Ini Suzuki Sprint, bukan Sprinter lho!

Posted on 14 March 2011

23


Mungkin bagi anda yang lahir ditahun 80’an, jika mendengar nama Suzuki Sprinter pasti tidak asing khan? sosok ayam jago dari pabrikan berlambang huruf S yang pertama kali hadir keranah dunia permotoran dalam negeri diakhir tahun 80’an lampau. Tapi jika saya menyebutkan nama Suzuki Sprint tanpa penambahan huruf ‘er’ dibelakangnya, apakah anda akan familiar dengan nama produk motor yang satu ini? saya rasa tidak😀. Karena saya sendiri juga tahunya beberapa hari kemarin setelah tidak sengaja menemukan penampakan motor ini.

Setelah saya telesuri via mbah Google, ternyata motor tersebut merupakan hasil produksi dari pabrikan Suzuki Thailand yang hadir pada era 90’an, antara tahun 96 hingga 99. Pemasaran motor ini hanya terbatas dalam negeri sana saja, maka tidak heran jika namanya kurang begitu populer dinegara kita.

Wokeilah!…untuk memuaskan keingin-tahuan anda sekalian mengenai motor ‘rare’ 2 stroke versi ‘Thai’, hari ini saya akan review keberadaan Suzuki Sprint 110cc ini.

Walaupun namanya mirip-mirip dengan produk Suzuki Indomobil Group, yakni RC100 Sprinter, tapi dijamin tampang dan tenaganya lebih galak. Lha wong basis mesin yang dicomot kepunyaannya Suzuki Crystal Tune 110.

Yup!…motor ini memang masih menganut sistem mesin 2 stroke dengan unggulan teknologi Jet Cooled’nya yang sudah menjadi ‘trade mark’ tersendiri bagi produk Suzuki Asean kala itu. Jika anda masih ingat dengan detail spesifikasi dari mesin Suzuki Crystal Tune versi dalam negeri, maka Suzuki Sprint juga masih sebelas dua belas teknologi yang diadopsinya. Hanya saja perbedaan kompresi ruang bakar yang didapat, produk-produk motor dari negeri Gajah Putih masihlah yang terbaik dikelasnya.

Baiklah kalau begitu!…mari kita tengok model tongkrongan dari motor ini. Dengan menganut model ayam jago, saya rasa hal ini sudah mencerminkan bahwa Sprint 110 bisa digolongkan ke bebek yang bukan kwek…kwek…kwek…melainkan bebek berkokok layaknya ayam pejantan tangguh…kok…kok…petok!…petok!😀.

Sekarang beralih kebagian mesin. Seperti yang telah saya katakan tadi, mesin yang digunakan masih sedarah dengan Suzuki Crystal Tune versi lokal. Dengan kubikasi 109.9cc berpendingin udara plus dibantu ‘hembusan’ oleh pendinginan mesin dari teknologi Jet Cooled, maka semakin ‘adem’lah motor ini jika diajak ber rolling thunder ria. Horse power yang lumayan galak yakni 12.5 pada saat mesin bergasing pada 7.500rpm, serta torsi yang dihasilkan tidak bisa dianggap ‘enteng’ yakni 1.25 nn/kg-f pada putaran mesin 7.000rpm, sudah cukup membuktikan diatas kertas bahwasannya motor ini memang ‘trengginas’ diputaran bawah. Belum lagi dengan masih mengandalkannya karburator Mikuni VM16SH, lengkap sudah kemudahan sang pengguna ketika akan melakukan ‘korek harian’ pada tunggangannya.

Walaupun masih menerapkan kopling otomatis 4 percepatan layaknya bebek yang benar-benar bebek, tetapi dengan disusupkannya teknologi P.E.C.S (Power Engagement Cluth System), dijamin tarikan reponsif ala bebek Suzuki 2 stroke keluarga Tornado cs (GX dan GS) bisa dirasakan pada tiap hentakannya.

Model yang menawan, disinyalir mampu menarik enthusiast penggemar ayam jago untuk meminangnya.

Terakhir berlanjut kearea kaki. Ber’shockbreker jenjang dibagian haluan serta stereo yang tidak ‘nge’bass’ ataupun ‘nge’treble’ dibagian buritan, bisa memberikan efek stabil saat motor dipacu sempurna dijalanan oleh sang rider. Menerapkan roda-roda ala kadarnya pada bebek kebanyakan yaitu 17″-250 bagian depan, serta dipermanis disk brake double piston dalam urusan penghenti laju, memang sudah disahkan sebagai pasangan ‘klop’ untuk motor jenis seperti ini. Dan pada roda belakang yang berukuran 17″-275 masih setia menganut drum brake untuk mengimbangi penghenti laju bagian depan tadi.

Last kiss!…halah koq seperti judul lagunya Pearl Jam, last word yang benar😀. Yeah…namanya juga motor 2 tak, jadi untuk saat ini keberadaannya sudah sangat mustahil untuk ditemukan dalam kondisi yang sangat ‘manusiawi’ alias bagus seperti kondisi terdahulu. Bahkan dinegerinya sendiri sana, motor ini juga sudah banyak yang melupakan, karena power yang dihasilkan kalah telak dibanding produk para pesaing seperti Honda Tena ataupun Kawasaki Raptor.

Demikian dari saya,

Salam.

****************************************

Hmmm…motor ‘Thai’, cantik ya…layaknya si mbak ini😀.