Ngrasani!

Posted on 17 March 2011

22


Ngrasani, ngrasani dan ngrasani…mbuh apa bahasa Indonesianya ‘ngrasani’? soale pas nulis artikel ini saya habis kejedot pintu kamar mandi kantor sewaktu istirahat tadi, jadi lupa mo mengartikan kata ‘ngrasani’😀. Seperti yang kita tahu ‘budaya’ ngrasani disekitar kita tengah tumbuh sumbur layaknya jamur dimusin hujan. Entah via Mulut secara langsung, via Facebook biar dikata ‘gadgetman’, via Twitter biar dikata ‘updaters’, ataupun via Blog biar dikata Blogger ‘berpengaruh’, acara ngrasani terasa amat menyenangkan ditambah lagi jika banyak orang, follower, ataupun komentator juga ikut-ikutan memberikan penilaian secara satu pemikiran dengan siempunya.

Dan budaya ngrasani ini jika terus dipupuk menjadi sebuah kebiasaan, saya sangat mengkhawatirkan akan timbulnya suatu sikap yang menjurus kebibit konflik individu secara langsung. Lantas kalau sudah begini apa yang bisa ‘anda’ banggakan? Kepuasan? Kepuasan dalam hal apa? Menjatuhkan harkat orang lain atau memercikkan bibit permasalahan dikemudian hari? Ahhhh!…saya rasa hanya anda sendiri yang tahu…

Bagi saya pribadi, orang yang suka melakukan kegiatan ngrasani dengan ringan hati adalah tipe manusia ‘kerdil’. Kerdil disini bukan berarti secara fisik, tapi lebih kesifat alias ‘pengecut’.



Maka tidak heran dewasa ini banyak masyarakat kita mempunyai kemampuan yang hebat tapi ‘nol’ dibidangnya. Kenapa bisa terjadi? ya karena mereka asik ngrasani orang lain, mereka terlalu sibuk untuk memberikan komentar kepada orang lain. Hingga karena terlalu asiknya dengan ‘kegiatan’ tersebut, mereka ini lupa untuk berbuat, bertindak, ataupun berolah karya sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. So, tidak salah dong jika saya sebut ‘masyarakat’ tersebut layaknya ‘host’ infotaiment…he…he…he…ngrasani terus pokoknya😀.

Saya sangat menghargai orang yang suka bertindak, walaupun itu ‘minim’ hasilnya. Dari pada tidak berbuat apa-apa tapi banyak ngrasani nya. Coba apa yang bisa anda banggakan dengan sikap seperti ini?. Maka dari saya, sebaiknya banyaklah bertindak ‘sesuatu’ dengan hasil minim, tapi dengan hasil minim tersebut anda bisa belajar bagaimana untuk membuat maksimal. Belajar dari kesalahan untuk menjadi yang terbaik adalah kunci sukses demi masa depan yang lebih cerah, iyo pora? dari pada cuman ngrasani doang, yang walaupun gratis, mudah, dan gampang, tapi itu hanya akan membawa anda kepredikat orang terbodoh sedunia. Lho koq bisa? ya iyalah! pekerjaan ngrasani khan hanya untuk orang yang tidak mau bekerja, orang tidak tidak mau bekerja khan orang malas, orang malas khan tidak pernah belajar, orang tidak pernah belajar khan orang bodoh…he…he..he…jadi ‘klop’ dong.

Last!, bagi anda sekalian, mulai detik ini mulailah berbuat sesuatu, mulailah melakukan sesuatu, mulailah mengerjakan sesuatu yang walaupun itu minim hasilnya. Nanti jika suatu saat ada orang ngrasani anda dengan beberapa celoteh ‘hebatnya’, dengan enteng anda akan jawab…

“Bukan anda yang menentukan hasil kerja saya, tapi saya sendiri yang akan menentukan hasil kerja saya!”

Demikian dari saya,

Salam.

Posted in: Petuah & Opini