Nge~sex.

Posted on 7 May 2011

28


Hmmm…hari sabtu, enaknya posting apaan ya? artikel yang ringan-ringan saja yah….!

Bagaimana kalau membahas soal sex? soal urusan lendir? kelihatannya menarik nih. Tapi ini khan blog yang seringnya membahas urusan roda dua, apakah tidak turun gengsi membahas artikel gituan? ahhhh…saya kira tidak, variasi dalam menerbitkan artikel adalah sesuatu yang terkadang dibutuhkan agar pengunjung tidak bosan dengan tema yang itu-itu saja. Dan saya sendiripun kurang begitu sreg jika di analogikan sebagai blogger otomotif walaupun warung ini nempel di agregator blog-blog otomotif Indonesia, lha wong blog otomotif koq mbahas film, blog otomotif koq nulis cerpen, atau blog otomotif koq kadang publish curhat pribadi. Berarti blog ini bisa dibilang blog gado-gado khan? yang penting tumpek blek rasanya rame, agree…? yo wis lanjutttt…..

“Too much love will kill you….Every time”

Yeah! seperti judul lagu dari group musik legendaris asal Inggris, Queen, “Too Much Love Will Kill You”. Ya! melakukan aktivitas sex dengan tindak menyimpang secara overdose akan membawa bencana bagi sipenikmat. Bahkan si vokalis dari group band yang saya sebut barusan juga meninggal karena aktivitas sex yang ia lakukan secara tidak sehat alias bergonta-ganti pasangan, dan gilanya lagi hal itu dilakukan dengan sesama jenis…glekkkk!, Yup! seorang Freddie Mercury adalah seorang pria dengan orientasi hiterosexual. Tetapi jika aktivitas sex dilakukan dengan baik dan benar, bahkan tidak mungkin dibalik kepuasaan jiwa yang teraih, kesehatan dari impact terbakarnya kalori sewaktu foreplay maupun intercouse kedua pasangan akan terpenuhi. Tidak percaya? coba aja sendiri…๐Ÿ˜€.



Bisa dibilang dalam kehidupan sehari-hari, aktivitas sex merupakan kebutuhan jasmani yang termasuk kedalam golongan tersier. Bener ngga ya? coba tanyakan pada pasangan yang telah menikah disekeliling anda?. Karena dengan melakukan hubungan badan kondisi kedua pasangan yang sama-sama fit ataupun sehat, maka niscaya kepuasan lahir maupun batin bisa tersalurkan.

Bagi laki-laki maupun perempuan yang telah menikah, tidak melakukan hubungan sex secara rutin bagaikan makan sayur tanpa garam. Selain membawa efek negatif pada sisi psikologis ternyata kurangnya frekwensi bercinta akan membuat hubungan pasutri menuai masalah.

Emosi yang meletup-letup, perasaan kurang sempurna, sampai berkurangnya gairah terhadap pasangan adalah momok tersendiri bagi mereka yang jarang melakukan aktivitas ini. Tapi juga perlu diingat, jangan hanya mengatas namakan kepentingan pribadi, lantas kita mengumbar hawa nafsu demi nikmat orgasme sesaat. Komunikasi dalam menjalin hubungan diranjang adalah kunci keberhasilan dalam membawa nikmat sex yang sebenarnya. Apakah kata-kata saya tersebut berlebihan? saya kira tidak, coba buktikan!

Okeiii…itu merupakan tulisan bagi yang sudah menikah, lantas bagaimana dengan yang belum? apakah terkadang keinginan untuk buang lendir putih ketika konat melanda disalurkan dengan cara masturbasi itu dibenarkan? ataukah malah jajan di aquarium bersama floozie untuk melampiaskan nafsu yang sudah mengeras diujung tanduk merupakan quick solution?

Lupakan urusan jajan! kecuali anda memang ingin bernasib sama seperti pentolan group musik Queen diatas. Lantas gimana donk ?!

Well…mungkin ini masih menjadi pro dan kontra. Faktor lingkup budaya serta agama terkadang adalah hal yang bertolak belakang dengan nafsu pribadi. Tapi sebagai lelaki yang pernah membujang layaknya pemuda kebanyakan, yang mempunyai sifat rebel serta nafsu besar, saya pribadi tidak mengharamkan melakukan onani. Lha wong itu hal yang manusiawi koq, tapi juga perlu diingat, menjalankan kegiatan tersebut bukanlah sesuatu yang harus bisa terlakoni!

Mencari kesibukan dengan berkarya positif ataupun melakukan kegiatan yang bisa memanipulasi pikiran guna mempersempit bayangan mesum di otak terkadang adalah jawaban yang manjur bagi kaum penikmat hand job.

Bagaimana? Setuju khan?!

Demikian dari saya,

Salam.

Posted in: Petuah & Opini