Honda Nova series (bagian 1).

Posted on 4 April 2011

25


Kalau ditahun 1985, motor bebek apa ya yang ngetrend milik Honda Indonesia? kalau ngga Astrea 800 ya Astrea Star yang lagi hot-hot nya kala itu. Bagaimana jika ditilik dari model penampilan kedua motor tersebut, ya bebek banget lah apalagi dengan sistem ajrutan depan model trail link…dijamin kelihatan bebek yang seperti biasanya😀.

Beda disini beda juga dinegeri seberang. Kalau dinegeri kita, bebek milik pabrikan sayap mengepak kala itu berlomba dengan penampilan model klasik nan irit, maka hal tersebut tidak berlaku dengan produk negara tetangga yakni Thailand. Motor ayam jago dari generasi Nova series terlahir untuk konsumen penggila kecepatan. Lupakan jargon irit karena mesin tegak 105cc 2 tak telah tertanam sempurna diproduk tersebut, siap untuk melahap konsumsi bahan bakar anda dengan rakusnya. Ya…tahun 1985 adalah tonggak lahirnya embrio bebek eksotis 2 tak saat itu, Honda Nova series.

Honda Nova RS (kopling manual & close ratio), varian tertinggi kasta Nova.

Mungkin seperti yang sudah anda tahu, bebek jago pasti mengusung teknologi diatas rata-rata bebek konvensional pada masanya. Hal tersebut juga bisa terlihat pada Honda Nova ini, dilihat secara kasat mata saja kita pasti sudah tahu bahwa motor ini bercita rasa luar biasa kala itu. Perhatikan model tegak silindernya, walaupun hanya berpendingin udara biasa, tapi kubikasi 105,1cc yang mempunyai bore x stroke 52 x 49.5mm sudah menyiratkan bahwa motor bisa digeber kencang. Belum lagi kompresi yang dipunyainya, dengan perbandingan 6.5:1, waktu itu bisa dikatakan sebagai yang terpadat dikelasnya. Kesan bukan motor bebek biasa juga terselip lewat power nya yang tercatat 11.8 daya kuda pada 11.000rpm, memang jika dibandingkan dengan bebek powerfull saat ini sudah agak tertinggal jauh kemampuannya, tapi ingat! jaman dulu dengan mendapatkan spek seperti diatas, hanya motor kategori eksotislah yang bisa memanggulnya. Sedangkan untuk mempermudah korek harian alias jetting pada urusan pengkabut bahan bakar, Keihin PB 18mm telah siap dioprek oleh sang tunner.

Honda Nova R (kopling manual).

Lanjut kesegi tampilan. Tidak fair jika membandingkan kesan klasik eksotik pada motor ini dengan kemolekan sporti model sang adik semisal Nova Dash RS, tapi dimasanya, motor ini bisa dipertanggung jawabkan kemachoannya. Aneh bebek koq macho?!, Hei! apa tidak boleh menganggap bebek berpenampilan macho layaknya motor batangan?.

Honda Nova S (kopling otomatis sentrifugal).

Coba tengok saja pada urusan kaki depan, dengan model jenjang khas shockbreker teleskopik dibagian haluan telah memberikan kesan macho bukan? belum lagi fitur disk brake yang tertanam diroda depan juga, hanya motor yang bercita rasa powerfull lah yang layak mendapatkannya. Sekali lagi ingat! ditahun 80’an awal, fitur-fitur semacam ini masih jarang didapati pada motor-motor bebek konvensional bukan?

Yeah! walaupun sekarang keberadaannya sudah mulai punah dinegara asalnya sekalipun, tapi sebagai penikmat motor 2 stroke, tidak ada salahnya untuk tetap mengagumi sosok bebek yang satu ini. Hingga nanti diparuh awal tahun 90’an, kejayaannya akan tetap diteruskan oleh sang adik yaitu Nova Tena. Maka untuk itu tunggu saja ulasan berikutnya mengenai silsilah keluarga Honda Nova series….Okei….:-D.

 

Demikian dari saya,

Salam.

*****************************************************

Yeah…walaupun Honda Nova sudah sangat jadul, tapi kecantikannya dimata lelaki tak bisa pudar begitu saja. Ngomong-ngomong soal kecantikan, si mbak dibawah ini juga termasuk ke kekategori cantik bukan?😀.