Honda Beat 105, suerrrr!…ini bukan matik, tapi sport batangan.

Posted on 8 March 2011

28


ika saya menyebut nama Honda Beat, apa yang ada dipikiran anda? pasti menjurus kesebuah skuter matik, berbodi kompak yang banyak digandrungi oleh kaum muda saat ini, iya khan?. Tapi kalau saya bilang Honda Beat ternyata bukan matik melainkan sebuah motor sport yang mempunyai kubikasi mesin sama-sama imut, apakah anda akan percaya? saya harap anda percaya, karena dulu diawal tahun 90’an hingga awal tahun 2000’an, pabrikan Honda Thailand sempat memproduksi motor sport batangan dengan kubikasi mesin mini berteknologi 2 stroke. Wokeiii! kalau begitu mari kita review bareng tentang motor sport ini.

Seperti yang sudah saya bilang barusan, bahwa Honda Beat 105 merupakan hasil produksi dari pabrikan Honda Thailand. Hal ini merupakan dari besarnya animo publik pecinta motor sport yang merambah keberbagai lini, mulai dari kalangan kelas mapan hingga bikers pemula. Nah! diciptakannya Beat 105 memang ditujukan untuk kelas pemula atau bikers yang tengah mencoba berpindah ‘taste’ dari kelas bebek ke kasta yang agak tinggi yaitu sport. Sadar akan pasar bikers ‘transisi’ begitu menggoda, tercatat pabrikan atau ATPM sepeda motor disana seolah berlomba untuk menyuguhkan yang terbaik kepada para konsumen, sebut saja Suzuki mencoba peruntungan dengan TXR atau Flash 110 atau Yamaha dengan Touch 125‘nya.

Honda Beat 105 Gen1.

Tapi harap diingat, walaupun motor ini hanya tergolong kekelas light sport bike bukan berarti power yang disemburkan juga ecek-ecek. 2 stroke tetaplah 2 stroke, tenaga galak yang dihasilkannya lebih liar dari motor 4 stroke yang ada. Maka dari itu mari kita tengok detail spesifikasi mesinnya.

Dengan menyandang teknologi mesin 2 stroke, berkubikasi 105cc, berpendingin cair (radiator), serta masih mengandalkan pengabutan bahan bakar manual alias menggunakan karburator Keihin PE24, saya rasa banyak tunner ahli maupun rumahan disana yang dengan mudah mampu mengoprek motor dari spek standar ke semi racing.

Honda Beat R 105 Gen. 2

Dibumbui kompresi padat 7:1 serta daya kuda yang lumayan nendang yakni 19 ps pada saat kitiran mesin bergasing 8.500rpm….ahhh! ini memang motor sport mini bukan untuk pemula biasa saya kira. Belum lagi 5 percepatan yang ada ditiap perpindahan giginya, sudah cukup membuktikan bahwa ini memang benar-benar worthed untuk dimiliki oleh penggemar motor eksotis. Serta jangan lupa, untuk mengikuti program ‘langit biru’ dinegara asalnya sana, motor ini pada pelepas gas buangnya telah dilengkapi HECS (Honda Evolutional Catalyzing System) untuk menekan kadar emisi dari hasil sisa pembakaran.

Menengok kebagian kaki-kaki. Diarea depan telah tertanam shockbreker teleskopik dengan dipadukan kulit bundar berukuran 17″-70/90 plus menempel kokoh disk brake double piston. Sedangkan untuk area buritan, swing arm bermonoshock telah terpasang sempurna dengan dipermanis oleh kulit bundar berukuran 17″-80/90 yang telah dilengkapi dengan disk brake juga.

Honda Beat R 105  Ver.2 Gen. 3

Dan yang terakhir untuk ditengok adalah urusan model body. Nah ini dia!…jika membicarakan tentang body work Beat 105, saya yakin anda pasti setuju dengan saya untuk menyatakan…perfect!. Walaupun bermesin cungkring nan galak, tapi hal itu bisa tertutupi oleh kemolekan bodynya. Rangka sasis telah menganut Deltabox, pada varian Beat R gen.2 dan gen.3 alias versi Racing fairing yang dipakai telah menganut full dress, sedangkan varian Beat gen.1 masih half fairing. Untuk ukuran motor sport ber cc kecil, saya rasa dengan dimensi 655 x 1.883 x 960 serta bobot keseluruhan hanya 91Kg, Honda Beat 105 layak untuk dijadikan motor eksotis dimasanya.

Demikian dari saya,

Salam.

********************************************************

Nunggangin motor sport ber cc kecil ataupun besar pasti akan lebih afdol jika si boncenger adalah mahkluk manis layaknya si mbak yang satu ini😀.