Teenage Mutant Ninja Turtles The Movie (1990).

Posted on 6 May 2011

19


Salah satu judul film aksi nan lucu dengan tema menghibur, itulah Teenage Mutant Ninja Turtle The Movie. Sebagai salah satu film adaptasi tokoh serial kartun ke versi live action adalah momok tersendiri bagi penggemarnya untuk bisa menikmati. Bagi para fans, sosok idola mereka yang terlebih dulu ngepop lewat media novel graphic ataupun serial kartun televesi, pastilah berharap sang jagoan bisa diimplementasikan kelayar lebar dengan ekpektasi yang sesuai dengan image aslinya.

Ya! suatu tantangan tersendiri bagi Steve Barron, sutradara asal Irlandia ini untuk memulai debutnya dalam mengadaptasi tokoh komik maupun kartun kedalam bentuk live action dilayar lebar. Lantas bagaimanakan hasil akhir dari film ini?

Suatu kejadian aneh menimpa empat ekor kura-kura kecil yang tanpa sengaja terkena tumpahan limbah kimia berwarna hijau (dalam film ini disebut Ooze) disuatu gorong-gorong bawah tanah kota New York. Entah bagaimana cairan lendir tersebut mengubah kura-kura tersebut menjadi lebih besar dan bertransformasi layaknya manusia.

Akhirnya dengan bantuan seekor tikus mutant juga yang dianggap sebagai sensei maupun daddy, keeempat kawanan kura-kura tersebut dijaga dan dirawat hingga bisa tumbuh berkembang menjadi layaknya anak muda kebanyakan. Leonardo, Michaelangelo, Donatello dan Rapael adalah nama keempat kura-kura remaja yang diberikan oleh ayah serta gurunya yang bernama Spliter. Suka makan pizza, disco, bermain game sampai bertarung dengan kemampuan martial art layaknya para ninja adalah kelebihan mereka.

Hingga pada akhirnya keempat kura-kura remaja tersebut dipertemukan secara tidak sengaja dengan April O’neil (Judith Hoag) seorang reporter teve yang tengah mengalami accident ketika tengah meliput aksi kejahatan yang melibatkan Foot Clan. Dengan berkembangnya alur cerita, ternyata gerombolan Foot Clan mempunyai niat busuk terhadap remaja kota New York, dibawah pimpinan master ninja beraliran ilmu hitam, Shredder (James Saito), Foot Clan melancarkan gerakan bawah tanahnya.

Dengan dibantu oleh para ninja turtle, April bersama rekannya Cassey Jones (Elias Koteas) berusaha membongkar kegiatan jahat Foot Clan. Tapi sayang aksi mereka ketahuan. Lantas bagaimanakah akhir dari usaha April CS tersebut? Nikmati saja sendiri filmnya😀.

Satu kata akan film ini, Amazing!. Salut buat sang sutradara dalam menghidupkan keempat tokoh kura-kura slenge’an tersebut kevisual layar lebar. Kata-kata cheese dalam berbagai adegan film ini, polah tingkah konyol para kura-kura ninja dalam berinteraksi, serta adegan fighting yang sangat seru walaupun agak lebay, mampu membuat Teenage Mutant Ninja Turtle The Movie (TMNT) hadir dengan warna tersendiri waktu itu.

Diproduksi pada tahun 1990 ternyata tidak menjadi halangan bagi team special effect dalam memberikan gambar hidup pada keempat tokoh TMNT tersebut. Yeah…walaupun sedikit ada sedikit kekurangan disana-sini, selebihnya masih enjoy untuk dinikmati.

Dan yang perlu mendapat perhatian khusus pada film ini adalah adegan-adegan martial art’nya. Salut buat para stuntmen dibalik kostum latek keempat kura-kura mutant tersebut. Walaupun dibungkus dengan kostum yang saya pikir akan membuat gerakan serba terbatas, ternyata tidak bagi mereka. Hasil koreografi pertarungan sangat bagus disemua lini adegan. Apakah ini karena ada hubungannya dengan production house yang membidani film ini yakni Golden Harvest Company asal Hongkong, maka tata laga pertarungan dibuat khas layaknya film-film mandarin kebanyakan? Ahhh…entahlah.

Intinya, jika anda penikmat aksi TMNT era 80’an – 90’an, baik itu merupakan versi serial kartun televisi maupun komik. Jangan pernah lewatkan keempat jagoan kita tersebut dalam versi live action’nya, “Cowabunga Dude!”.

Demikian dari saya,

Salam.

Posted in: Resensi Film