Die Hard (1988)

Posted on 1 April 2011

22


Bagi para moviegoers pasti sudah tidak asing dengan aktor gaek Bruce Willis. Siapa sangka seorang aktor opera sabun yang kemudian namanya mencuat gara-gara tampil bak ‘koboy Texas’ di film Die Hard yang diproduksi 23 tahun silam. Ya! Die Hard, film arahkan John Mc Tiernan yang sebelumnya namanya sempat melejit lewat penyutradaraan film Predator bersama Arnold Swachzeneger sebagai sang mega bintang.

Diceritakan pada saat malam perayaan Natal disalah satu lantai gedung Nakatomi Plaza Los Angles, tengah berkumpul segenap karyawan yang mengadakan pesta syukuran. Disaat maraknya acara, tiba-tiba saja segerombolan penjahat yang dipimpin oleh Hans Grubber menyelinap masuk dan mengacaukan pesta. Dia tidak mau ambil pusing dengan segala perbuatan konyol orang-orang yang ada ditempat kejadian, jika ada yang mencoba kabur atau membangkang perintah, hukuman mati adalah pilihan terbaik. Adapun tujuan dari komplotan Hans CS menguasai Nakatomi Plaza adalah mengambil uang cash senilai 600 juta dollar yang tersimpan disalah satu safety box teraman disana.

Seorang John McClane anggota kepolisian kota New York, bisa dikatakan sebagai ‘one man at the wrong place and moment’. Disaat dia datang atas undangan sang istri Holly McClane yang juga merupakan karyawati Nakatomi Plaza guna bermalam Natal bersama serta membicarakan hubungan rumah tangganya yang kurang harmonis. Situasi yang diharapkan bisa berjalan dengan baik sesuai keinginan, berganti menjadi malapetaka buat John. Lantas bisakah dia melepaskan diri dari suasana mencekam drama penyandraan tingkat tinggi oleh gerombolan Hans Cs? dan berhasilkan John membebaskan sang istri yang ternyata juga menjadi sandra dikejadian tersebut? Nikmatin saja sendiri filmnya ya….😀.

Yay…yay…yay…! film ini memang luar biasa dijamannya, bahkan bisa dikatakan melampau masanya. Ide cerita orisinil yang belum pernah ada sebelumnya kala itu, membuat kalangan kritisi film Hollywood memberikan pujian atas kesuksesan Die Hard dipasaran. Ngomong-ngomong soal kesuksesan film ini sendiri pasti tidak lepas dari peran memorable para aktor aktrisnya. Lihat saja ulah nekad serta slengek’an John McClane dalam menghadapi situasi kemelut difilm ini, telah memberikan trade mark tersendiri bagi karekter Bruce Willis. Begitu juga dengan lakon antagonis Hans Grubber yang dibawakan secara tepat oleh Alan Rickman, bahkan keeksetrikannya bisa saya sejajarkan dengan kegilaan Joker yang diperankan oleh Heath Ledger dalam The Dark Knight, sangat memorable bukan peran tersebut?. Hal yang tidak boleh luput dari pandangan kita adalah sikap tegar pemberani istri John McClane, yakni Holly yang bisa diperankan secara apik oleh Bonnie Bedelhia. Serta peran sidekick sang jagoan utama yakni Sersan Al Powell diperankan oleh Reginald Veljohnson, walaupun porsi scenenya tidak begitu banyak, tapi dia bisa memberikan gambaran tersendiri sebagai perwira polisi lokal yang bisa diandalkan walau berhadapan dalam kondisi situasi serba sulit.

Soal unsur action sendiri dibeberapa scene bisa dikatakan sangat luar biasa, jika kita mengingat tahun 80’an spesial effek kurang begitu canggih layaknya sekarang ini tetapi bisa ditampilkan secara maksimal. Walaupun dibeberapa bagian masih terlihat kekurangannya, tapi hal itu bisa ditolerir dengan bijak. Terlihat disini sang sutradara sangat piawai mengajak para penonton dalam mengikuti alur yang dihidangkan. Bagaikan naik roller coaster, diparuh awal kita diberi kesempatan untuk mengenal beberapa karekter penting difilm ini, begitu misi pertama berhasil selanjutnya bergulir ke trek kedua yakni penyampaian masalah beserta penanganannya, eksekusi cantik dalam tiap momen tergambar begitu bagus dalam adegan yang terus bergulir.

Dan akhirnya, Die Hard saya katakan sebagai pelopor film yang bertemakan hijack. Hal ini terbukti beberapa tahun kemudian suksesor film sejenis saling bermunculan menghiasi layar lebar, sebut saja: Speed (Keanu Revees); The Rock (Sean Connery, Nicholas Cage); Under Siege (Steven Seagal); ataupun Critical Decision (Kurt Russel). Yak!…McClane telah membuka pintu cerita baru disegmen tersebut bagi para penerusnya, so…jangan pernah lupakan ya salah satu kata yang paling memorable di franchise Die Hard, “Yippie kay yay motherfucker!”.

Demikian dari saya,

Salam.

Posted in: Resensi Film