Honda LS 125 R, kecil-kecil cabe rawit

Posted on 22 March 2011

44


Jangan remehkan bentuknya yang mungil, jangan anggap enteng mesinnya yang jadul. Kalau anda sejatinya penggemar motor 2 stroke, pasti tahu ‘gokil‘nya power dari mesin berteknologi sederhana tersebut. Begitu juga dengan Honda LS 125 ini, walaupun berdimensi tidak terlalu besar, berkubikasi cuman seiprit, tapi tenaga gokilnya jangan dianggap enteng😀.

Rumor yang menyebutkan, bahwa LS 125 dulu tercipta menggunakan teknologi hebat dari sang kakak seperguruan yakni Honda NSR 125, jadi sudah sewajarnyalah jika konsumen pecinta kecepatan merasa pede berpacu melawan angin dengan motor ini. Walaupun juga banyak yang menganggap bahwa LS 125 merupakan spek down dari NSR 125, toh marketnya juga tetap laris manis tanjung kimpul, bukan hanya didalam negeri sendiri yakni Thailand, tapi juga telah merambah kebeberapa kawasan Asean termasuk Indonesia yang juga sempat masuk via importir umum. Sukses dipasar Asean, motor ini juga mencoba peruntungan kemarket beberapa negara di Eropa, Afrika, serta Amerika Latin.

Honda LS 125 (half fairing) dan LS 125 R (full fairing) gen. 1

Sejak pertama kali kemunculannya ditahun 1995 akhir, motor ini memang mengundang euforia massa dipasar domestik negeri Gajah Putih. Yang walaupun hanya dianggap spek downnya NSR 125, tetapi LS 125 tetaplah motor 2 stroke yang begitu menggoda untuk dikendarai.

Dengan dibekali mesin berkubikasi 125cc single silinder berpendingin cair, reed valve, mempunyai bore x stroke 55 x 52mm, LS125 bisa dikategorikan sebagai motor berteknologi sederhana. Tapi jangan salah dengan kesederhanaannya tersebut, motor 2 tak tetaplah 2 tak yang pasti menyimpan sifat liar tersembunyi untuk bisa dimuntahkan jika si rider siap dengan throtle untuk dibetot. Bukti keliaran dari motor ini dapat dilihat dari horse power yang dimiliki yakni 24 pada 9.000rpm, serta kompresi yang lumayan rapat yakni 7:1. Yeah!…walaupun dengan kompresi segitu masih aman untuk menenggak premium, tapi jelas perangkat pengkabutan Keihin PE24 akan terasa mubajir dalam mengoptimalkan campuran bahan bakar keruang bakar. Gejala ngelitik, serta power tidak tersalur sempurna walaupun percepatan sudah menyentuh gigi 6, merupakan jawaban pasti dari pemakaian bahan bakar bertimbal.

Honda LS 125 R gen. 2

Membicarakan design dari motor ini, tidak lengkap jika tidak memberikan sanjungan dengan model body slimnya. Hanya terpaut sedikit lebih gambot serta kekar padat berisi dari sicungkring Yamaha Touch 125, saya rasa motor ini memang cocok ditujukan buat biker beginning atau rider berpostur badan rata-rata orang Asia. Design serta ergonomi riding agak racy (baca tidak terlalu menunduk), tidak salah jika Honda LS 125 merupakan kendaraan komuter yang nyaman dipakai sehari-hari. Ditunjang bobot keseluruhan motor hanya berkisar 96.7kg, lengkap sudah jika power to weight ratio yang diberikan akan sebanding dengan performa mesin kecil-kecil cabe rawitnya.

Honda New LS 125 R D gen. 3

Terakhir mengenai kaki-kaki. Sangat haram bagi motor yang telah almarhum sejak tahun 2005 ini, untuk tidak mengadopsi rear disk brake, ya iyalah mana ada motor sport yang ciamik tidak mengaplikasikan rem cakram belakang😀. Dengan ditopang sikaret bundar berukuran 17″-70/90 dibagian depan yang juga telah dibekali penghenti laju disk brake, serta ban berukuran 17″-80/90 pada bagian buritan nampak serasi berpadu padan dengan keseluruhan body motor. Lantas guna meminimalisir guncangan dijalan sewaktu disemplak, shockbreker teleskopik dibagian depan, dan monoshock dibagian belakang, telah tertanam sempurna untuk kenyaman berkendara si pengguna.

Demikian dari saya,

Salam.

********************************************************

Motor eksotis akan terasa kurang menarik jika seluruh bodynya tertutup debu, maka tidak salah jika si mbak yang cantik ini ingin menyemprotnya dengan air bersih untuk dibersihkan😀.