Kunci sukses karyawan baru sebagai pendobrak sistem lama.

Posted on 12 May 2011

13


“Bapak ini siapa?, anda khan bukan atasan saya! kenapa anda menyuruh saya melakukan ini itu!, memang apa untung saya jika melakukan apa yang bapak perintahkan?!”.

Bagi anda karyawan baru, pernahkah anda mendapatkan perkataan serupa dilingkungan kerja? terutama jika anda bekerja dilingkup pabrik yang notaben nya mempunyai homologasi individu karyawan yang cukup unik. Bingung ya?, Okeiii….maksud saya begini…

Ketika anda punya visi dan misi yang tentunya cukup membawa perubahan arah produktivitas perusahaan untuk berkembang lebih besar serta mempunyai efisiensi cost yang lumayan signifikan dalam perkembangan industri disuatu pabrik dimana anda bekerja. Dan kebetulan gagasan anda tersebut mendapat approval dari pihak direksi setelah dilakukan kajian bersama dengan pihak yang berkompeten, kira-kira apa yang anda rasakan? happy…tentu, bangga….apa lagi. Lha wong masuk kerja baru beberapa minggu tapi sudah membuat para direksi memberikan acung jempol, orang bodo mana yang tidak bangga jika sedang dalam kondisi seperti itu.

Tetapi ketika segala ide yang anda cetuskan tersebut kemudian diminta untuk direalisasikan dilingkup kerja secara langsung, serta kebetulan andalah yang ditunjuk sebagai pilot project, sedangkan posisi anda sendiri belum memungkinkan untuk membuat perubahan secara bertahap dilingkup yang dimaksud (karena anda karyawan baru). Kira-kira apa yang anda rasakan? tercengang….pastinya, entah dari mana anda harus memulainya bukan?.

Dan parahnya lagi, mereka atau para karyawan lama dalam hal ini kepala produksi (line managager) mempunyai kebiasaan susah beradaptasi dengan hal-hal baru yang dianggap menyalahi prosedur non baku dimana hal tersebut telah tercipta karena kebiasaan lama dianggap sebagai sesuatu yang nyaman untuk terus dan terus dilakukan entah sampai kapan, walaupun hal tersebut anda anggap sangat tidak praktis dan buang-buang cost produksi secara percuma.

Lantas strategi apa yang akan anda kerjakan, agar tugas tersebut bisa tersampaikan kepara line manager yang nantinya secara langsung tersambung dengan hal produktivitas dilevel lapangan…

“Modyarrrrrr tenan!”, begitu teriak anda dalam hati, untuk pertama kalinya.

Okeiiii….cukup sudah acara paniknya!, sekarang pikirkan apa yang harus anda lakukan…

Hal pertama yang patut anda coba adalah, lihat, pelajari, serta selami dengan cara masuk kelingkungan “mereka”. Bagaimana pola kerja rekan-rekan anda tersebut, susupi pola pikir mereka dengan apa yang anda harapkan. Beri pengertian akan effect postif tentang sistem kerja yang baru, dan hasil apa yang mereka capai jika mereka berhasil menyelesaikan pekerjaan dengan sistem atau tatanan yang baru. Sedikit compare antara menggunakan sistem lama dengan yang baru, perlihatkan secara data seakurat mungkin plus minus akan kedua sistem jika diaplikasikan kelingkungan kerja. Saya yakin, niscaya rekan kerja anda yang telah lama bergelut dengan kenyamanan pola lama, sedikit demi sedikit akan membuka pikiran.

Motivasi mereka dengan buah manis, jika hasil bagus yang perusahaan raih, maka juga akan berimbas ke karwayan itu sendiri. Kenaikan gaji sesuai dengan predikat kerja ataupun bonus akhir tahun tentunya sudah didepan mata. Kalau sudah begini siapa yang diuntungkan?

Dan ingat! sebagai karyawan baru janganlah mencari muka demi mengejar eksistensi pribadi dihadapan direksi dengan hanya modal ‘babat sikat!’. Perhatikan norma kerja ditempat anda mencari sesuap rejeki, bagaimanapun hal (sistem kerja) yang telah mengakar lama tidak mungkin akan dirubah dengan cara instant, banyak hal yang harus anda hormati sebagai orang baru. Kalau tidak mau anda mendapati kata-kata seperti yang telah saya tulis diparagraph paling atas, maka berusahalah untuk menjadi bagian dalam karyawan lama terlebih dahulu, sebelum anda take action dengan tugas anda.

Demikian dari saya,

Salam.

Posted in: Petuah & Opini