Speed (1994)

Posted on 29 April 2011

12


Tidak berlebihan jika saya menobatkan film Speed yang dibintangi Keanu Reeves sebagai salah satu film aksi terbaik dekade 90’an silam. Dari awal hingga akhir saya disuguhi dengan adegan seru dengan pace cerita yang tanpa kendor, bisa disejajarkan tempo dari tensi film ini sekelas The Dark Knight’nya Christhoper Nolan. Hal itu saya lontarkan bukan tanpa perbandingan, dengan alur cerita bergulir naik serta terjaga dengan apik hingga akhir menit film ini, membuat sang sutradara Jan De Bont berhasil melakukan tugasnya dengan sempurna.

Dan bagi anda yang pernah menikmati euforia dari film ini ditahun 94’an lampau, pasti juga tidak asing dengan wabah model rambut Keanu Reeves yang dipotong cepak hampir plontos. Hingga banyak mengilhami para kaum muda saat itu untuk mengekor kemachoan dari penampilan sang bintang utama. Ngomong-ngomong soal Reeves, aktor yang namanya naik daun lewat film Point Break (1991) bersama almarhum Patrick Swayze, bisa dibilang adalah nafas dari film ini. Dia berhasil memerankan tokoh Jack Traver yang bertindak nekad guna menyelamatkan seisi penumpang bis yang diketahui terpasang bom.

Ya! sebuah bom, lebih tepatnya teror bom didalam sebuah bis berjalan. Inti cerita dari film ini adalah aksi penyelamatan seluruh penumpang bis yang telah dipasangi bom ketika laju kendaraan umum tersebut melebihi angka 55 mile/jam atau jika turun dari kecepatan itu bom akan meledak. Perbuatan gila tersebut diotaki oleh Howard (Dannis Hopper), yang sebelumnya merasa sakit hati akan tindakan heroik Travis beserta rekannya Harry (Jeff Daniels) salah satu anggota regu kepolisian LAPD dalam menggagalkan kudeta elevator yang ia lakukan.

Sebagai ciri utama film aksi khas Hollywood, dimana ada sang jagoan disitu pula pasti ada love interest. Dalam film Speed ini nama Sandra Bullock adalah jaminan garansi ludah kaum lelaki menetes akan kemolekan fisiknya kala itu, ya sewaktu dia tampil difilm ini Bullock sedang dalam masa jayanya. Cantik, sexy, smart, kurang apalagi coba? dan kesan itupulalah yang ia bawakan dalam memerankan Annie Porter, salah seorang penumpang bis yang akhirnya bisa dikatakan sebagai sidekick sang jagoan dalam menyelesaikan permasalahan.

Dengan durasi 116 menit, kita akan dimanjakan dengan aksi ketangkasan Traver dalam menyelesaikan situasi sulit dibantu oleh rekan anggota kepolisian LAPD guna melakukan penyelamatan penumpang bis naas tersebut. Bahkan lamanya waktu,… maaf waktu 116 menit untuk ukuran sebuah film action normal cukup terlalu lama bagi saya, tetapi dikasus ini akan tidak terasa dan mungkin bagaikan menonton film serupa dengan durasi rata-rata 90 menit. Karena disepanjang slot durasi kita akan benar-benar dibuai oleh berbagai adegan yang memacu adrealine, tembak-tembakan, chase car, ledakan disana-sini, hingga heroic act merupakan sajian utama dalam Speed. Walaupun porsi aksi memang digeber maksimal, tapi jalinan cerita drama antara Traven, Annie, dan seluruh penumpang bis juga mampu tampil pada tempatnya. Tidak terlalu dipaksa ataupun salah tempat hingga bisa mengakibatkan mood penonton ngedrop ketika adegan seru tengah berlangsung.

Dan terakhir sebagai penutup. Film yang akhirnya menyabet piala oscar 1995 dalam kategori sound editing maupun best sound, sepertinya layak untuk dijadikan teman bermalam panjang menghabiskan week end dirumah. Pastikan adegan memorable yakni bis melakukan jumping dari jalan tol yang terputus karena belum selesai pembuatan adalah momen paling seru dalam menikmati film-film aksi tahun lampau.

Demikian dari saya,

Salam.

Posted in: Resensi Film