Yamaha ZR 120, bebek hyper yang setia dengan kodratnya (1).

Posted on 7 March 2011

32


Lagi-lagi saya mau membahas motor ‘rare’ 2 stroke dari negeri tetangga yang dipertengahan sampai akhir 90’an lampau pernah ngetrend dan dicap sebagai yang terbaik dikelasnya. Saya yakin bagi anda penggemar motor-motor cub dengan ‘high technology’ yang terkandung dijeroannya pasti tidak asing dengan nama Honda Nova Dash, Suzuki Stinger, Cagiva Stella, atau Kawak Leo Star. Tapi bagaimana dengan Yamaha ZR 120? pernahkah anda mendengar sebelumnya tentang gaung motor ini? masih terasa agak asing bukan kedengarannya? bahkan jika dibanding dengan saudara mudanya yakni Yamaha 125Z ataupun Tiara 120S, bisa dibilang lebih familiar kedua bebek super tersebut tentunya.

Dinegeri kita Indonesia gema motor hasil master piece pabrikan Yamaha Thailand ini memang sunyi senyap, tapi tidak di Thailand sendiri, Vietnam dan Philipina sebagai negeri tetangga terdekat. Yamaha ZR 120 mendapat sambutan antusias dari para ‘speed lover‘ disana. Lho koq dari para speed lover? memangnya model ini motor seperti apa tho? ini dia tongkrongannya, silahkan dipelototin sendiri😀. Sebagai penulis, saya pribadi merasa takjub dengan design ‘sporty elegan‘nya.

Bukan tanpa sebab saya menilai design motor ini sebagai sporty elegan. Coba tengok penerapan rangka sasis deltabox yang biasanya nemplok kokoh dimotor batangan, kini oleh para engineer Yamaha negeri Gajah Putih coba diaplikasikan kemotor bebek. Dari situ kesan sporty sudah bisa terlihat bukan? belum lagi dengan model shockbreker depan yang menganut konsep ayam jago yang ditopang roda depan 17″-70/80, wisss lah! benar-benar klop dengan selera anak muda waktu itu. Mundur kearea sektor body buritan, seperti tadi yang saya katakan, kesan elegan langsung nampak dengan pemasangan shock stereo sebagai peredam guncangan roda belakang. Tapi jika diamati secara seksama, disektor ini anda pasti teringat akan garis design motor batangan produk flagship Yamaha Global era 2 stroke dulu, coba ingat-ingat apa itu? yup!, tak lain dan tak bukan adalah Yamaha TZR 250, iya khan?😀.

Lanjut kita tengok kesektor area bawah. Mesin 120cc dengan teknologi 2 stroke berpendingin cair alias ber’radiator serta mempunyai power 19.5 daya kuda pada kitiran mesin 8.500rpm, seolah menyiratkan bahwa ini bebek bisa dipacu secara gila-gilaan tanpa takut overheating. Belum lagi dengan dibekali pengkabutan bahan bakar konvensional Mikuni 24mm, andaikata mau dongkrak powerpun kelevel yang lebih beringas, tinggal bobok knalpot serta mainkan jetting karbu, maka tak ayal tenaga liar akan segera tertransfer keroda belakang yang berukuran 17″-80/90 secara smooth.

Demi mempertegas kesan bebek sporty’nya, pengaplikasian 5 speed pada pemindahan persneling yang disalurkan secara spontan via kopling manual, saya rasa sudah cukup membuat konsumen acung jempol dengan bebek ini. Dan juga untuk memudahkan rider memantau putaran mesin ketika akan melakukan pemindahkan perseneling, memantau average kecepatan motor serta melihat daya konsumsi bahan bakar, dikonsol dashboar bagian atas stang telah tertanam ketiga indikator tersebut dengan manis berpadu dengan indikator signal lamp, gear top, neutral position, serta heating thermo.

Walaupun bersasiskan deltabox dan bertenaga liar, akan tetapi ZR 120 tidaklah lupa dengan gen’nya sebagai sebuah motor bebek. Bebek tetaplah bebek, hal ini bisa dilihat ketika sang rider akan menuangkan bahan bakar, tangki dibalik jok adalah pembuktian bahwa apapun teknologi yang diadop, ZR 120 tetaplah bebek yang setia dengan kodratnya.

Demikian dari saya,

Salam.

(Bersambung)

***************************************************

Si mbak ini juga doyan motor bebek kencang ala Satria 120 R, tapi bagaimanapun juga dia adalah seorang wanita yang harus patuh dengan tampilan sexy’nya.😀