Yamaha RX-Z 135, satu lagi legenda sport cruiser 2 stroke asal melayu.

Posted on 29 March 2011

52


Yow…yow…yow…kembali lagi disini dengan DJ Ganteng kita Dnugros yang tak kenal lelah kasih informasi seputaran motor 2 tak tempo dulu. Halah!…lebay banget kaya penyiar radio swasta aja😀. Ok deh, hari ini selasa 24 Maret 2011, menjelang 2 hari menerima upah kerja sebagai buruh pabrik, saya masih setia memberikan pembahasan motor 2 tak yang dianggap biang polusi pada saat ini kepada anda semua. Masih mengambil tema seperti kemarin, yaitu mereview motor 2 stroke batangan yang paling laris penjualannya dinegeri Jiran. Motor apakah itu? Tak lain dan tak bukan yaitu Yamaha RX-Z 135.

Yup! motor ini memang mempunyai basis masa penikmat produk sport cruiser dari pabrikan berlogo garputala lumayan banyak. Hal ini bisa dilihat dari rentan produksi yang cukup panjang, mulai dari awal kemunculannya tahun 1985/87 sampai akhir hayat ditahun 2008. Waktu 23 tahun dalam masa produksi serta penjualan bukanlah waktu yang pendek, hal yang sama juga pernah dibukukan oleh motor kebanggaan YMKI yakni RX-King 135. Tambal sulam produk berupa minor maupun major facelift tetap dilakukan guna mempertahankan predikat sebagai motor legenda dimasanya. Yak! Yamaha RX-Z 135 telah berhasil menyandang predikat tersebut dinegeri yang kurang harmonis dengan negara kita.

Baiklah, untuk itu mari kita tengok sedikit awal langkah RX-Z bisa mendapat hati dipara penikmat motor-motor 2 stroke disana. Pertama kali mengaspal dijalanan Malaysia pada rentan tahun 1985/1987 dengan mengusung kode mesin 2UX. Dengan mengambil basis spek down mesin dari sang legenda Yamaha RD 125, motor ini melanggang manis ditengah persaingan produk sport batangan dengan kompetitor.

Yamaha RX-Z 135 gen 1 kode 2UX.

Menyandang mesin berkubikasi 133cc, bore x stroke 56 x 54mm, berteknologi 2 stroke, serta berpendingin mesin konvensional, ternyata sudah memberikan jaminan kepuasan mutu kepada para penikmat motor batangan tempo dulu. Agar tidak memberikan efek kecewa kepada konsumen karena menyandang kubikasi mungil, maka 21 daya kuda pada 8.500rpm, serta kompresi 7.0:1 disematkanlah pada motor ini. Tidak lupa ketinggalan karburator Mikuni VM26 juga ditemplokin ke blok mesin guna mengolah debit bahan bakar menuju keruang bakar. Oo…iya, serta pemberian 5 percepatan dengan dibantu kopling manual telah memberikan kenikmatan tersendiri jika motor dibejek dengan cepat oleh sang rider.

Memasuki tahun 1989 sampai dengan 1997, motor ini mendapatkan minor facelift pada bagian kedok lampu atau fairing atas, penyempurnaan sistem pengereman cakram diroda depan, yakni dengan dibuatkan cakram berlubang guna membantu melepas panas saat motor sering mendapat porsi pengereman depan lebih besar, dan facelift terakhir untuk motor berkode 3UK1 hingga 3RSB yakni pemilihan model knalpot yang lebih sporti.

Yamaha RX-Z 135 gen 2 kode 3UK1.

Seperti yang anda ketahui, motor tipe inilah yang pada akhirnya juga diterima oleh masyarakat kita di Indonesia serta Singapura. Menurut catatan waktu, model generasi 2 lah yang paling lama bertahan dalam mempertahankan kemolekan bodinya.

Generasi polesan ke 3 dari spesies RX-Z lahir pada tahun 1998 hingga 2002 dengan menggendong kode 3XL3. Bukan hanya fairing sebagai kedok lampu yang dipermanis, serta disk brake depan yang lagi-lagi kena jatah penampahan lubang pelepas panas, tapi juga penampahan 1 gigi sebagai pemindah percepatan dari 5 ke 6 pun telah sukses diimplementasikan. Yeah! walaupun dengan mengorbankan ratio gear 1 yang diotak-atik agar lebih pendek dalam mengail RPM, tapi impas dari penambahan gigi persneling tersebut adalah semakin panjang pula napas mesin saat dibetot throthle gasnya. Tapi ingat!, konsekuensi penurunan daya kuda dari 21 menjadi 20 pada 8.500rpm juga telah memberikan andil demi mengejar tarikan lebih panjang alias mesin berkarater ganas diputaran atas.

Yamaha RX-Z 135 gen 3 kode 3XL3.

Dan yang terakhir adalah generasi ke 4 atau motor berkode 5PV1/ 5PV2 akhirnya terlahir juga ditahun 2004. Kali ini operasi plastik besar-besaran dilakukan pada motor ini. Tercatat sektor body dari mulai tudung lampu dibagian haluan hingga model stomp lamp dibagian buritan diperbaiki, untuk sektor belakang model yang dipakai mencontek habis dari Yamaha 125Z…yeah! hitung-hitung sebagai efesiensi cost RnD nya kali yaa…😀. Ehhh…ternyata tidak berhenti disektor body saja lho, guna mendapat sertifikat lolos uji hasil pelepas gas buang yang distempeli oleh standarisasi EURO 2, pemasangan catalyct converter harus dibenamkan pada jeroan knalpot. Lantas apakah efek dari pemasangan ini? yeah seperti yang sudah banyak anda ketahui, tenaga atau power mesin serasa tersendat untuk mendapat hasil maksimal. Tapi it’s ok lah…alih-alih untuk mendukung program go green, power ‘letoy’ it’s no problemo tapi tampilan ciamik demi mengejar tongkrongan itulah yang memang diharapkan😀.

Yamaha RX-Z 135 gen 4 kode 5PV1.

Dan sebagai penutup, generasi ke 4 dari spesies RX-Z 135 ini harus tutup buku serta discontinue produk pada tahun 2008 oleh sang produsen yakni Hong Leong Yamaha Motor Malaysia. Maka yang seperti yang sudah saya tulis diawal tadi, Yamaha RX-Z adalah motor yang mempunyai rentan waktu produksi terpanjang diantara motor sport cruiser yang pernah ada disana.

Demikian dari saya,

Salam,

*************************************************************

“Aihhh…aihhh…motor cakep lagi, kalau ada yang boncengin aku dengan motor ini juga gapapa koq”, itu kata si mbak ini😀.