serta berdaya kuda 28 pada kitiran mesin 9.500 rpm, seolah menyiratkan bahwa motor ini walaupun jadul bahkan mentolerir penggunaan bahan bakar bertimbal, tapi untuk urusan akselerasi masih tetap wokeiii saat digeber. Dengan mengandalkan pengabutan keruang bakar berkarburator Mikuni diameter VM 26 SS, sudah jelas bahwa motor konvensional akan dengan mudah untuk dikorek, apalagi ini motor masih menerapkan teknologi 2 tak….lengkap sudah kemudahan untuk menaikan power pada VR 150.

Untuk menunjang keamanan dan kestabilan saat motor dipacu kencang, para insinyur Yamaha disana pun telah membenamkan piranti pengereman cakram yang menempel pada shock teleskopik bagian depan, dan drum brake pada bagian buritan yang menganut swing arm bermonoshock. Untuk mempertegas kesan racy pada bagian kaki-kaki, tidak tanggung-tanggung ukuran roda ganjil depan belakang kembali diadop pada VR 150. 16″-80/100 pada bagian depan dan 18″-90/90 pada bagian belakang, sudah mengesankan bahwa ini motor untuk speed freaker.

Yeah!…walaupun pamor motor ini tenggelam dengan ketenaran saudaranya yakni TZR 150, karena dinegerinya sendiri Thailand menyebutkan bahwa VR 150 merupakan down grade dari sang kakak. Tapi menurut pandangan saya akan kemolekan serta kegenitannya yang berani tampil setengah telanjang (baca menggunakan half fairing), membuat Yamaha VR 150 mempunyai kans tersendiri untuk merebut hati konsumen diluar penggila motor bertampang Sporty (baca full fairing). Dan selain diproduksi untuk konsumsi dalam negeri, motor ini juga dipasarkan dibeberapa negara Amerika Latin serta Eropa. Untuk versi import, embel-embel huruf R yang berarti Racing telah disematkan. Selain penambahan label R, motor ini juga telah dilengkapi fitur disk brake untuk rem belakang.

Demikian dari saya,

Salam.

********************************************************

Lagi-lagi motor cantik, ampun makkk!…, tapi apakah mbak ini juga cantik?