Suzuki Panther 150, langkah awal lahirnya generasi RG-150 series.

Posted on 6 April 2011

18


Masih berkutat dengan motor sport cruiser dari pabrikan otomotif Jepang yang melebarkan sayap produksinya kesemenanjung Malaya. Diceritakan pada tahun 1988/89, pabrikan Suzuki Lion Motor Malaysia mendapat titah dari pihak prinsipil Jepang guna memproduksi sebuah motor batangan dengan karakter kuat dimedan jalanan makadam era 80’an lampau. Yak!…singkat kata singkat cerita, maka ditahun tersebut muncullah motor sport pertama dari pabrikan Suzuki Lion dengan mengusung teknologi mesin 2 tak yang memang kala itu begitu populer karena simpelnya design mekanis.

Sudah tahu motor apa yang telah digelontorkan pabrikan tersebut? Yup! tak lain dan tak bukan adalah Suzuki Panther 150 ato yang kalau dinegeri Gajah Putih alias Thailand lebih populer dengan nama Suzuki RG-V 150. Nah…bagi anda yang demen dengan Suzuki RG-150 Sprinter, alias RGR 150 generasi pertama yang dihadirkan oleh Indomobil Group Indonesia ditahun 1989, maka inilah cikal bakal dari motor tersebut.

Nama kebesarannya di Malaysia, Suzuki Panther 150.

Seperti yang sudah saya bahas dibeberapa artikel kemarin mengenai motor batangan negeri Jiran, dimasanya model sport cruiser begitu banyak menggoda kaum penikmat kecepatan. Dengan ciri khas body slip stream untuk bermanuver serta head visor berkerudung, merupakan penampakan yang lumrah terjadi pada purwa rupa motor laki dekade 80’an. Coba tengok saja Honda Raider aka HX 135, Yamaha RX-Z, ataupun Kawasaki AR-125, bahkan Kawasaki Micro Magnum pun juga terkena latah wabah kedok lampu berkerudung. Hah!…Kawasaki Micro Magnum? motor apa lagi tuh? eitttt…kalau mau tahu, nantikan ulasan berikutnya😀.

Lantas bagaimana dengan spek mesinnya? yeah! mirip-mirip dengan spek RGR 150, kalau anda lupa bisa klik artikel ini😀. Cuman sebagai pembeda dengan varian RGR 150 versi 90’an keatas, generasi Suzuki Panther atau RG-150 Sprinter mengadop teknologi tambahan berngaran SSS atau bisa disebut Suzuki Super Scavenging atau kalau dimotor produksi Yamaha setara dengan YEIS (Yamaha Energy Induction System) yaitu pengolah hasil sisa gas buang agar tidak terbuang percuma, maka dialirkan lagi keruang bakar sebagai pendongkrak tenaga. Selain teknologi SSS, juga terdapat teknologi bernama SIPC atau juga disebut Suzuki Intake Pulse Control yang berbentuk selang pada intake manifold guna memberikan kontrol pengkabutan bahan bakar diruang bakar untuk memastikan sisa pembakaran tidak terbuang percuma dan bisa ter olah menjadi tenaga.

Di Thailand lebih populer dengan sebutan Suzuki RG-V 150.

Setelah menuai kesuksesan dimarket sana, maka ditahun 1989, untuk memberikan efek tak jenuh pada konsumen, pihak pabrikan memberikan facelift berupa perubahan body serta tampilan. Maka saat itu dikenal lah Suzuki RG-V 150 SS di Thailand, Suzuki RG-150 Sprinter di Indonesia, atau Suzuki TXR 150 di Malaysia.

Di Indonesia dikenal dengan sebutan Suzuki RG-150 Sprinter, di Malaysia disebut Suzuki TXR 150, dan di Thailand tenar dengan sebutan Suzuki RG-V 150 SS.

Demikian dari saya,

Salam.

*********************************************************************************

Motor 2 stroke emang berjaya dimasanya, maka jika ada cewe cantik semacam si mbak ini membonceng, dipastikan anda akan merasa bangga mengendarainya😀.