Irreversible aka Irréversible (2002)

Posted on 11 March 2011

19


Jujur, melihat film ini saya benar-benar ‘mengutuk’ kepiawaian sineas asal Prancis Gaspar Noe. Dengan menampilkan visual artisitik nan sadistik pada filmnya yang berjudul Irreversible, membuat saya jatuh hati dengan film bertema Horror Thriller asal negeri Pizza ini. Lagi-lagi dan tidak lelahnya saya menikmati benyak jadul tentang sinema yang mengumbar unsur kekerasan dan kubrutalan manusia selama ini, tapi baru beberapa film yang membuat saya ‘ngilu’ akan sebuah ‘tindak’ kekerasan yang bukan sekadar kekerasan.

Sebuah tindak kekerasan yang berwujud ‘pemerkosaan’, benar-benar membuat saya mati rasa akan film semacam ini (pada awalnya). Tapi ‘aneh’nya, tiap kali saya mengulang serta menikmati film bertema sejenis, seolah saya merasa semakin haus akan hiburan yang ‘sakit’ untuk terus dikonsumsi. Semenjak perkenalan saya dengan film bertema eksploitasi pemerkosaan berjudul I Spit On Your Grave aka Day Of Woman produksi tahun 1978 karya Meir Zerchi, database saya tentang film seperti ini semakin hari semakin terbuka dan….ayo-ayo siapa yang punya link download film bertema seperti ini tolong saya diupdate😀.

Kembali lagi ke Irreversible, film produksi tahun 2002 yang dibintangi oleh sicantik Monica Bellucci, Vincent Cassel, serta Albert Dupontel, benar-benar mempunyai keunikan tersendiri dalam hal angle kamera. Pergerakan sudut pandang yang tak lazim dalam sebuah film thriller, banyak disempilkan disini. Suasana gambar yang berputar dari menit pertama hingga akhir film, tentunya akan membuat ‘pusing’ moviegoers yang kurang intens dengan model pengambilan angle nan aneh seperti ini, belum lagi tone warna merah yang kerap menghiasi layar kaca anda, merupakan pelengkap keeksentrikan Gaspar Noe dalam mengolah karyanya.

Mengenai segi cerita, Irreversible sendiri tergolong mempunyai plot story yang amat simple. Tapi berkat olahan piawai sang sutradara, rasa bosan saya menjadi menipis karena terguyur rasa takjub akan ‘kebrutalan’ dari ‘point’ yang disampaikan dari film ini.

Irreversible menceritakan tentang balas dendam seorang suami bernama Marcus (Cassel) terhadap istrinya yang bernama Alex (Bellucci). Akibat pemerkosaan disertai kekerasan oleh seorang gembong psikopat yang mengakibatkan istri tercinta Marcus tersebut sekarat. Dibantu oleh mantan pacar Alex yang juga teman Marcus, yaitu Pierre (Dupontel), kini kedua lelaki tersebut memburu sang pemerkosa. Walaupun telah mendapat halangan dari pihak kepolisian agar menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepihak yang berwajib, akan tetapi ledakan emosi yang tak terbendung dari Marcus kini menjadi sebuah bumerang. Bumerang yang juga mengakibatkan dirinya dalam bahaya, kedua lelaki penuh emosi tersebut tidak tahu dengan siapa dia memburu. Last…bagaimana akhir balas dendam dari Marcus akan Alex yang dibantu oleh Pierre tersebut? Maaf saya tidak akan membocorkan endingnya😦, karena hal tersebut sebenarnya sudah terjawab diawal pembuka film🙂.

Pemerkosaan, ya adegan pemerkosaan dengan disertai kekerasan difilm ini terlalu vulgar serta ‘sakit’ untuk saya gambarkan. Sumpah! saya merasa ‘tergetar’ ketika adegan tersebut tengah berlangsung, perasaan iba, mual, bercampur sesak berpadu dengan deru adrenaline saya yang terpompa sempurna. ‘Sakit’ benar-benar ‘sakit’ adalah gambaran ideal pada adegan tersebut. Akting Belluci ketika tengah di’gauli’ oleh psikopat gila sungguh meyakinkan para kaum adam, bahwa tidak ada wanita manapun yang bisa menghilangkan kondisi traumatis ketika tengah dihadapkan dengan situasi seperti ini. Salute akan angle pengambilan gambar saat rape scene berlangsung, hal yang sangat mengganggu otak saya selama semalam sehabis menyaksikan film ini.

Selain adegan tersebut sebetulnya masih ada beberapa adega ‘gila’ yang memang dengan eksplisit dishoot untuk memberi ‘keindahan’ pada film ini. Sebut saja adegan kepala dipukul apar berkali-kali hingga setengah remuk, adegan kaum homo bersenggama ditengah keramaian bar kaum gay, dan masih ada beberapa lagi adegan yang kurang etis jika saya sebutkan satu persatu karena saya takut akan mengganggu kenikmatan anda ketika tengah melahap film ini. Serta sekali lagi saya ingatkan! di Irreversible akan banyak sekali ‘penampakan’ anggota tubuh vital baik pria maupun wanita yang tidak terbungkus benang. So! sewaktu menyantap film ini ‘benar-benar’ jauhkan keberadaan anak dibawah umur dari anda.

Demikian dari saya,

Salam.

Posted in: Resensi Film